Laporan East Ventures tentang AI dalam Membentuk Lanskap Bisnis Asia Tenggara

Rahmat Jiwandono
Rabu 23 Juli 2025, 21:04 WIB
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)

(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)

Techverse.asia - East Ventures, perusahaan modal ventura terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara, pada pekan kemarin telah merilis laporan resmi yang berjudul AI-first: Decoding Southeast Asia Trends.

Laporan resmi ini menawarkan tinjauan mendalam tentang bagaimana Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, khususnya Generative AI atau AI generatif, membentuk kembali lanskap bisnis dan inovasi di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Seiring dengan semakin menguatnya gerakan kecerdasan buatan global, diperkirakan pada tahun ini, sekitar 25 persen bisnis akan mulai menerapkan AI generatif, dengan proyeksi meningkat menjadi 50 persen pada 2027.

Baca Juga: Animo Olahraga di Indonesia Meningkat, Igloo Hadirkan Asuransi Kecelakaan Diri

Lonjakan ini pun didorong oleh inovasi-inovasi inovatif yang memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan operasional, dan membuka potensi pertumbuhan baru. Di Asia Tenggara, AI diperkirakan akan memberikan peningkatan PDB sebesar 10-18 persen pada 2030 mendatang.

Namun, Asia Tenggara saat ini hanya menyumbang sebagian kecil dari investasi global di bidang AI. Meskipun ekosistem kecerdasan buatan di kawasan ini masih dalam tahap awal, East Ventures melihat potensi pertumbuhan yang kuat dalam aplikasi hilir di berbagai sektor utama, terutama dalam penggunaan AI generatif.

Dalam konteks ini, East Ventures menegaskan kembali keyakinan investasinya yang kuat di bidang AI, memposisikan startup berbasis AI sebagai salah satu area fokus utamanya di tahun 2025.

Baca Juga: East Ventures Suntik Dana Ratusan Miliar ke Startup Galaxy Education di Vietnam

East Ventures percaya bahwa bisnis harus beradaptasi dan mengadopsi AI agar tetap relevan dan kompetitif dalam lanskap pasar yang berkembang pesat. Perusahaan juga mengamati banyaknya startup dan perusahaan portofolionya yang memanfaatkan model dasar yang ada dan membangun solusi siap pakai di atasnya.

"Kami percaya bahwa inovasi harus dapat diakses oleh semua orang. Kebangkitan AI generatif menurunkan hambatan bagi para pendiri dari beragam latar belakang untuk menciptakan dampak yang berarti," ungkap Co-Founder dan Managing Partner East Venture Willson Cuaca.

Menurut dia, kecerdasan buatan tidak boleh diadopsi hanya untuk mengikuti tren, tetapi harus dimanfaatkan untuk membangun solusi yang lebih intuitif, efisien, dan skalabel.

Baca Juga: Ada Kesenjangan Gender dalam Akses Modal Startup, AC Ventures Berpartisipasi dalam We Fund Climate

Setiap wilayah memiliki kekuatannya sendiri dalam persaingan AI, dan dia percaya bahwa kekuatan Asia Tenggara terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dan menerapkan model kecerdasan buatan yang siap pakai secara efektif dalam konteks lokal.

Laporan resmi tersebut juga menyoroti kemunculan AI generatif dalam dua kategori solusi utama dan memberikan contoh nyata bagaimana perusahaan-perusahaan portofolio East Ventures mengintegrasikan AI ke dalam operasi mereka.

Di samping itu, Indonesia sendiri disebut sudah siap untuk mengadopsi teknologi besar-besaran, termasuk AI, yang dipercepat oleh ekosistem digital yang berkembang, demikian terungkap dalam laporan East Ventures - Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2025.

Hingga tahun lalu, total investasi di perusahaan rintisan berbasis AI di Indonesia mencapai US$542,9 juta, tumbuh 141,5 persen selama lima tahun terakhir. Indonesia juga telah menarik investasi signifikan dari perusahaan teknologi global untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan.

Baca Juga: Sahabat-AI: Sumber Terbuka Persembahan dari GoTo Bersama Indosat

Pada kuartal pertama tahun 2024, Nvidia bermitra dengan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk dan mengumumkan rencana investasi sebesar US$200 juta untuk membangun pusat pengembangan AI dan SDM (Sumber Daya Manusia) di Kota Solo, Jawa Tengah.

Microsoft juga berkomitmen untuk berinvestasi sebesar US$1,7 miliar dalam pengembangan infrastruktur cloud dan AI, serta melatih 840 ribu talenta Indonesia.

Menyadari potensi AI yang sangat besar dan tren adopsi yang terus meningkat, pemerintah Indonesia juga telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mempercepat perkembangannya. Stranas KA (Strategi Nasional Kecerdasan Buatan) 2020–2045 telah ditetapkan sebagai peta jalan untuk kemajuan AI.

Baca Juga: Harta Karun Lego x One Piece Pertama Resmi Diperkenalkan, Tersedia Awal Agustus 2025

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup10 Maret 2026, 19:58 WIB

5 Startup dari Program Indosat SheHacks yang Berangkat ke Vietnam

SheHacks membantu memberdayakan usaha rintisan yang dipimpin atau didirikan oleh perempuan untuk bisa bersaing di sektor AI.
Program SheHacks. (Sumber: indosat)
Techno10 Maret 2026, 15:40 WIB

Cip Snapdragon Wear Elite Dibuat untuk Smartwatch dan Perangkat AI

Snapdragon Wear Elite didukung oleh berbagai mitra, termasuk Google, Motorola, dan Samsung.
Snapdragon Wear Elite. (Sumber: Qualcomm)
Travel10 Maret 2026, 15:29 WIB

Pakar Bilang Mudik Gratis Efisien dalam Melindungi Kelompok Rentan

Dalam program mudik gratis yang menjadi salah satu sorotan utama adalah tingginya angka kecelakaan.
Ilustrasi mudik gratis.
Techno10 Maret 2026, 15:03 WIB

Harga dan Spesifikasi Lengkap Nothing Headphone (a), Tersedia 4 Kelir

Headphone over-ear terbaru dari Nothing's mampu memutar musik selama lima hari dengan sekali pengisian daya.
Nothing Headphone (a). (Sumber: Nothing)
Lifestyle10 Maret 2026, 14:51 WIB

ASICS Luncurkan Nagino Collection untuk Merayakan Hari Perempuan Internasional

Koleksi ini sekarang sudah tersedia di beberapa gerai ASICS tertentu di seluruh Indonesia.
ASICS Nagino Collection. (Sumber: istimewa)
Techno10 Maret 2026, 14:27 WIB

Xiaomi Rilis Redmi Buds 8 Pro dan UltraThin Magnetic Power Bank

Cek mengenai harga dan spesifikasi lengkap dua produk tersebut.
Redmi Buds 8 Pro. (Sumber: Xiaomi)
Automotive10 Maret 2026, 14:10 WIB

Ford Experience Center Hadir sebagai Multi-functional Hub Pertama di Indonesia

Pembukaan tempat baru tersebut berfungsi untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Peresmian Ford Experience Center oleh Ford RMA Indonesia. (Sumber: istimewa)
Techno10 Maret 2026, 13:58 WIB

Pertama dalam Sejarah Seri V, Vivo V70 FE Disematkan 200MP OIS Main Camera

Traveling Portrait Master, Bawa Kualitas Kamera Paling Jernih di Segmennya.
Vivo V70 FE. (Sumber: Vivo)
Startup09 Maret 2026, 20:16 WIB

Bagaimana Para Perempuan Pendiri Startup Mendorong Pertumbuhan yang Menguntungkan

Usaha rintisan di Asia Tenggara yang didirikan oleh perempuan yaitu Astro, Durianpay, Xendit, hingga Supermom.
Ilustrasi pemimpin startup perempuan. (Sumber: istimewa)
Techno09 Maret 2026, 19:53 WIB

Nothing Luncurkan Phone 4A dan Phone 4A Pro, Desainnya Tampil Berbeda

Desain unibody logam baru menempatkan transparansi Nothing klasik hanya pada modul kamera.
Nothing Phone 4A Pro. (Sumber: Nothing)