Hanya 15% Startup Tahap Seed yang Bisa Mendapat Pendanaan Seri A

Rahmat Jiwandono
Rabu 11 Maret 2026, 20:39 WIB
Ilustrasi pendanaan startup. (Sumber: freepik)

Ilustrasi pendanaan startup. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Indonesia memasuki fase anyar terkait dengan ekosistem perusahaan rintisan (startup). Sepanjang 2025, tercatat total pendanaan startup tercatat tembus US$355,7 juta dari 91 transaksi atau setara dengan 11 persen dari puncak pendanaan pada 2021 lalu.

Koreksi tersebut menandai pergeseran dari eksapnsi secara agresif menuju pertumbuhan yang lebih disiplin dan berorientasi fundamental.

Baca Juga: 5 Startup dari Program Indosat SheHacks yang Berangkat ke Vietnam

DiscoveryShift belum lama ini melansir laporan Indonesia Startup 2026 yang didukung oleh Garuda Spark Innovation Hub oleh Komdigi, menunjukkan bahwa penurunan itu lebih mencerminkan pengetatan likuiditas global dan kenaikan suku bunga Amerika Serikat dibanding pelemahan struktural ekonomi digital domestik.

Walau pun akumulasi anjlok drastis dibandingkan periode 2020-2022, pendanaan tahap lanjut tergolong relatif lebih tangguh. Beberapa transaksi besar pada pendanaan Seri B dan Seri C menyerap mayoritas modal yang ada.

Data menunjukkan bahwa sebesar 67 persen transaksi terjadi pada fase awal, tapi cuma sekitar 15 persen startup tahap seed yang dapat memperoleh pendanaan Seri A. Dengan kata lain, saat ini kompetisi startup semakin ketat di tahap pertumbuhan, dan investor sekarang juga lebih selektif dalam mengalokasikan modal.

Dari segi sektor, tiga vertikal masih mendominasi arus dana sepanjang 2025 yaitu teknologi finansial, lokapasar, dan retail baru. Yang terakhir menjadi pemimpin berkat model omnichannel yang mengitengrasikan merek, industri, dan pengendalian inventori.

Baca Juga: Green Rebel Foods Umumkan Pendanaan Senilai Rp209 Miliar

Sedangkan teknologi finansial tetap jadi pilar utama, khususnya yang beroperasi dalam kerangka regulasi yang lebih ketat dan kolaborasi bersama perbankan. Selain pendanaan ekuitas, pembiayaan berbasis utang juga mulai tumbuh. Tercatat dalam transaksi debt funding tahun lalu, menandakan sebagian startup sudah punya arus kas yang cukup kuat guna mengakses modal non-dilutif.

Laporan ini menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) tak lagi sekadar tema investasi yang berdiri sendiri, melainkan berperan sebagai lapisan teknologi yang terintegrasi ke dalam produk serta layanan, khususnya di sektor bisnis-ke-bisnis (B2B) dan enterprise.

Di sektor teknologi finansial, pertumbuhan bergerak menuju model regulated scale-up. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mencatat 96 pelantar pinjaman teknologi finansial berizin sampai Agustus 2025, dengan penyaluran modal mencapai Rp29,6 triliun, di mana sekitar 20 persennya mengalir ke sektor produktif.

Baca Juga: Dash Electric Umumkan Seed Round dari Sagana, Perkuat Operasionalnya

Kolaborasi bank dan mereka lewat skema channeling serta co-lending jadi pola yang dominan. Untuk startup di sektor climate tech dan agritech tetap menarik sebagai bagian dari investasi yang memiliki dampak.

Indonesia sendiri menghadapi kesenjangan pembiayaan iklim sebesar US$145 miliar sampai 2030, membuka ruang bagi modal swasta buat masuk ke sektor energi terbarukan, kendaraan elektrik, hingga pertanian presisi.

Dari sisi konsumen, model bisnis bergeser dari ekspansi cepat ke penguatan margin dan efisiensi operasional. Sekarang para pemberi modal lebih mengutamakan merek dengan diferensiasi kuat, kontrol biaya, dan jalur monetisasi yang klir.

Sisi exit, lebih lanjut, pada tahun kemarin menunjukkan perubahan yang signifikan. Akuisisi dan merger jadi likuiditas utama, dengan 14 transaksi M&A jika dibandingkan dengan cuma tiga Intial Public Offering (IPO) teknologi sepanjang tahun.

Baca Juga: Pintarnya Umumkan Pendanaan Seri A Sebesar Rp272 Miliar

M&A banyak terjadi di sektor pembayaran, Software-as-a-Service (SaaS), dan korporasi teknologi yang jadi target transformasi digital perusahaan. Tren tersebut membuktikan preferensi pasar terhadap exit yang lebih realistis di tengah jendela IPO yang terbatas. Di pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 260 IPO pada tahun lalu dengan dana mencapai Rp18,1 triliun.

Akan tetapi pendekatannya sekarang lebih selektif. Emiten yang melantai umumnya telah menunjukkan profitabilitas atau visibilitas laba yang jelas, tata kelola kuat, serta model bisnis domestik yang mudah dipahami oleh investor publik.

Strategi dual-track yaitu mempersiapkan IPO sembari membuka opsi M&A atau secondary transaction, semakin umum di kalangan startup tahap lanjut. Kesimpulannya, 2025 menjadi tahun transisi menuju ketahanan selektif. Modal tidak sepenuhnya hilang, namun dialokasikan lebih hati-hati.

Para pemodal sekarang menuntut disiplin unit ekonomi, tata kelola yang transparan, serta jalur exit yang kredibel sejak tahap awal. Dengan skala pasar domestik yang besar, demografi produktif, dan adopsi digital yang tinggi, Indonesia tetap menjadi pasar inti di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: 2 Tahun Mengalami Masa Koreksi, Ekosistem Usaha Rintisan di Asia Tenggara Mulai Pulih

Meskipun demikian, keberhasilan ke depannya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan rintisan dalam menyelaraskan efisiensi modal, inovasi teknologi, serta kesiapan likuiditas dalam satu kerangka pertumbuhan berkelanjutan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby24 April 2026, 18:15 WIB

Daftar Nama Pelatih Tim Nasional E-Sports Indonesia untuk ENC 2026

Mereka akan mengatur seleksi pemain dan membentuk tim di berbagai judul game berbasis tim terkemuka.
Pengumuman daftar pelatih tim nasional e-sports Indonesia di ENC 2026.
Techno24 April 2026, 17:15 WIB

Impact.com x Youtube: Bantu Dongkrak Pendapatan bagi Kreator dan Merek

Integrasi memberi merek cara langsung untuk menemukan kreator, mengaktifkan sponsor, dan mengukur kinerja menggunakan data pihak pertama yang tepercaya.
Impact.com x Youtube. (Sumber: istimewa)
Startup24 April 2026, 17:01 WIB

4 Startup Indonesia Ikut Berpartisipasi di Event Sushi Tech Tokyo 2026

Tujuannya agar bisa memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat global.
Sushi Tech Tokyo 2026. (Sumber: istimewa)
Techno24 April 2026, 15:30 WIB

Dyson Supersonic Travel: Pengering Rambut yang Mudah Dibawa Kemana Saja

Dengan kompatibilitas tegangan universal, mesin ini cocok untuk mereka yang menginginkan penataan rambut cepat di mana pun berada.
Dyson Supersonic Travel. (Sumber: Dyson)
Automotive24 April 2026, 15:12 WIB

Tiket OTS untuk IMX 2026 Prambanan Masih Tersedia, Dimeriahkan Arbie Seo

Dalam event otomotif ini juga akan ada peluncuran lagu tema yang berjudul "Big Bang IMX."
IMX 2026 di Candi Prambanan. (Sumber: istimewa)
Techno24 April 2026, 14:11 WIB

Oppo Enco Clip 2 Punya 2 Pilihan Warna yang Kontras

Earbud ini menampilkan desain modis dan penyetelan suara oleh Dynaudio.
Oppo Enco Clip 2. (Sumber: dok. oppo)
Lifestyle24 April 2026, 13:58 WIB

Dickies x Harley Davidson Kembali dengan Merilis Koleksi “Built to Outlast”

Koleksi edisi terbatas kedua ini memberikan penghormatan kepada mereka yang dikenal telah meninggalkan jejak.
Dickies x Harley Davidson. (Sumber: Dickies)
Techno24 April 2026, 13:44 WIB

Realme C100 Segera Masuk ke Indonesia, Bawa Konsep Blooming Design

Realme C100 Series hadir dengan kombinasi daya tahan baterai luar biasa.
Realme C100 warna Glory White.
Automotive23 April 2026, 17:26 WIB

Hyundai IONIQ 3 Mengaspal di Eropa, Tersedia 2 Pilihan Baterai

Anggota terbaru dari jajaran IONIQ menjadikan mobilitas listrik lebih intuitif, nyaman, dan relevan untuk di Eropa.
Hyundai IONIQ 3. (Sumber: Hyundai)
Techno23 April 2026, 17:03 WIB

Langganan WhatsApp Plus akan Segera Diluncurkan dengan Fitur-fitur Baru

Fitur berbayar tersebut meliputi stiker eksklusif, obrolan yang disematkan, tema aplikasi, dan banyak lagi.
Pelanggan WhatsApp Plus akan mendapatkan akses ke paket stiker premium. (Sumber: istimewa)