Techverse.asia - Baskit mengumumkan putaran pendanaan Seri A tahap awal sebesar US$4 juta atau setara dengan Rp68,54 miliar, yang dipimpin oleh Cento Ventures, serta diikuti partisipasi dari Analog Ventures, Kaya Founders, dan Orvel Ventures.
Sebagai informasi, Baskit adalah perusahaan rintisan yang fokus pada digitalisasi jaringan distribusi offline atau luring di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: TransTRACK akan Mempercepat Ekspansi ke 10 Negara
Pendanaan baru tersebut menyusul putaran pendanaan pre-seed dan seed yang mereka terima tiga tahun lalu, jadi total pendanaan ekuitasnya kini mencapai US$9,9 juta atau sekitar Rp169,75 miliar. Sementara itu, Baskit juga mendapat fasilitas kredit bergulir dari HSBC Innovation Banking senilai US$3 juta.
Dana segar itu akan dipakai untuk mendukung ekspansi perusahaan ke luar negeri maupun regional, dengan Filipina masuk sebagai pasar utamanya. "Indonesia merupakan basis utama usaha kami, sedangkan Filipina nantinya bakal menjadi babak baru dalam perjalanan kami," ungkap CEO dan Founder Baskit Yann Schuermans dalam siaran persnya kami kutip, Kamis (16/4/2026).
Tak hanya ekspansi geografis, modal ini juga akan mengakselerasi pengembangan infrastruktur berbasis Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan, membangun sistem tunggal yang mengintegrasikan software atau perangkat lunak, pembayaran, fasilitas kredit tertanam atau embedded credit, hingga alur kerja operasional.
Baca Juga: Hanya 15% Startup Tahap Seed yang Bisa Mendapat Pendanaan Seri A
"Layanan tersebut dibuat untuk memberikan akses permodalan inventaris bagi distributor dan meningkatkan likuiditas di seluruh rantai pasok," ujarnya.
Baskit yang beroperasi di wilayah di mana saluran offline masih menyumbang lebih dari 90 persen perdagangan, walaupun pertumbuhan lokapasar atau e-commerce terus mengalami peningkatan.
Startup ini berupaya menyediakan alat yang membantu merek dalam mengelola jaringan distribusi. Ini mencakup koordinasi dengan distributor, grosir, dan pengecer, sambil menawarkan visibilitas dalam inventaris serta kinerja.
Pendekatan operasional itu diklaim membuahkan hasil yang positif. Baskit tercatat mampu mencetak keuntungan yang konsisten dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir. Setelah peluncuran komersialnya, Baskit sudah bermitra dengan lebih dari 60 merek dan berkolaborasi dengan ratusan distributor serta grosir di Tanah Air.
Baca Juga: Koltiva dan Sugata Dukung Transformasi Rantai Pasok Kakao
"Jaringan kami mecakup saluran perdagangan umum dan ritel modern, termasuk pengecer seperti Circle K, Alfamart, dan Boots," ujarnya. Ini termasuk suatu pencapaian yang jarang terjadi bagi startup teknologi tahap awal di Asia Tenggara.
Bagian sentral dari model Baskit ialah integrasi layanan keuangan ke dalam pelantarnya. Baskit menyediakan solusi kredit serta pembiayaan yang terintegrasi guna mendukung distributor dalam membiayai stok maupun meningkatkan likuiditas.
"Kami juga menggandeng lembaga keuangan termasuk HSBC dan jaringan pembayaran seperti Visa," terangnya.
Para investor menyebutkan bahwa pendekatan Baskit fokus pada mengatasi kompleksitas distribusi luring di pasar yang terfragmentasi, yang dianggap sebagai fondasi guna pengembangan lebih lanjut layanan keuangan serta alat berbasis data.
Baca Juga: Pintarnya Umumkan Pendanaan Seri A Sebesar Rp272 Miliar
Sementara itu, Partner Cento Ventures Yuan Lee Chung mengungkapkan, Baskit termasuk salah satu perusahaan teknologi generasi anyar yang punya kedisplinan operasional, dan dibangun di atas infrastruktur ekonomi yang riil.
Hal senada juga disampaikan oleh Head of Innovation Banking HSBC Singapura Neli Falconer, menurutnya, merupakan suatu kebanggaan tersendiri bisa mendukung Baskit bertumbuh di Asia Tenggara lewat solusi pembiayaan yang dapat disesuaikan.
"Langkah ekspansi Basket ke Filipina tersebut terjadi di fase transisi yang tepat," kata Founding Partner Kaya Founders Paulo Campos.
Campos mengatakan, banyak merek yang awalnya fokus terhadap ranah digital sekarang mulai berekspansi ke jalur luring guna menerapkan strategi omnichannel atau lintas saluran demi bisa mencapai sasaran pasar yang lebih luas lagi.
Baca Juga: Praktis Dapat Pendanaan Seri A, Bantu UMKM Indonesia Tangani Rantai Pasokan















