Techverse.asia - Atome Financial, pelantar buy now pay later (BNPL), resmi mengumumkan pendanaan berupa utang sindikasi sebesar US$345 juta atau sekitar Rp5,82 triliunan. Ini memperbarui sekaligus meningkatkan skema pembayaran yang sudah ada sebelumnya guna mendukung ekspansi yang berkelanjutan bisnis kredit digital mereka di kawasan Asia Tenggara.
Nilai pinjaman yang diperoleh Atome Financial ini meningkat jauh dibanding pendanaan yang didapatkan dua tahun lalu, menunjukkan kepercayaan berkelanjutan para pemberi pinjaman terhadap prospek pertumbuhan serta kinerja operasional Atome.
Baca Juga: Rain Kumpulkan Pendanaan Seri C, Tingkatkan Pembayaran Pakai Stablecoin
Dalam transaksi tersebut, HSBC bertindak sebagai structuring bank, mandated lead manager, and bookrunner (MLAB). Sementara itu, bank DBS juga ikut bergabung sebagai mandated lead arranger and bookrunner tambahan.
Beberapa investor lawas ikut berpartisipasi, termasuk Cathay United Bank dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation. Tak ketinggalan, Shanghai Pudong Development Bank tercatat sebagai pemberi pinjaman anyar dalam sindikasi itu.
Chief Commercial Officer (CCO) Atome Financial Andy Tan mengungkapkan, fasilitas kredit tersebut akan dialokasikan guna mengakselerasi ekspansi BNPL dan pembiayaan Atome di sejumlah pasar di Asia Tenggara, produk pinjaman konsumen, hingga perluasan jangkauan untuk Atome PayLater Anywhere Card.
"Atome PayLater Anywhere Card akan hadir di Singapura, Malaysia dan Filipina," paparnya, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Pay Later Akulaku Beroperasi Kembali
Peningkatan fasilitas kredit itu memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengembangkan portofolio pinjaman yang berkelanjutan dan sehat, sekaligus memperluas akses kredit yang fleksibel serta transparan bagi merchant dan konsumen.
"Fasilitas ini tumbuh secara signifikan dalam satu tahun terakhir dan memposisikan kami untuk berekspansi secara bertanggung jawab di kawasan," ujarnya.
Pendanaan utang ini hadir di saat meningkatnya persaingan dan pengawasan regulasi di sektor kredit digital Asia Tenggara. Dari aspek pemberi pinjaman, transaksi itu mencerminkan peningkatan minat institusi terhadap pelantar keuangan digital yang sudah mapan di pasar berkembang di Benua Asia.
Head of Banking, Corporate and Institutional Banking HSBC Singapore Gilbert Ng menyatakan dukungan berkelanjutan bagi itu mencerminkan kepercayaan kepada Atome Financial dan kemitraan jangka panjang yang telah terjalin. "Dukungan dari kami mencerminkan keyakinan terhadap Atome serta kemitraan jangka panjang yang telah terjalin bersama grup ini," ujar Ng.
Baca Juga: Startup Singapura Utang US$50 juta dari HSBC untuk Danai UMKM di Indonesia
Head of Digital Economy Group DBS Chua Shih Guan mengaku bangga dapat mendukung Atome Financial sebagai MLAB, menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab dalam ekonomi digital.
"Atome Financial merupakan pelantar yang memanfaatkan teknologi buat memperluas akses kredit dengan kerangka manajemen risiko yang kuat," katanya.
Menurut laporan keuangan yang tercatat di pelantar data Handshakes, Atome Financial - yang membawahi bisnis BNPL Atome, Atome PayLate Anywhere Card, dan Kredit Pintar - mencatat kenaikan pendapatan operasional sebesar 63 persen secara tahunan menjadi US$236 juta pada tahun fiskal 2024, dengan Gross Market Value (GMV) melampaui US$2 miliar.
Baca Juga: Chickin Raih Pendanaan Pinjaman Sebesar Rp280 Miliar dari Bank DBS Indonesia
Momentum mencapai puncaknya pada Desember kemarin, ketika Atome Financial mencatatkan GMV bulanan terkuatnya hingga saat ini, meningkat lebih dari 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari segi profitabilitas, laba Atome Financial juga anjlok drastis menjadi US$861 ribuan pada 2024, dibandingkan US$19,7 juta pada 2023. Penurunan tersebut sejalan dengan fase investasi dan ekspansi bisnis yang masih berjalan di sejumlah pasar utama.
Sebelumnya, pada tahun lalu, startup ini juga telah mengantongi fasilitas kredit senilai Rp1,3 triliun atau setara dengan US$80 juta dari BlackRock dan InnoVen Capital SEA. Fasilitas kredit itu adalah pinjaman senior berjangka tiga tahun yang sebelumnya pertama kali diumumkan pada Juni 2024.
Baca Juga: Meski Sedang Tech Winter, InnoVen Capital SEA Tetap Beri Pinjaman Utang kepada Startup di Indonesia
















