Harga Langganan Youtube Premium dan Music Jadi Lebih Mahal, Berapa?

Youtube Premium.

Techverse.asia - Pelanggan Youtube Premium akan terkena dampak "inflasi harga". Sebab, raksasa video milik Google ini menaikkan harga berlangganannya di Amerika Serikat (AS) untuk paket Youtube Premium bebas iklan dan Youtube Music. Kenaikan harga pertama pada layanan berlangganan premium ini terjadi pada Juli 2023.

Baca Juga: Telkomsel Hadirkan Paket Youtube Premium, Dapat Kuota Tambahan 2GB

Kini paket Youtube Premium individual naik dari US$14 (Rp239 ribu) menjadi US$16 (Rp274 ribu) per bulan, sementara paket keluarga naik dari US$23 (Rp394 ribu) menjadi US$27 (Rp462 ribu) per bulan. Sedangkan, tarif berlangganan untuk Youtube Premium Lite, yang menawarkan penayangan bebas iklan untuk sebagian besar konten kecuali lagu dan video musik, naik dari US$8 (Rp137 ribu) per bulan menjadi US$9 (Rp154 ribu) per bulan.

Paket Youtube Music individual juga mengalami kenaikan dari US$11 (Rp187 ribu) per bulan menjadi US$12 (Rp205 ribu) per bulannya. Paket langganan buat keluarga juga ikut naik dari US$17 (Rp291 ribu) per bulan menjadi US$19 (Rp300 ribuan) per bulan.

Kenaikan harga ini akan berlaku untuk pelanggan baru dan pelanggan lama. Bagi para pelanggan lama nantinya akan menerima email dari Youtube setidaknya 30 hari sebelumnya yang memberitahukan tentang harga berlangganan mereka yang telah diperbarui.

Baca Juga: Pemakai Spotify Sekarang Bisa Mematikan Semua Video di Aplikasi

“Kami memperbarui harga paket Youtube Premium di AS untuk pertama kalinya sejak 2023 untuk terus memberikan pengalaman berkualitas tinggi yang mendukung kreator dan artis di Youtube,” kata juru bicara Youtube lewat keterangan tertulisnya disadur Techverse.asia, Rabu (15/4/2026).

“Perubahan ini memungkinkan kami untuk mempertahankan fitur-fitur yang paling dihargai oleh anggota kami yaitu menonton tanpa iklan, pemutaran di latar belakang, dan perpustakaan besar berisi lebih dari 300 juta lagu di Youtube Music. Kami terus menawarkan beberapa paket, memastikan pelanggan dapat memilih opsi yang paling sesuai untuk mereka,” lanjut bunyi keterangan itu.

Seperti diketahui, Youtube Premium sendiri memberikan sejumlah fitur kepada pelanggannya, tetapi elemen intinya adalah video tanpa iklan, pemutaran di latar belakang (sehingga pengguna dapat mendengarkan podcast video atau video musik, misalnya) dan unduhan offline. Paket ini juga memberikan akses ke fitur-fitur lainnya.

Baca Juga: Youtube Mengumumkan Sejumlah Alat AI untuk Kreator

Youtube Premium Lite, yang telah diluncurkan setahun yang lalu, juga memiliki beberapa fitur yang sama, meskipun tidak semua video bebas iklan. Sementara itu, Youtube Music adalah layanan berlangganan musik perusahaan, yang bersaing dengan Spotify dan Apple Music.

Youtube adalah platform streaming video yang dominan (dan menurut beberapa ukuran, perusahaan media terbesar di dunia), tetapi bisnis berlangganannya masih agak kurang dihargai mengingat skala layanan gratisnya.

Setahun yang lalu, perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka telah mengumpulkan lebih dari 125 juta pelanggan Youtube Premium dan Youtube Music, naik dari 100 juta yang dilaporkan pada 2024.

Baca Juga: YouTube Music Izinkan Pengguna Mengunduh Lagu Secara Offline Lewat PC

Layanan streaming utama pesaing lainnya di AS juga baru-baru ini menaikkan harga. Seperti Disney Plus dan Hulu, HBO Max dan Peacock milik NBCUniversal yang telah menaikkan harga langganan mereka sejak tahun lalu, dan Netflix juga meluncurkan kenaikan harga di untuk semua paket mulai bulan lalu.

Tak ketinggalan, Paramount Plus ikut menaikkan harga pada bulan Januari dan paket Prime Video bebas iklan Amazon (yang disebut Ultra) sekarang pelanggan dikenakan biaya tambahan US$5 atau setara dengan Rp85 ribu per bulan.

Selain itu, Spotify menaikkan harga di AS awal tahun ini, dengan paket individu meningkat dari US$12 menjadi US$13 per bulannya.

Baca Juga: Tarif Langganan Spotify Premium di 3 Negara Ini akan Naik Mulai Februari 2026

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI