Banyak Diminati Masyarakat, Begini Cara Aman Investasi Kripto

Rahmat Jiwandono
Selasa 22 April 2025, 17:50 WIB
Ilustrasi kripto. (Sumber: freepik)

Ilustrasi kripto. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Kripto kini menjelma menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati oleh masyarakat di seluruh dunia. Sehingga tak heran apabila terjadi fenomena FOMO (Fear of Missing Out) telah membuat banyak generasi muda terjun ke dunia investasi tanpa perencanaan yang matang.

Alih-alih mendapatkan keuntungan, banyak dari mereka justru merugi karena keputusan yang gegabah. Apa yang sebenarnya perlu dipahami sebelum memulai investasi, termasuk kripto.

Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mencatat sekitar 60 persen investor kripto di Indonesia berasal dari kalangan usia 18-30 tahun.

Baca Juga: Blibli Gelar Program Logam Mulia pada 16–30 April 2025, Beli Emas Secara Aman

Tingginya angka ini tentu mencerminkan antusiasme generasi muda terhadap investasi di aset digital. Namun, hal tersebut bukan berarti investasi kripto bebas dari risiko. Sebagai seorang investor, penting untuk memahami potensi keuntungan dan juga resiko yang melekat dalam investasi jenis ini.

Nofie Iman Vidya Kemal, Dosen Departemen Manajemen FEB UGM sekaligus peneliti di bidang keuangan dan investasi, mengatakan bahwa mata uang kripto (cryptocurrency) adalah mata uang digital terdesentralisasi yang tidak memiliki pusat kendali (central point) atau otoritas yang mengatur peredarannya.

Kripto beroperasi melalui protokol teknologi blockchain yang dijalankan dengan sistem kriptografi untuk menjamin keamanan dan kelancaran transaksinya. Sebagai mata uang, kripto juga dapat berfungsi sebagai aset investasi, asalkan memenuhi beberapa syarat, seperti memiliki nilai guna, dapat dimiliki, dapat dikonversi atau ditukarkan, serta memiliki potensi manfaat ekonomi.

Meskipun begitu, di Indonesia kripto tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah. Pemerintah melalui Bappebti hanya mengawasi peredarannya saja. Sementara itu, di negara lain, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, kripto bahkan dapat dikategorikan sebagai sekuritas atau aset keuangan digital.

Baca Juga: Data Inflasi PCE AS Jadi Katalis Reli Kripto dan Saham AS?

"Pada kripto, kepercayaan diletakkan pada teknologi protokol blockchain dan kriptografi sehingga menimbulkan paradoks. Di satu sisi, untuk menjadi besar maka mata uang kripto ini memerlukan dukungan regulasi dari pemerintah, tetapi di sisi lain, pemerintah pasti tidak ingin mata uang rupiah bersanding dengan Bitcoin atau kripto yang peredarannya tidak dapat diatur," ujarnya.

Kripto memiliki beberapa aset yang cukup beragam, seperti Bitcoin (kripto pertama yang dikenalkan ke publik), altcoin atau alternative coin (Ethereum, Solana, Monero), stablecoin (kripto yang nilainya dipatok terhadap mata uang fiat), NFT (sertifikat digital atas aset unik), DeFi (Decentralized Finance), dan integrasi kripto dengan metaverse (kripto yang digunakan untuk transaksi di dunia virtual).

Investasi kripto memiliki berbagai risiko seperti jenis investasi lainnya. Secara internal, risiko dapat muncul dari faktor psikologi, seperti FOMO, bias personal, atau rasa terlalu percaya diri, yang dapat berdampak pada keputusan investasi.

Terdapat juga risiko likuiditas yang membuat kripto sulit dicairkan, serta risiko penipuan karena siapapun bisa menciptakan token baru tanpa jaminan fundamental yang jelas.

Baca Juga: Upbit Indonesia Soroti Tren Investasi Kripto

Sementara secara eksternal, risiko dapat berasal dari faktor sistemik, seperti pandemi Covid-19, krisis global, dan bencana alam. Selain itu, risiko geopolitik dan regulasi dari pemerintah negara masing-masing juga dapat menjadi penghalang, seperti China yang pernah beberapa kali melarang peredaran kripto.

"Serta risiko inflasi yang terkadang datang tanpa diduga-duga," imbuhnya.

Dia berbagi beberapa tips bagi yang tertarik untuk mulai terjun ke dunia kripto. Langkah pertama adalah memahami produk investasi yang dipilih. Kemudian, penting untuk memahami dan mengendalikan diri sendiri agar tidak terbawa arus FOMO atau bias dalam membuat keputusan investasi.

"Investor juga perlu memiliki keunggulan kompetitif, entah itu melalui wawasan teknis, jaringan yang kuat, atau pengalaman dalam komunitas serupa," ujar dia.

Baca Juga: Reku Beberkan Strategi Optimalkan Aset Kripto di Tengah Volatilitas Pasar

Dalam praktiknya, bisa dengan memulai dari hal yang sederhana. Langkah awal dengan mencoba scalping, lalu perlahan masuk ke trading, dan lanjutkan ke investasi jangka panjang. Setelah merasa cukup percaya diri, investor bisa mencoba instrumen yang lebih kompleks seperti DeFi, staking, atau NFT.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait
Techno

5 Aset Kripto Potensial di 2025

Rabu 01 Januari 2025, 13:42 WIB
5 Aset Kripto Potensial di 2025
Berita Terkini
Techno02 Februari 2026, 18:52 WIB

Indonesia Resmi Cabut Larangan Grok, tetapi dengan Beberapa Syarat

Langkah ini mengikuti Filipina dan Malaysia yang baru-baru ini juga mencabut pelarangan akses ke Grok.
Ilustrasi Grok.
Hobby02 Februari 2026, 17:43 WIB

ENC 2026 Dilaksanakan 2-29 November di Arab Saudi, Total Hadiahnya Fantastis

ENC hadir untuk mendorong kemajuan esports global melalui pembentukan ekosistem nasional yang terstruktur, mendukung pemain, klub, dan tim nasional.
Jadwal penyelenggaraan ENC 2026. (Sumber: istimewa)
Techno02 Februari 2026, 16:54 WIB

LG StanbyME 2: TV Portabel yang Layarnya Bisa Dicopot, Harga Hampir Rp20 Juta

Produk ini menawarkan fleksbilitas untuk menonton.
LG StanbyME 2. (Sumber: LG)
Lifestyle02 Februari 2026, 15:10 WIB

Papion dan Dept Rilis Lagu Chocolate: Makna Cinta yang Lebih Kompleks

Kolaborasi antara girlband baru asal Indonesia dengan penyanyi solo asal Negeri Ginseng.
Dept (pria di tengah) bersama girlband Papion. (Sumber: istimewa)
Techno02 Februari 2026, 14:18 WIB

Samsung Hadirkan E-Paper Berwarna 13 Inci, Layarnya Terbuat dari Bio-Resin Fitoplankton

Layar ini menghadirkan kinerja daya ultra-low dengan manajemen lokal dan jarak jauh melalui Aplikasi Samsung E-Paper dan VXT.
Samsung Color E-Paper 13 inci. (Sumber: Samsung)
Automotive02 Februari 2026, 14:07 WIB

Ford Resmi Buka Dealer Baru di PIK 2 Tangerang Banten

Ford PIK 2 Resmi Dibuka, Tonggak Baru Ekspansi Jaringan Ford di Indonesia.
Peresmian diler Ford di Pantai Indah Kapuk 2. (Sumber: istimewa)
Techno02 Februari 2026, 13:56 WIB

Spek Lengkap dan Harga Redmi Note 15 Pro Plus 5G di Indonesia

Sebagai varian unggulan, perangkat tersebut memiliki fitur ketahanan paling lengkap di lini ini.
Redmi Note 15 Pro Plus 5G. (Sumber: Xiaomi)
Automotive30 Januari 2026, 18:35 WIB

Warna-warna Baru Yamaha Grand Filano Hybrid, Simak Daftar Harganya

Skutik kalcer stylish pilihan anak muda 2026.
Yamaha Grand Filano Hybrid warna Greenish Gray. (Sumber: Yamaha)
Automotive30 Januari 2026, 18:04 WIB

Scomadi Technica 200i Adventure Double Shock Dipasarkan Rp105 Juta

Skutik ini cocok dipakai untuk berpetualang.
New Scomadi Technica 200i Adventure Dual Shock (DS). (Sumber: Scomadi)
Techno30 Januari 2026, 17:22 WIB

ASUS Vivobook S16 2026 Pakai Prosesor Snapdragon X2 Elite, Ini Harganya

PC Copilot+ 16 inci yang cerdas, bertenaga, dan bergaya untuk generasi mendatang.
ASUS Vivobook S16 2026. (Sumber: ASUS)