Kue Keranjang Selalu Jadi Tradisi Saat Imlek, Begini Makna dan Cara Membuatnya

Rahmat Jiwandono
Rabu 04 Februari 2026, 17:34 WIB
Pekerja membuat kue keranjang di Danurejan, Kota Yogyakarta, DIY. (Sumber: istimewa)

Pekerja membuat kue keranjang di Danurejan, Kota Yogyakarta, DIY. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Jelang perayaan Hari Raya Imlek pada 17 Februari besok, di Kampung Tukangan, Kelurahan Tegal Panggung, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih terdapat satu keluarga yang setia merawat warisan budaya kuliner yaitu membuat kue keranjang.

Baca Juga: Zona Paleozoic dan 180 Derajat akan Segera Dibuka di Taman Pintar Yogyakarta

Kue keranjang memiliki warna cokelat keemasan. Namun bagi orang China, itu bukan sekadar makanan, melainkan suatu doa, simbol harapan, dan ikatan keluarga yang tak lekang oleh waktu. Tak hanya jadi santapan saja, kue ini juga menjadi persembahan untuk para leluhur saat melakukan ritual penghormatan.

Pembuat kue keranjang, Sianywati mengatakan, dia adalah generasi kedua dari keluarganya yang membuat kue keranjang. Usaha tersebut telah dirintis sejak sebelum Indonesia merdeka. Ia meneruskan tradisi yang diwariskan langsung oleh sang nenek.

"Kue keranjang ini merupakan warisan dari nenek saya, jauh sebelum Indonesia merdeka. Sekarang saya yang menjadi penerusnya, jadi sudah generasi yang kedua," katanya.

Baca Juga: 3 Pecinan yang Bisa Dikunjungi Saat Tahun Baru Imlek 2575

Menurutnya, kue keranjang punya filosofi yang kuat. Bahan untuk membuatnya ialah ketan (simbol kerekatan), yang diilhami sebagai wujud "kelengketan" hubungan sesama manusia, khususnya hubungan dalam keluarga.

Kue keranjang.

"Ketan itu, kan, lengket, jadi artinya supaya keluarga tetap rukun, dekat, dan lekat satu sama lain. Rasanya pun manis, menggambarkan kehidupan yang juga manis. Selain itu, karir, rezeki, dan hubungannya juga manis," ujar dia.

Asal usul tentang nama kue keranjang, katanya, dahulu makanan ini dibuat di atas keranjang yang dialasi dengan daun pisang. Kemudian, keranjang itulah yang menjadi identitas utama kue tersebut. Namun, kekinian, menurutnya, daun pisang susah untuk ditemukan.

"Jadi sekarang kami menggunakan kertas kaca sebagai penggantinya," ujarnya.

Baca Juga: Sambut Tahun Naga Kayu, Sejumlah Kosmetik Hadirkan Koleksi Spesial Imlek 2024

Kue keranjang yang dia buat pun masih memakai cara tradisional, seperti yang diajarkan oleh nenek Sianywati. Proses pembuatannya dimulai dengan mencuci beras ketan sampai betul-betul bersih, lantas digiling menjadi tepung. Tepung kemudian diayak guna menghilangkan gumpalan supaya teksturnya halus.

Di samping itu, gula pasir direbus dengan air hingga mendidih, sehingga menghasilkan larutan manis yang selanjutnya dicampurkan ke dalam tepung ketan. Lantas, adonan yang telah tercampur rata enggak langsung dicetak, tapi didiamkan selama lebih dari satu hari.

"Seetelah itu, adonya baru dicetak ke dalam wadah, kemudian dikukus selama sembilan jam penuh," imbuhnya.

Proses memasak kue keranjang.

Menariknya, kompor yang ia pakai untuk mengukus adonan tersebut masih model jadul dengan bahan bakar minyak tanah. Alasannya, dibanding memakai kompor gas atau listrik, proses panasnya lebih merata. Ini juga bagian dari upayanya melestarikan budaya.

Baca Juga: Viral Toko Kue Sus Beard Papa's Dilaporkan Tutup, Ternyata Begini Sejarahnya

"Panasnya lebih rata kalau masaknya pakai minyak tanah. Dari segi rasa pun lebih legit," terangnya.

Usai dikukus selama sembilan jam, kue keranjang lalu diangkat dan didinginkan sebelumnya akhirnya dibungkus. Kue keranjang buatannya sama sekali tak memakai bahan pengawet, dan diklaim dapat bertahan kurang lebih satu tahun, dengan catatan disimpan di kulkas.

Dia dalam satu hari sanggup memproduksi sekitar 200 kilogram (kg) kue keranjang. Total ada lima variasi ukuran, dengan berat utama satu kilogram dan setengah kilogram. Sedangkan, untuk kemasannya, tersedia lima buah, empat buah, atau tiga buah. Disinggung mengenai harga, kue keranjang ini dijual senilai Rp55 ribu per buah.

"Harganya relatif terjangkau dan biasanya sebagian besar kue keranjang kami sudah banyak dipesan jauh-jauh hari oleh pelanggan setia. Jadi tinggal memproduksi sesuai pesanan saja," katnaya.

Baca Juga: Segoro Amarto: Motif Batik Baru Khas Kota Yogyakarta, Begini Filosofinya

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup24 Juni 2026, 20:00 WIB

Spillify.io Ubah Rekomendasi Produk Menjadi Aktivasi Konsumen

Dengan memberikan informasi merek tertentu, mereka bisa mendapat uang.
Spillify. (Sumber: istimewa)
Techno24 Juni 2026, 19:20 WIB

Samsung Rilis UFS 5.0 untuk Aplikasi AI Generasi Berikutnya di Perangkat

Peningkatan efisiensi daya dan ukuran yang lebih kecil untuk memberikan pengalaman AI seluler yang optimal.
Samsung UFS 5.0.
Techno24 Juni 2026, 19:08 WIB

ASUS ExpertBook B5 Flip G2: Laptop Konvertibel 360 Derajat yang Serbaguna

Laptop ini dirancang untuk pendidikan dan perusahaan.
ExpertBook B5 Flip G2. (Sumber: ASUS)
Culture24 Juni 2026, 19:04 WIB

Kebun Raya Bogor Gelar Program Kultura Ngariung Sunda

Program ini berupaya untuk melestarikan kekayaan asli Nusantara lewat wisata budaya yang edukatif.
Kultura Sunda Ngariung. (Sumber: kebun raya bogor)
Techno24 Juni 2026, 15:13 WIB

ASUS ExpertBook B5 Flip G2: Laptop Konvertibel 360 Derajat yang Serbaguna

Laptop ini dirancang untuk perusahaan dan pendidikan.
ExpertBook B5 Flip G2. (Sumber: ASUS)
Lifestyle24 Juni 2026, 14:57 WIB

Louna Luncurkan Dual Arc dalam 2 Model Ukuran, Segini Harganya

Tumbler ini hadir untuk menjawab kebutuhan dalam memilih produk yang menemani aktivitas sehari-hari.
Louna Dual Arc. (Sumber: oxone)
Techno24 Juni 2026, 13:59 WIB

Meta Glasses Hadir dengan 3 Pilihan Model, Harganya Lebih Miring

Meta meluncurkan kacamata pintar yang lebih murah tanpa merek Ray-Ban.
Meta Glasses.
Techno24 Juni 2026, 13:25 WIB

Percepat Adopsi Agentic AI, Lintasarta Kolaborasi dengan Komunitas OpenClaw

Kolaborasi antara keduanya menjadi bagian dari upaya mendorong terbentuknya ekosistem AI yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan.
Lintasarta x OpenClaw. (Sumber: istimewa)
Hobby24 Juni 2026, 13:15 WIB

Review Toy Story 5: Benarkah Gawai akan Menggantikan Mainan Tradisional?

Film ini dapat ditonton oleh segala usia.
Toy Story 5. (Sumber: Disney)
Techno24 Juni 2026, 11:36 WIB

Speaker Marshall Stockwell III Dijual Rp4 Jutaan, Masa Pakai 40 Jam

Speaker Stockwell menggunakan baterai yang dapat diganti dan tahan hingga dua kali lebih lama.
Marshall Stockwell III. (Sumber: Marshall)