Techverse.asia - Sailpoint hari ini mendefinisikan ulang perlindungan siber di era AI melalui peluncuran solusi yang dirancang untuk menjawab konvergensi yang semakin pesat antara identitas manusia dan non-human.
SailPoint Identity Security merupakan kombinasi dari SailPoint Agentic Fabric, yang kini telah tersedia secara umum, dan SailPoint Human Fabric, evolusi dari Identity Security Cloud, yang dirancang untuk menghadirkan keberlanjutan, siklus real-time untuk menemukan, mengelola, dan melindungi lingkungan digital yang semakin kompleks.
Perusahaan modern saat ini menghadapi krisis kerentanan yang dipicu oleh identitas. Berdasarkan riset terbaru perusahaan, 97% AI agent memiliki akses ke data sensitif dan hanya 21% organisasi yang sangat yakin terhadap kemampuan mereka dalam mengelola risiko keamanan AI agent.
Baca Juga: Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari
Sejumlah vendor masih berupaya untuk mengelola identitas mesin yang terus berkembang pesat melalui sertifikasi audit yang bersifat statis, sementara startup yang berfokus pada bidang ini hanya menawarkan visibilitas yang terfragmentasi tanpa kemampuan untuk melakukan remediasi terhadap ancaman.
SailPoint Identity Security, yang didukung oleh SailPoint Atlas, menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan lapisan perlindungan aktif yang secara mulus menyatukan konteks identitas manusia dan mesin, serta memungkinkan organisasi mengelola setiap identitas dengan lebih percaya diri sekaligus mengurangi beban operasional keamanan yang dilakukan secara manual.
EVP of Product dan Chief Technology Officer SailPoint Chandra Gnanasambandam menyampaikan, SailPoint Identity Security menggambarkan sebuah perubahan mendasar dalam cara organisasi menghadapi kerentanan identitas di era AI.
"Kami membawa industri melampaui pendekatan kepatuhan yang bersifat statis menuju siklus keamanan berkelanjutan yang aktif," ujarnya, Jumat (27/8/2026).
Baca Juga: SailPoint Agentic Acceleration Mengubah Modernisasi Cloud Menjadi Implementasi Cepat
Dengan menyatukan kemampuan untuk menemukan setiap identitas, mengelola kebijakan siklus hidup akses, serta melindungi perusahaan melalui remediasi risiko secara real-time, perusahaan menghadirkan visibilitas dan otomatisasi yang dibutuhkan para pemimpin keamanan untuk menghentikan vektor serangan modern secara proaktif sebelum ancaman tersebut dapat dimanfaatkan.
Untuk mengamankan tenaga kerja modern, SailPoint Human Fabric, produk native yang menjadi fondasi SailPoint, kini tersedia secara eksklusif sebagai bagian dari solusi SailPoint Identity Security yang terintegrasi. Human Fabric merupakan evolusi berkelanjutan yang selalu aktif dari solusi Identity Security Cloud milik SailPoint.
Evolusi ini mengubah tata kelola identitas manusia dari proses audit yang statis dan terjadwal menjadi pendekatan keamanan yang berkelanjutan dan real-time, sehingga membantu mengurangi serangan ke permukaan dengan mendorong perusahaan menuju Zero Standing Privilege (ZSP).
Baca Juga: SailPoint Umumkan Integrasi Baru dengan Claude Compliance API
Human Fabric mewujudkan hal tersebut dengan secara otomatis menemukan privilege creep yang tersembunyi, menghadirkan konteks identitas secara real-time langsung ke dalam workflow SOC untuk mempercepat penanganan ancaman, serta memanfaatkan Just-In-Time Provisioning (JIT-P) guna memberikan akses administratif hanya selama durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas
Untuk mengelola pertumbuhan identitas mesin dan identitas AI yang berkembang pesat serta belum terpantau, SailPoint meluncurkan ketersediaan umum itu - yang tersedia baik sebagai solusi mandiri maupun sebagai kapabilitas inti dalam solusi SailPoint Identity Security yang terintegrasi.
Baca Juga: Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!
Sebagai control plane terpusat untuk menemukan, mengelola, dan melindungi lingkungan perusahaan yang telah terotomatisasi, Agentic Fabric memanfaatkan sensor endpoint dan browser yang ringan, yaitu SailPoint Endpoint Agent Security (SEAS) dan SailPoint Browser Agent Security (SBAS), untuk mengungkap AI agent, kredensial, serta server Model Context Protocol (MCP) yang tersembunyi dan kerap tidak terdeteksi oleh solusi keamanan tradisional.
Selanjutnya, Agentic Fabric melindungi identitas tersebut melalui mekanisme keamanan aktif yang bekerja secara real-time, termasuk inline prompt security yang menyamarkan Personally Identifiable Information (PII) sebelum mencapai LLMs, "kill-switch" terpusat untuk segera menonaktifkan AI agent yang berisiko, serta aturan kepemilikan otomatis guna memastikan adanya akuntabilitas manusia atas setiap machine account.













