Techverse.asia - PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatat bahwa semua alokasi awal Honda Prelude untuk pengiriman tahun ini di pasar Indonesia telah habis terpesan. Pemesanan resmi model tersebut yang dibuka pada 23 Januari kemarin dengan alokasi awal sebanyak 40 unit saja, telah terpesan dalam waktu satu hari.
Baca Juga: Honda Prelude Prototype Generasi Terbaru Mejeng di Tokyo Auto Salon 2025
Seiring dengan terisinya alokasi awal, PT HPM lantas membuka alokasi tambahan sebanyak 60 unit Honda Prelude untuk pengiriman tahun ini sebagai batch kedua. Alokasi tambahan ini juga sudah habis terpesan pada 26 Januari 2026.
Dengan begitu, total ada 100 unit Honda Prelude untuk pasar Indonesia pada 2026 telah habis terpesan dalam periode tiga hari sejak pembukaan pemesanan. Semua unit Honda Prelude untuk alokasi pengiriman pada 2026 diproyeksikan akan dikirimkan kepada pemesan secara bertahap mulai Mei mendatang.
Bagi konsumen yang berminat tetap bisa melakukan pemesanan lewat dealer resmi Honda tertentu, dengan estimasi pengiriman tahap berikutnya yang rencananya mulai tahun depan.
Sales and Marketing and After Sales Director PT HPM Yusak Billy mengapresiasi atas kepercayaan pelanggan Indonesia terhadap Honda Prelude, sekaligus menandaskan bahwa respons pasar yang diterima sejalan dengan positioning produk di segmen sport hybrid.
Baca Juga: Genesis Luncurkan X Skorpio Concept, Didesain untuk Melaju di Gurun Pasir
"Respons mereka terhadap Honda Prelude mencerminkan permintaan pasar atas pendekatan sport hybrid yang mengutamakan karakter berkendara. Prelude diterima dengan baik oleh konsumen yang paham akan kualitas produk serta nilai pengalaman berkendara," ungkapnya.
Hal tersebut, menurutnya, berkelindan dengan arah pengembangan elektrifikasi perusahaan yang tetap mempertahankan karakter Honda ke depan.
Honda Prelude adalah mobil tipe sport hybrid yang dikembangkan sebagai bagian dari evolusi lini elektrifikasi jenama otomotif Jepang, dengan tetap mempertahankan karakter berkendara yang menjadi identitas Prelude sejak generasi pertamanya.
Mengusung nama legendaris Honda Prelude, tipe ini dibuat dengan pendekatan yang menyeimbangkan efisiensi, performa, dan pengalaman berkendara untuk pemakaian sehari-hari.
Baca Juga: Aplikasi Motorku X Memungkinkan Beli Baru dan Tukar Tambah Motor Honda
Sejak dipasarkan di Negeri Sakura, Honda Prelude mencatatkan sekitar 2.400 pemesanan dalam satu bulan usai peluncuran pada 5 September 2025, atau sekitar delapan kali lipat dari target penjualan perusahaan yang telah ditetapkan di angka 300 unit.
"Model tersebut juga mendapat pengakuan internasional dengan meraih penghargaan Best Coupe - New Car World Championships 2025/2026, dan Best Car Design of the Year 2025-2026 dari Japan Automotive Hall of Fame, yang menyoroti keseimbangan antara performa, desain, dan teknologi hibrida," ujar dia.
Honda Prelude telah resmi masuk ke pasar Indonesia sejak bulan kemarin. Mobil ini cuma ada satu varian dengan empat opsi kelir, mencakup Crystal Black Pearl, Moonlit White Pearl, Racing Blue Pearl, dan Rallye Red. Honda Prelude dibanderol dengan harga sekitar Rp1 miliar.
Honda Prelude tidak dirancang sejak awal sebagai kebangkitan nama lama. Proyek ini bermula dari pengembangan mobil sport hybrid baru yang ditujukan untuk masa depan.
Baca Juga: BAIC BJ30 Hybrid Resmi Mengaspal di Indonesia, Tersedia Model AWD dan FWD
Seiring karakter kendaraan terbentuk, Honda menilai bahwa filosofi dan rasa berkendara yang dihasilkan memiliki keselarasan kuat dengan nilai yang dahulu melekat pada Prelude. Dari situlah nama Prelude akhirnya dipilih, dengan makna literal sebagai awal dari sebuah perjalanan yang berlanjut.
Dalam sejarah Honda, Prelude selalu menempati posisi yang unik. Bukan sebagai mobil performa ekstrem, melainkan sebagai personal coupe berbasis teknologi yang kerap menjadi pionir inovasi serta pendekatan pengendalian yang berorientasi pada pengemudi.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1979, Prelude telah melalui lima generasi dan dipasarkan di berbagai pasar utama dunia, sebelum produksinya dihentikan pada awal 2000-an.













