Perkembangan Teknologi Bisa Bantu Memperkenalkan Seni Karawitan

Rahmat Jiwandono
Jumat 17 April 2026, 17:29 WIB
Ilustrasi gamelan. (Sumber: gamelab)

Ilustrasi gamelan. (Sumber: gamelab)

Techverse.asia - Setiap 15 April, selalu diperingati sebagai Hari Seni Dunia sebagai momen untuk kembali melihat peran seni dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan teknologi dan budaya populer yang semakin cepat, seni tradisional seperti karawitan menghadapi tantangan untuk tetap hidup dan dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.

Baca Juga: Kenali Proses Pembuatan Camilan Tradisional Tape Singkong Khas Watugedug Bantul

Dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (Ugm) Sartini yang memiliki fokus pada Filsafat Nusantara, menilai bahwa karawitan sebenarnya masih memiliki tempat yang kuat, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, keberlangsungannya sangat bergantung pada bagaimana seni itu terus dipraktikkan, bukan hanya sekadar disimpan sebagai warisan budaya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital justru bisa menjadi peluang besar untuk mengenalkan karawitan lebih luas. Kini, pertunjukan karawitan dapat diakses dengan mudah melalui platform seperti Youtube atau siaran langsung. Bahkan, tidak jarang justru komunitas di luar negeri yang aktif menampilkan karawitan.

“Dengan zaman digital sekarang ini justru bagus untuk sosialisasi, bahkan ke dunia,” terangnya belum lama ini.

Baca Juga: Dikira Sampah, Karya Seni Berusia 36 Tahun Nyaris Dibuang

Meski begitu, ia melihat ada ironi ketika masyarakat lokal belum sepenuhnya memanfaatkan peluang tersebut. Banyak perangkat gamelan di lingkungan masyarakat yang tidak digunakan karena tidak ada ruang untuk tampil. Akibatnya, minat untuk berlatih juga menurun.

“Budaya itu akan hidup kalau sering dipertunjukkan. Tapi sering kali tidak ditampilkan karena tidak ada ruang untuk dipentaskan,” jelasnya.

Kendati demikian, di sisi lain, Sartini menilai bahwa minat terhadap karawitan sebenarnya masih ada. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat dalam mengikuti festival atau pertunjukan. Salah satu contohnya adalah Festival Karawitan di UGM pada saat Dies Natalis Fakultas Filsafat yang telah berjalan selama beberapa tahun dan selalu menarik banyak peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga komunitas umum.

Festival seperti ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa masyarakat membutuhkan wadah untuk mengekspresikan seni. Tanpa ruang seperti itu, seni tradisional akan sulit berkembang meskipun minatnya masih ada.

Baca Juga: Yogyakarta Gamelan Festival 2025 Pertama Kali Digelar di Taman Budaya Embung Giwangan

Selain sebagai hiburan, karawitan juga memiliki nilai filosofis yang dalam. Dalam satu pertunjukan, setiap pemain memiliki peran yang berbeda, tetapi harus saling mendengarkan dan bekerja sama agar menghasilkan harmoni.

Nilai ini dianggap relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Supaya lagunya bagus, mereka itu harus saling ngemong, saling komunikasi, saling mendengarkan. Itu seperti kehidupan manusia,” katanya.

Terkait dengan generasi muda, Sartini menilai bahwa rendahnya keterlibatan mereka bukan semata karena tidak tertarik, tetapi lebih karena kurangnya akses dan paparan. Jika sejak awal mereka tidak dikenalkan dengan karawitan, maka wajar jika mereka lebih memilih hiburan lain yang lebih mudah dijangkau.

Ia juga menyoroti kuatnya pengaruh budaya populer global, seperti musik Korea Selatan, yang bisa menjadi sangat populer karena didukung oleh promosi yang masif. Hal ini, menurutnya, seharusnya menjadi pelajaran bahwa seni tradisional juga perlu diperkenalkan secara lebih aktif di ruang digital.

Baca Juga: Profil Kaws: Seniman Grafiti Dibalik Pembuat Boneka Balon Raksasa di Candi Prambanan

“Kalau seni kita tidak diangkat, ya akan kalah dengan yang lain. Padahal kalau dikenalkan, orang juga bisa bangga,” tambahnya.

Dalam refleksinya pada Hari Seni Dunia, Sartini berharap agar karawitan tidak hanya dipertahankan sebagai simbol budaya, tetapi juga terus dihidupkan melalui praktik nyata. Ia menekankan pentingnya peran berbagai pihak, mulai dari komunitas, sekolah, hingga institusi, untuk menyediakan ruang bagi seni tradisional agar tetap berkembang.

“Dengan adanya dukungan tersebut, karawitan diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan zaman dan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern,” ujar Sartini.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)