Studi: Anak-anak di Australia Masih Bermain Sosial Media Meski Sudah Dilarang

Rahmat Jiwandono
Jumat 17 April 2026, 14:57 WIB
Ilustrasi anak bermain sosial media. (Sumber: freepik)

Ilustrasi anak bermain sosial media. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Banyak negara telah mulai menerapkan larangan media sosial bagi siapa pun yang berusia di bawah 16 tahun, tetapi jajak pendapat baru-baru ini mempertanyakan efektivitas undang-undang (UU) tersebut. Yayasan Molly Rose, sebuah organisasi amal yang berfokus pada pencegahan bahaya daring, baru-baru ini menerbitkan sebuah studi yang mensurvei 1.050 anak-anak Australia berusia antara 12 dan 15 tahun pada Maret 2026.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa 61 persen dari mereka yang berusia antara 12-15 tahun yang sebelumnya memiliki akses ke pelantar media sosial yang terdampak masih memiliki satu atau lebih akun aktif. Australia membuat keputusan pertama di dunia untuk melarang media sosial bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun, mulai tanggal 10 Desember 2025.

Baca Juga: Ikuti Langkah Selandia Baru, Australia Kini Akan Melarang TikTok

Meskipun baru beberapa bulan sejak larangan tersebut berlaku, jajak pendapat yayasan tersebut menyimpulkan bahwa larangan tersebut tidak memiliki "dampak positif atau negatif yang jelas terhadap kesejahteraan anak-anak." Studi tersebut juga mencatat bahwa 70 persen anak-anak yang mencoba mengakses pelantar yang dibatasi mengatakan bahwa mudah untuk mengakali larangan tersebut.

“Hasil ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas larangan media sosial Australia dan menunjukkan bahwa akan menjadi pertaruhan besar bagi Inggris untuk mengikuti langkah tersebut sekarang,” kata Andy Burrows selaku Chief Executive Officer (CEO) Yayasan Molly Rose, dalam sebuah pernyataan resminya dikutip Techverse.asia, Jumat (17/4/2026).

Pemerintah Australia juga telah menerbitkan temuannya sendiri pada Maret tahun ini yang meneliti bagaimana pelantar media sosial mematuhi larangan tersebut. Menurut laporan pemerintah, Snapchat, TikTok, Facebook, Instagram, dan Youtube saat ini sedang diselidiki atas potensi ketidakpatuhan.

Baca Juga: Komdigi Batasi Akses ke Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Laporan tersebut menambahkan bahwa badan eSafety Australia sedang menyelesaikan investigasi ini dan akan membuat keputusan tentang penegakan hukum pada pertengahan tahun 2026. Menurut laporan eSafety, wewenang penegakan hukum badan tersebut termasuk mengeluarkan pemberitahuan pelanggaran, meminta perintah pengadilan, dan "sanksi perdata hingga A$49,5 juta.

Seperti diketahui, mulai akhir 2024, Australia telah menyetujui UU yang melarang penggunaan media sosial untuk anak-anak di bawah 16 tahun. Setelah resmi diberlakukan akhir tahun kemarin, platform media sosial di pasar harus dapat menunjukkan bahwa mereka mengambil langkah-langkah yang wajar untuk memastikan verifikasi usia diberlakukan guna menghentikan anak di bawah umur mengakses layanan mereka.

Anggota parlemen Australia mengabaikan petisi oleh raksasa teknologi termasuk Google dan Meta untuk menunda larangan tersebut hingga akhir uji coba verifikasi usia. Itu dijadwalkan sekitar pertengahan tahun depan.

Baca Juga: Mulai 2026, Malaysia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Media Sosial

Namun dalam satu amandemen menit terakhir yang berfokus pada privasi, sebuah komite Senat menambahkan syarat bahwa platform media sosial tidak boleh memaksa pengguna untuk menyerahkan data pribadi seperti paspor atau ID digital lainnya untuk membuktikan usia mereka.

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese yakan anak-anak. "Media sosial membahayakan anak-anak kita dan saya akan menghentikannya. Saya telah berbicara dengan ribuan orang tua, kakek-nenek, bibi dan paman. Mereka, seperti saya, sangat khawatir tentang keselamatan anak-anak kita saat daring," katanya.

Menteri Komunikasi Australia Michelle Rowland mengungkapkan bahwa masa persiapan selama setahun akan memfasilitasi penerapan praktis batasan usia dengan masukan dari pemerintah.

Menurut otoritas Australia, terserah pada platform media sosial seperti X (sebelumnya Twitter), TikTok, Instagram, Facebook, dan kemungkinan Youtube untuk secara aktif guna mencegah anak di bawah umur mengakses jaringan tersebut. "Tanggung jawabnya bukan pada orang tua atau anak muda," ujar Albanese.

Baca Juga: ASUS Rilis Tetikus Nirkabel ZenMouse MD202, Punya 2 Varian Warna

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle21 April 2026, 15:31 WIB

Top Gun 3 Resmi Sedang Dalam Pengerjaan dengan Tom Cruise Kembali Berperan

Hal ini terungkap dalam gelaran CinemaCon di Las Vegas, AS.
Tom Cruise dalam film Top Gun: Maverick. (Sumber: Paramount Pictures)
Techno21 April 2026, 15:07 WIB

Fitur-fitur AI yang Dimiliki Realme 16 Series 5G

Bawa AI yang lengkap: Solusi Praktis untuk Hidup Lebih Efisien di Era Serba Cepat.
Realme 16 Pro Plus 5G Master Grey. (Sumber: Realme)
Automotive21 April 2026, 14:51 WIB

Spek Lengkap dan Harga Honda Supra GTR 150, Tersedia 2 Varian

Honda Supra GTR 150 Perkuat Segmen Bebek Sport 150cc di Indonesia.
Honda Supra GTR 150. (Sumber: Honda)
Techno21 April 2026, 14:09 WIB

John Ternus Gantikan Tim Cook Sebagai CEO Apple Mulai Awal September 2026

Cook sendiri bakal mengakhiri jabatannya menjadi CEO Apple selama 14 tahun terakhir.
John Ternus (kiri) akan menjabat sebagai CEO Apple menggantikan Tim Cook (kanan). (Sumber: Apple)
Startup20 April 2026, 21:58 WIB

Cove Mengakusisi Casa Mia Coliving, Punya Ribuan Kamar di Asia Pasifik

Pendapatan sewa tahunan pasca akuisisi diproyeksi tembus US$50 juta.
Cove resmi selesaikan akusisi Casa Mia. (Sumber: null)
Techno20 April 2026, 21:17 WIB

Spek dan Harga Sony Inzone H6 Air, Headset Gaming Berstruktur Akustik Open-back

Perusahaan turut meniagakan earbud gaming Inzone Buds dalam pilihan kelir baru.
Sony Inzone H6 Air. (Sumber: Sony)
Startup20 April 2026, 21:06 WIB

Kitar Amankan Pendanaan Pra-seri A Sebesar Rp171 Miliar, Perluas Jaringan di Indonesia

Ini adalah usaha rintisan di bidang barang bekas, yang menjual ponsel seperti iPhone.
Kitar. (Sumber: istimewa)
Techno20 April 2026, 20:57 WIB

DJI Osmo Pocket 4: Kamera Saku yang Mampu Merekam 4K dalam Cahaya Rendah

DJI hadirkan kemampuan pencitraan generasi berikutnya melalui Osmo Pocket 4 yang didukung sensor CMOS 1 inci.
DJI Osmo Pocket 4. (Sumber: DJI)
Automotive20 April 2026, 20:35 WIB

Ford Experience Center Sunter Jakarta Resmi Beroperasi, Terbagi 3 Area Utama

Program eksklusif selama grand opening, termasuk extended warranty dan tire warranty untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Ford Mustang Ecoboost di Ford Experience Sunter Jakarta. (Sumber: Ford)
Techno20 April 2026, 20:18 WIB

Alibaba.com Resmi Rilis Trade Assurance di Indonesia, Apa Fungsinya?

Menghadirkan ekosistem digital berbasis kepercayaan yang aman untuk membantu eksportir Indonesia menangkap permintaan global.
Alibaba memperkenalkan trade assurance. (Sumber: istimewa)