Papion dan Dept Rilis Lagu Chocolate: Makna Cinta yang Lebih Kompleks

Rahmat Jiwandono
Senin 02 Februari 2026, 15:10 WIB
Dept (pria di tengah) bersama girlband Papion. (Sumber: istimewa)

Dept (pria di tengah) bersama girlband Papion. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Dari Indonesia menembus lintas negara, Papion membuka langkah internasional perdananya melalui kolaborasi dengan musisi Korea Selatan yakni Dept, lewat single yang berjudul Chocolate. Untuk diketahui, Papion adalah girlband yang multinasional yang beranggotakan lima orang dari Indonesia, Tailan, dan Amerika Serikat.

Dirilis menjelang Valentine, lagu Chocolate tidak hadir sebagai kebetulan semata. Di banyak negara Asia Timur seperti Korea Selatan, Jepang, dan China, cokelat telah lama menjadi simbol perayaan cinta sebagai cara sederhana untuk mengungkapkan perasaan, perhatian, dan kasih sayang kepada orang terkasih.

Papion mengadopsi perayaan kultural tersebut, namun membawanya ke ruang yang lebih reflektif. Cinta dipandang sebagai sebuah rasa yang mendewasakan, karena di dalamnya selalu ada manis sekaligus pahit.

Alih-alih menempatkan cokelat sebagai lambang romansa yang hangat dan ideal, Papion dan Dept mengajak pendengar menyelami Chocolate sebagai metafora cinta yang lebih kompleks. Bagi Dept, lagu ini berangkat dari pengalaman personalnya dalam memaknai hubungan dan emosi.

Baca Juga: Crunchyroll Anime Awards 2026 Digelar di Jepang pada 23 Mei

“Aku mengalami banyak cinta yang rasanya manis sekaligus pahit. Cinta itu tidak selalu manis. Kadang pahit, kadang sedih, dan sering kali semuanya bercampur. Lagu ini memuat banyak spektrum emosi dalam cinta, dan itu alasan kenapa aku membuatnya,” ungkap Dept

Chocolate memetaforakan cinta yang berawal lembut dan memikat, lalu perlahan berubah menjadi getir yang menetap, layaknya cokelat itu sendiri. Emosi yang dihadirkan tidak hadir dalam dikotomi bahagia atau sedih, melainkan jujur, rapuh, dan berlapis. Papion member Naia membagikan interpretasinya saat mendalami lirik lagu ini.

“Aku membayangkan sebuah hubungan yang awalnya terasa luar biasa, penuh cinta di awal, hampir seperti love bombing. Seiring waktu, perlahan jadi menjauh dan lupa bagaimana rasanya di awal. Kamu ingin kembali ke momen itu, tapi sudah tidak bisa. Rasanya pahit manis, seperti cokelat,” jelas Naia. 

Secara musikal, nuansa melankolis dan minimalis khas Dept berpadu dengan warna vokal lembut Papion, menciptakan atmosfer yang intim. Lagu ini diciptakan oleh Dept, yang juga memilih memasukkan instrumen tradisional Indonesia, kendang, sebagai salah satu elemennya.

Baca Juga: NewJeans Resmi Ubah Nama Menjadi NJZ, Ada Apa?

Proses kolaborasi ini menghadirkan dinamika yang tak terduga. Papion member Naufa mengenang kesannya bekerja bersama Dept. “Dia orangnya kocak dan energinya tinggi banget, berseberangan dengan genre musiknya yang mellow dan slow. Justru kontras itu yang bikin proses kerja bareng jadi seru,” kata Naufa.

Demi proses produksi, Dept meluangkan waktu hampir seminggu di Indonesia untuk mendalami budaya lokal. Ketertarikannya pada Papion sendiri sudah tumbuh sejak sebelum kolaborasi ini terwujud. “Sejak aku mengenal Papion dan mendengarkan ‘Push the Button,’ aku langsung merasa mereka sangat berbakat dan aku ingin berkolaborasi dengan mereka,” ujar Dept

Ketertarikan tersebut semakin menguat selama proses rekaman berlangsung. “Setiap member bernyanyi dengan sangat baik, dan saat proses rekaman aku benar-benar bisa melihat potensi mereka,” tambahnya.

Baca Juga: Mark and Lona Gandeng Girlband VVUP, Rilis Koleksi Pakaian Berdesain Futuristik

Dirilis dalam dua versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, Chocolate menegaskan ambisi Papion dan Dept untuk menjangkau pendengar lintas budaya tanpa kehilangan maknanya. Melalui kolaborasi internasional pertamanya ini, Papion tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga menawarkan interpretasi baru tentang cokelat sebagai representasi cinta yang tidak selalu manis.

Sebuah perasaan yang kadang meninggalkan luka, namun tetap membekas. Bersamaan dengan perilisannya, Papion bersama Dept juga akan merilis visualizer resmi di Youtube. Mengusung pendekatan visual yang bersih dan minimal, visualizer ini menjadi perpanjangan emosi dari lagu Chocolate, menggambarkan suasana sunyi dan intim yang memberi ruang bagi pendengar untuk menafsirkan pahit manis cinta dengan caranya sendiri.

Mengenang cinta yang tidak selalu sederhana dan kerap meninggalkan jejak pahit, Chocolate kini tersedia di seluruh platform musik digital.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive13 Agustus 2026, 15:07 WIB

IMX 2026 Buka Penjualan Tiket Extended Presale 3, Jangan Sampai Kehabisan

Extended Presale 3 Jadi Kesempatan Terakhir Membeli Tiket IMX 2026 “Next Gen Culture”.
Extended Presale 3. (Sumber: IMX)
Automotive13 Agustus 2026, 15:05 WIB

New Daihatsu Sigra Mendapat Penyegaran Menyeluruh, Ini Harga dan Speknya

Daihatsu Hadirkan New Sigra yang Tampil Modern dan Sporty di GIIAS 2026.
New Daihatsu Sigra. (Sumber: null)
Automotive13 Agustus 2026, 13:03 WIB

Chery Q Resmi Mengaspal di Indonesia, Ada Model Pure dan Rizz

Cek lebih lanjut tentang harga dan spesifikasi mobil listrik berukuran kompak ini.
Chery Q resmi diniagakan di Indonesia. (Sumber: ist)
Automotive13 Agustus 2026, 12:50 WIB

Hongqi E-HS9 Ramaikan Segmen SUV Listrik di Indonesia

Hongqi Memulai Perjalanan di Indonesia, Menghadirkan Sebuah Nama yang Dibentuk oleh Sejarah.
Hongqi E-HS9 resmi meluncur di Indonesia. (Sumber: dok hongqi)
Techno13 Agustus 2026, 12:46 WIB

Roblox Gelar Creator Meetup Terbesar di Indonesia pada 2026

Lebih dari 160 kreator dari seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta untuk saling menginspirasi.
Roblox Creator Meetup 2026. (Sumber: istimewa)
Techno13 Agustus 2026, 11:19 WIB

Spesifikasi Lengkap dan Harga Google Pixel 11 Pro dan Pro XL

Kedua perangkat ini merupakan ponsel pintar unggulan seri Pixel yang diklaim paling tangguh sejauh ini menurut Google.
Google Pixel 11 Pro and Pixel 11 Pro XL. (Sumber: null)
Techno13 Agustus 2026, 09:48 WIB

Google Pixel 11 Resmi Rilis Global, Pakai Prosesor Tensor G6 Baru

Google Pixel 11 memiliki daya tahan baterai 30 jam dan modul kamera yang lebih ramping.
Google Pixel 11 punya empat pilihan warna. (Sumber: null)
Techno13 Agustus 2026, 09:45 WIB

Google Pixel 11 Pro Fold Daya Tahan Baterainya Diklaim Lebih dari 24 Jam

Ponsel lipat terbaru Google ini menggunakan chipset Tensor G6 dan punya dua pilihan warna.
Google Pixel 11 Pro Fold. (Sumber: Google)
Techno12 Agustus 2026, 16:00 WIB

HoverAir Versa: Perpaduan Drone dan Kamera Gimbal Saku

Perangkat ini ditujukan bagi vlogger dan pembuat film yang melakukan pengambilan video baik dari udara maupun secara genggam (handheld).
HoverAir Versa. (Sumber: null)
Techno12 Agustus 2026, 15:54 WIB

Samsung akan Kekurangan Pasokan Memori hingga Tahun 2027?

Bahkan perusahaan memperkirakan hal ini bakal berlanjut sampai dua tahun ke depan.
Samsung.