Palo Alto Networks Ungkap Identitas Mesin Kini Melampaui Jumlah Identitas Manusia

Rahmat Jiwandono
Rabu 29 Juli 2026, 14:05 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber: istockphoto)

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber: istockphoto)

Techverse.asia - Identitas kini telah melampaui malware sebagai vektor serangan utama di lingkungan perusahaan. Di kawasan Asia Pasifik (APAC), skala tantangan ini pun telah berkembang secara signifikan. Jumlah identitas mesin kini melampaui jumlah pekerja manusia dengan rasio 111:1 di jaringan perusahaan, didorong oleh pesatnya adopsi agen AI otonom (autonomous AI agents).

Namun, sebagian besar organisasi masih mengamankan lingkungan mereka seolah-olah identitas manusia tetap menjadi aset utama yang perlu dilindungi.

Palo Alto Networks memaparkan temuan dari 2026 Identity Security Landscape Report, yang didasarkan pada studi global terhadap 2.930 pengambil keputusan di bidang keamanan siber, yang mengungkap semakin lebarnya kesenjangan antara skala lingkungan identitas digital saat ini dengan arsitektur yang dibangun untuk mengelolanya.

Baca Juga: Qualcomm akan Segera Menaikkan Harga Mulai 1 September 2026

Jumlah identitas mesin kini jauh melampaui identitas manusia di lingkungan perusahaan di Asia Pasifik, didorong oleh semakin luasnya penggunaan agen AI otonom (autonomous AI agents) dalam berbagai operasional bisnis.

Seluruh organisasi di kawasan Asia Pasifik telah mengadopsi agen AI, dan sebagian besar memperkirakan jumlah agen AI serta identitas mesin yang mereka kelola akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan.

Sembilan dari sepuluh organisasi mengalami setidaknya satu insiden pembobolan keamanan (breach) yang berkaitan dengan identitas dalam 12 bulan terakhir.

Sebanyak 97% organisasi di Asia Pasifik memperkirakan akan menghadapi dampak finansial apabila proses pembaruan sertifikat (certificate renewal) tidak sepenuhnya diotomatisasi. Rata-rata potensi kerugian yang ditimbulkan mencapai US$305.161 per tahun.

Baca Juga: Palo Alto Networks Hadirkan Solusi Keamanan Kuantum Skala Perusahaan

Titik buta dalam tata kelola. Sebanyak 98% identitas manusia di APAC memiliki hak akses yang melebihi kebutuhan perannya (overprivileged access). Selain itu, 98% organisasi di APAC melaporkan mengalami identity silos, dengan penggunaan tool AI di luar identitas formal dan tata kelola keamanan sebagai penyebab utama.

Dampaknya pun nyata: fragmentasi tool identitas menambahkan rata-rata 13 jam keterlambatan dalam setiap proses respons terhadap insiden.

"Sembilan dari sepuluh organisasi telah mengalami pembobolan keamanan terkait identitas yang berhasil dalam satu tahun terakhir, dan identitas mesin tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) mendekati 40%, yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya penggunaan AI," kata Jeffrey Kok selaku Senior Director, Idira Domain Consulting Palo Alto Networks.

Baca Juga: SailPoint Umumkan Agentic Fabric Guna Amankan Identitas Kecerdasan Buatan

Menurutnya, yang paling mengkhawatirkan adalah fragmentasi, yang secara signifikan memperlambat organisasi: sistem yang tidak saling terhubung menambah waktu respons hingga berjam-jam pada setiap insiden, sementara pelaku serangan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk membobol sistem.

Pelaku serangan tidak lagi perlu membobol sistem; mereka cukup masuk (log in) menggunakan identitas manusia atau identitas AI yang dicuri, dan satu-satunya cara untuk menutup kesenjangan tersebut adalah dengan menggunakan sebuah platform yang dapat menemukan, mengendalikan, dan mengelola setiap identitas dengan tingkat kontrol keamanan yang tepat."

Temuan di kawasan Asia Pasifik ini memiliki relevansi yang sangat besar bagi ASEAN, di mana adopsi AI di lingkungan perusahaan berkembang dengan sangat pesat, dan permukaan serangan (attack surface) yang terkait dengan identitas juga terus meluas seiring perkembangannya.

Baca Juga: Telkom x Palo Alto Networks: Akselerasi Keamanan Siber dan Produk Digital

Sebagai contoh utama, data dari Singapura menggambarkan besarnya tantangan yang dihadapi sekaligus urgensi untuk segera mengambil langkah penanganan. Di Singapura, jumlah identitas mesin kini rata-rata telah melampaui jumlah identitas manusia dengan rasio 107:1.

Sebanyak 85% organisasi memperkirakan jumlah agen AI dan identitas mesin yang mereka miliki akan terus bertambah dalam 12 bulan ke depan. Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ini pun cukup jelas, yakni meningkatnya jumlah identitas mesin (51%), meluasnya hubungan dengan pihak ketiga termasuk mitra dan penyedia layanan (43%), serta semakin luasnya adopsi large language models (LLM) (41%).

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 Juli 2026, 15:59 WIB

Manson Cheung Siap Hadir di IMX 2026

Dia adalah Sosok di Balik Kolaborasi Ikonik Pop Culture Hingga Hot Wheels Formula 1 Collection.
HWCCI x IMX Dinner. (Sumber: istimewa)
Techno29 Juli 2026, 15:28 WIB

Alasan Kecerdasan Buatan akan Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Pesatnya perkembangan AI juga akan berdampak terhadap konstelasi politik dunia.
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)
Startup29 Juli 2026, 14:07 WIB

East Ventures Sebut Talenta Muda Jadi Kunci Kemajuan Indonesia di Era AI

Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam membangun fondasi digitalnya.
Ilustrasi talenta digital muda. (Sumber: East Ventures)
Techno29 Juli 2026, 14:05 WIB

Palo Alto Networks Ungkap Identitas Mesin Kini Melampaui Jumlah Identitas Manusia

Dengan semakin pesatnya adopsi AI agentik, tool identitas yang terfragmentasi menciptakan kesenjangan tata kelola yang tidak mampu ditangani oleh arsitektur keamanan tradisional.
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber: istockphoto)
Travel29 Juli 2026, 12:08 WIB

The St. Regis Bali Gelar Jack's Club Mulai Juli-September 2026, Suguhkan Musik Jazz

Pengunjung dapat menikmati musik jazz sekaligus makanan atau minuman khas yang fancy.
Jack's Club hadir di The St Regis Bali. (Sumber: ist)
Techno29 Juli 2026, 11:34 WIB

Qualcomm akan Segera Menaikkan Harga Mulai 1 September 2026

Kenaikan harga akan diterapkan pada prosesor yang dikirim setelah tanggal tersebut.
Qualcomm. (Sumber: Getty Images)
Lifestyle29 Juli 2026, 09:53 WIB

Ryan Gosling Bakal Membintangi Film Ghost Rider, Tayang 2028?

Sementara itu, Black Panther III akan tayang pada tanggal 15 Desember 2028.
Ryan Gosling akan memainkan karakter Ghost Rider. (Sumber: Marvel Studio)
Techno29 Juli 2026, 09:51 WIB

Oppo A6c: Ponsel Entry Level dengan Baterai 7000mAh

Perangkat ini memiliki dua varian memori.
Oppo A6c. (Sumber: Oppo)
Techno28 Juli 2026, 16:15 WIB

ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Dijual di Indonesia, Beda Varian Beda Harga

Gawai ini diposisikan sebagai solusi ideal bagi profesional yang membutuhkan performa AI kuat, portabilitas tinggi, serta keandalan bisnis dalam satu paket.
ExpertBook P5 G2. (Sumber: ASUS)