Techverse.asia - Glamour camping atau biasa disebut glamping Pinus Pengger yang berlokasi di Jalan Dlingo-Patuk, Dusun Sendangsari, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi diluncurkan akhir Desember kemarin.
Baca Juga: Kota Perth Tawarkan Wisata Keluarga, Ada Alam hingga Edutainment
Soft launching glamping di area Wana Wisata Budaya Mataram Mangunan tersebut menjadi langkah penting terkait dengan pengembangan wisata alam berbasis masyarakat atau community-based tourism yang berkelanjutan dan kolaboratif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pengembangan glamping Pinus Pengger ini dilakukan dengan mengajak masyarakat sekitar sebagai pengelolanya dan juga melibatkan dukungan dunia usaha lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR).
Insiatif itu diharapkan dapat mendongkrak kualitas daya tarik wisata, memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat hingga menghadirkan pengalaman wisata yang bertanggung jawab.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengapresiasi atas kolaborasi dari beberapa pihak dalam menghadirkan fasilitas glamping di area Hutan Pinus Pengger. Menurutnya, hal ini adalah kolaborasi pentahelix yang luar biasa.
Baca Juga: Menyusuri Desa Jatimulyo, Kawasan Eksotis di Perbatasan DIY dan Jateng
"Enggak hanya lokasinya saja yang indah, tapi jadi bukti nyata cita-cita yang sudah muncul sejak lama yang akhirnya dapat terealisasi. Terima kasih kepada Angkasa Pura, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi," ujar Ni Made.
Ia mengatakan, total ada sepuluh unit glamping yang nantinya bakal diluncurkan. Keberagaman opsi akomodasi, bakal menjadi nilai tambah bagi wisatawan. "Berdiri di sini saja sudah terasa luar biasa, apalagi dengan adanya glamping ini yang bisa menjadi alternatif berbeda. Jadi, kami tidak perlu berkompetisi, melainkan menghadirkan pengalaman yang unik supaya wisatawan bisa punya pilihan," kata dia.
Dia juga menekankan pentingnya melakukan promosi sejak tahap soft launching dan memastikan keberlanjutan pengelolaan serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebelum glamping Pinus Pengger sepenuhnya beroperasi pada pertengahan tahun ini.
"Inovasi dan kolaborasi dapat menjadi contoh bagi daerah lain bahwa kerja sama bisa mewujudkan banyak hal. Untuk ke depannya, yang paling penting yaitu membuat suatu perencanaan yang berkelanjutan dan kesiapan SDM," terangnya.
Baca Juga: Geser Ke Transaksi Non-Tunai, Ada Area Parkir Di Sleman Mulai Pakai QRIS
Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menambahkan bahwa telah terjadi peningkatan kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru kemarin. Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat keterisian atau okupansi hotel di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman mencapai 80-85 persen.
"Sedangkan untuk daerah lainnya di DIY mencapai 80 persen. Dengan kondisi seperti ini, kami harus mampu mendistribusikan wisatawan ke daerah lain. Pinus Pengger kami harapkan bisa menjadi pilihan baru buat menginap saat glamping ini akan mulai dioperasikan pertengahan 2026 nanti," kata Imam.
Imam pun menyoroti pentingnya akan kesiapan SDM pengelola supaya wisatawan memperoleh pengalaman kunjungan yang berkualitas. Dengan begitu, mereka akan berkunjung kembali ke Pinus Pengger. Hal ini akan sangat membantu upaya penguatan kualitas turisme di Kota Gudeg.
"Kawasan Hutan Pinus harus mampu menjadi kawasan eksklusif dengan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung," ujarnya.
Baca Juga: Cari Sarapan Enak di Kota Jogja? Coba Saja ke Soto Lamongan Cak Ngun
Ketua Koperasi Notowono selaku pengelola Pinus Pengger Purwo Harsono, mengatakan kehadiran glamping menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat. Setelah melalui masa yang sangat sulit pandemi Covid-10, dukungan dari Pemda DIY dan berbagai pihak sangat berarti.
"Total ada 10 unit glamouring camp yang saat ini sudah kami siapkan dengan segmen pasar beragam. Harapannya dapat memberdayakan masyarakat dan memberi berkah bersama," ujar Purwo.
















