Techverse.asia - UangCermat, startup teknologi finansial (tekfin) pada bulan kemarin resmi mengumumkan pendanaan total US$26 juta atau sekitar Rp436 miliar. Putaran pendanaan ini terdiri dari ekuitas seri A sebesar US$6,4 juta atau setara dengan Rp107,54 miliar serta fasilitas kredit terstruktur sebesar US$20 juta atau sekitar Rp336 miliaran.
Pendanaan Seri A itu dipimpin oleh Cocoon Capital, IFP Securities, NP Consulting. Sementara itu, fasilitas kreditnya disediakan oleh SixPoint Capital, perusahaan investasi private capital yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Pendanaan gabungan tersebut akan mendukung fase pertumbuhan berikutnya UangCermat.
Baca Juga: Living Lab Ventures Perkuat Model Startup Collaboration dan Korporasi
Sebagai informasi, UangCermat didirikan pada 2017 silam oleh Shaiful Bahri Ahmad Mustaafa sebagai Chief Executive Officer (CEO) dan Edward Kumar sebagai Chief Technology Officer (CTO). Usaha rintisan tekfin ini sejatinya bermarkas di Singapura, tapi operasional utamanya ada di Indonesia.
Mereka menyediakan solusi keuangan bagi elemen masyarakat yang belum terjangkau dan kurang terlayani di kawasan Asia Tenggara. Target utamanya adalah pekerja kerah biru yang bekerja di sektor outsourcing dan manufaktur.
UangCermat mengoperasikan model pembiayaan 'phygital' yang menggabungkan alur kerja pinjaman digital dengan saluran distribusi luring guna menyalurkan pinjaman berbasis penggajian (payroll-linked loans).
Baca Juga: Dukung UMKM, Maybank Beri Modal ke Startup Tekfin Group Modalku
Layanan lain yang diberikan yakni sistem manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) serta penggajian, rekonsiliasi dana secara otomatis, dan manajemen pinjaman. Sejauh ini, UangCermat mengklaim sudah melayani lebih dari seratus ribu pengguna yang telah terdaftar.
Bahri menyatakan bahwa pendanaan tersebut akan dipakai untuk memperkuat kapasitas perusahaan dalam meningkatkan kualitas teknologi serta layanan keuangan inklusif. "Kami bisa melakukan lebih dari sekadar perluasan operasi internal, namun juga membantu bank kecil maupun lembaga mikro yang terkendala keterbatasan teknologi guna meningkatkan layanan digital mereka," ujarnya.
Itu juga merupakan bagian dari layanan Fintech-as-a-Service (Faas) yang menyediakan infrastruktur untuk bank lokal dan lembaga keuangan mikro dalam mendigitalisasi penagihan kredit dan proses organisasi.
Baca Juga: Amartha Mengantongi Pinjaman Dana Ratusan Miliar Rupiah
Sementara, menurut Bahri, dana ekuitas yang mereka dapatkan bakal dialokasikan buat memperkuat aspek tata kelola, kepatuhan, hingga teknologi.
"Fasilitas pinjaman senilai Rp300 miliar lebih tersebut akan kami pakai untuk menumbuhkan portofolio pinjaman lewat struktur bisnis yang berbasis piutang dengan pemantauan secara independen oleh pihak ketiga," ujarnya.
Chief Financial Officer (CMO) UangCermat Mark Kim menyampaikan, struktur pendanaan tersebut menunjukkan strategi permodalan yang seimbang. Pendanaan ekuitas memberikan stabilitas jangka panjang serta penguatan dari segi tata kelola perusahaan.
"Sementara itu, kredit institusional memungkinkan UangCermat untuk melakukan skala bisnis tanpa harus mengorbankan disiplin risko," katanya.
Baca Juga: Fintech YouTrip dari Singapura Dapat Pendanaan Seri B, Bakal Ekspansi ke Indonesia?
Perusahaan modal ventura Coocon Capital yag tak lain adalah investor lawas sekaligus co-lead pendanaan, menaruh kepercayaan kepada potensi UangCermat sejak investasi awalnya tujuh tahun yang lalu. Mereka melihat peluang besar industri tekfin di Tanah Air dan percaya bahwa UangCermat berada di jalur yang tepat guna membuat nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Di sisi lain, kesepakatan itu pula yang mendorong langkah pertama SixPoint Capital untuk ikut masuk ke pasar Asia Tenggara. Ia optimistis mengenai model bisnis yang diterapkan oleh UangCermat.
"UangCermat menjawab keperluan penting di sektor keuangan dan memberikan dampak yang riil untuk masyarakat yang belum tersentuh oleh perbankan konvensional di Indonesia," ungkap CEO sekaligus pendiri SixPoint Capital A.J. Davidson.
Baca Juga: Accion Menutup Dana Kelolaan Sekitar Rp1 Triliun, Investasi ke Startup Teknologi Finansial