Kenali Proses Pembuatan Camilan Tradisional Tape Singkong Khas Watugedug Bantul

Rahmat Jiwandono
Selasa 14 April 2026, 17:43 WIB
Proses pembuatan dan pengolahan tape singkong di Watugedug, Pajangan, Bantul. (Sumber: istimewa)

Proses pembuatan dan pengolahan tape singkong di Watugedug, Pajangan, Bantul. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Aroma khas tape singkong yang manis dan sedikit menyengat menyeruak dari dapur sederhana milik Samsudin dan istrinya, Tukul.

Baca Juga: Mencicipi Kuliner Wedang Tahu Bu Kardi di Yogyakarta, Harganya Murah

Di rumah mereka yang berada di Dukuh Watugedug, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), olahan singkong ini bukan sekadar camilan tradisional, melainkan denyut ekonomi sekaligus warisan yang sampai saat ini masih dijaga.

Tape singkong dikenal luas sebagai makanan tradisional bercita rasa manis dan “kemrenyes”, seperti sensasi saat minum soda. Tak hanya lezat, makanan ini juga kerap disebut sebagai superfood. Proses fermentasi yang dilalui saat pembuatan mampu meningkatkan kandungan nutrisi serta menjadi sumber probiotik yang kaya manfaat bagi tubuh.

Bagi Samsudin, usaha tape singkong bukanlah hal baru. Ia melanjutkan jejak bapak mertuanya telah mulai membuat tape sejak tahun 1986 silam. “Dahulu tidak ada pekerjaan, lalu bapak menanam singkong sendiri. Setelah dicoba dibuat tape, ternyata laku,” kenangnya. 

Baca Juga: Glamping Pinus Pengger di Bantul Resmi Dibuka, Beroperasi Penuh Pertengahan 2026

Samsudin menjelaskan bahwa proses pembuatan tape singkong di rumahnya tersebut masih mempertahankan cara tradisional. Singkong yang datang dicuci bersih, dikupas, lalu dipotong-potong. Setelah itu, singkong direbus, didiamkan semalaman, dicuci kembali, dan direbus untuk kedua kalinya. 

Usai direbus dan ditiriskan hingga dingin, singkong ditaburi ragi untuk memulai proses fermentasi. Singkong yang yang sudah ditaburi ragi kemudian ditutup berlapis menggunakan daun pisang, plastik, dan kain. Proses ini berlangsung selama satu malam. 

“Kalau raginya bagus, hasilnya juga bagus. Tapi kalau tidak, bisa gagal,” terang Samsudin. 

Tukul mengaku memakai ragi dari daerah tertentu. Menurutnya, ragi tersebut menghasilkan tape yang karakteristiknya lebih lembut. Hal ini krusial sebab selain dikonsumsi langsung, tape juga sering diolah menjadi berbagai olahan seperti campuran es atau isian roti gabin.

Baca Juga: Ini Cara Restoran Di Jepang Mengakali Pinggiran Roti Tawar Yang Sering Dibuang-buang

Dari tape singkong, Samsudin mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga membiayai pendidikan anak. Tape hasil produksinya dikemas dengan plastik setengah kiloan dan dipasarkan seharga Rp5.000 per plastik. Selain dijual di Pasar Niten, tape produksi Samsudin juga diambil langsung oleh beberapa pedagang. 

Di balik kesederhanaannya, produksi tape ini juga menghadapi tantangan lain, seperti penggunaan bahan bakar kayu. Hingga kini, proses memasak masih mengandalkan kayu bakar, dengan kebutuhan satu truk kayu setiap dua bulan yang harganya mencapai sekitar Rp1,25 juta.

“Saya berharap usaha ini bisa terus maju dan penjualan lancar,” kata Samsudin.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dukuh Watugedug Mistijan, menyebut bahwa usaha tape singkong di wilayahnya telah berkembang menjadi kegiatan ekonomi kolektif. Saat ini, terdapat sekitar tujuh rumah tangga yang memproduksi tape, sebagian besar mengikuti jejak keluarga Samsudin dan Tukul.

Baca Juga: 5 Karya Asal Kabupaten Bantul Masuk dalam Warisan Budaya Takbenda

“Produksi masih tradisional semua. Rata-rata per hari bisa mengolah 50 sampai 100 kilogram (kg) singkong, tapi tergantung dengan kondisi cuaca,” kata Mistijan. 

Adapun bahan baku rata-rata didatangkan dari daerah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, sebab tidak banyak ditemukan singkong di sekitar sana. Menurut Mistijan, hal ini disebabkan tanaman singkong di Guwosari hanya ditanam di lahan tegakan – di bawah pohon jati, sengon, atau mahoni – sehingga hasilnya tergolong minim.

Dia berharap, pemerintah lebih memperhatikan potensi tape singkong Watugedug dan mengembangkannya menjadi sentra produksi, sekaligus destinasi bagi masyarakat yang ingin melihat pembuatan dan membeli tape langsung dari sumbernya.

"Harapan saya camilan tradisional yang ada di sini bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan dapat berkembang menjadi sentra industri, atau menjadi desa wisata yang memberi edukasi tentang proses pembuatannya," imbuh dia.

Baca Juga: Saatnya Penggunaan Obat Herbal Tradisional Semakin Dilirik!

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive22 Juli 2026, 19:36 WIB

IMX Hub Bandung Dipadati Para Penghobi Kolektor Hot Wheels-Pokemon

Hari Pertama ‘Collector Garage’ telah Sukses Digelar.
Diorama IMX Hub. (Sumber: ist)
Techno22 Juli 2026, 16:29 WIB

Signal Ring Meluncurkan Pelacak Tekanan Darah Tanpa Manset Pertama di Dunia

Perangkat pengukur tekanan darah portabel inovatif yang bekerja dengan lancar dalam aktivitas harian Anda.
Signal Ring. (Sumber: ist)
Automotive22 Juli 2026, 15:51 WIB

New Toyota Hilux Dibekali Mesin 1GD dan Tampilannya Lebih Garang

Desain Lebih Gagah dan Fitur Lebih Advanced untuk Kualitas Berkendara yang Lebih Baik.
New Toyota Hilux. (Sumber: toyota)
Techno22 Juli 2026, 15:50 WIB

XLSmart x Google Hadirkan Paket Plus, Bisa Akses Aplikasi Gemini

Layanan ini berlaku bagi pengguna XL, Axis, maupun Smartfren dengan kriteria masing-masing.
Google.
Lifestyle22 Juli 2026, 12:22 WIB

Goblin Jadi Nomor 1 di Viu, Empat Pemainnya Kuasai Fundex

Para bintang Goblin merajai Korea selama sepekan dan teratas di Indonesia.
Poster Guardian: The Lonely and Great God 10th Anniversary. (Sumber: dok. viu)
Techno22 Juli 2026, 12:20 WIB

Jazz Hipster Umumkan 3-Way Bookshelf Speaker, Respons Lebih Mendalam

Memadukan Desain Sealed-Box Ringkas, Respons Bas 30 Hz, Arsitektur 3-Way, dan Konektivitas Digital Modern.
Jazz Hipster. (Sumber: istimewa)
Lifestyle22 Juli 2026, 10:11 WIB

Trailer Avengers: Doomsday, Doctor Doom Bertarung Melawan MCU, X-Men dan Avengers

Meski baru akan ditayangkan akhir tahun ini, tapi hype-nya semakin terasa.
Doctor Doom muncul di trailer pertama Avengers: Doomsday. (Sumber: marvel)
Techno22 Juli 2026, 10:06 WIB

Samsung Galaxy Card Resmi Hadir di Amerika Serikat

Kartu kredit pertama dari jenisnya untuk Samsung, menawarkan hadiah uang tunai untuk setiap pembelian.
Samsung Galaxy Card. (Sumber: Samsung)
Culture21 Juli 2026, 20:00 WIB

Nuanu Kolaborasi dengan Kolektif Seni Independen, Perluas Program Seni Kekinian

Repetisi Memori dan Lucid Dreams menghadirkan dua pameran independen yang berlangsung bersamaan di Labyrinth Art Gallery.
Nuanu Creative City. (Sumber: dok. nuanu)
Techno21 Juli 2026, 15:49 WIB

Google Ganti Nama NotebookLM Menjadi Gemini Notebook

Fitur-fitur baru akan ditambahkan untuk merayakan hal tersebut.
Gemini Notebook. (Sumber: Google)