Batas Waktu Pelarangan TikTok Berlaku 5 April 2025, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Rahmat Jiwandono
Jumat 04 April 2025, 16:36 WIB
TikTok.

TikTok.

Techverse.asia - Batas waktu TikTok untuk menjual atau menyerahkan operasinya di Amerika Serikat (AS) semakin dekat. Perpanjangan 75 hari yang menunda pemberlakuan larangan TikTok secara nasional akan berakhir pada hari Sabtu (5/4/2025) besok, kecuali perusahaan tersebut akhirnya mencapai kesepakatan untuk menemukan pemilik baru.

Baca Juga: Spek Lengkap POCO M7 Pro 5G, Didukung Aplikasi Google Gemini

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan perusahaan induk TikTok yakni ByteDance didesak untuk menjual aplikasi tersebut akan diselesaikan sebelum batas waktu yang telah ditentukan tersebut.

"Kami memiliki banyak pembeli potensial. Ada minat yang luar biasa terhadap TikTok. Saya ingin TikTok tetap bertahan," kata Trump kepada wartawan kami lansir pada Jumat (4/4/2025).

Trump telah mengisyaratkan bahwa kesepakatan akan segera terjadi dan dapat dicapai sebelum batas waktu tersebut. Meskipun demikian, seperti apa bentuk kesepakatan tersebut masih sangat belum jelas.

Sejumlah pembeli yang berminat telah maju, termasuk Youtuber MrBeast, salah satu pendiri Reddit Alexis Ohanian, dan Perplexity AI. Oracle, yang hampir membeli TikTok pada 2020 dan merupakan bagian penting dari negosiasi TikTok sebelumnya untuk mengatasi masalah keamanan nasional, juga ikut serta.

Baca Juga: Reddit Menghapus Sistem 'Reddit Gold'

Bergantung pada tawaran mana yang menang, TikTok bisa jadi terlihat sangat berbeda. Namun, ByteDance tidak akan mengizinkan perusahaan lain mengambil alih kendali algoritma rekomendasi aplikasi yang didambakan itu. Itu berarti pemilik baru harus membangun ulang fitur utama TikTok.

Perplexity AI, misalnya, telah menyatakan akan mengambil alih tugas ini dengan merekayasa balik umpan 'Untuk Anda' atau 'For You' aplikasi, menjadikannya sumber terbuka, dan menerapkan semacam fitur pengecekan fakta bergaya Community Notes.

Salah seorang pendiri Reddit Alexis Ohanian, yang bergabung dengan sekelompok investor yang dikenal sebagai Project Liberty, telah mengisyaratkan visi untuk TikTok yang entah bagaimana terkait dengan teknologi blockchain.

Baca Juga: Nathaniel Bron Resmi Menjadi Kepala Komunikasi Global TikTok

Ada juga opsi lain yang berpotensi tidak terlalu mengganggu. Gedung Putih juga tengah mempertimbangkan kesepakatan yang akan memungkinkan investor AS TikTok yang ada untuk mengalihkan saham mereka ke perusahaan TikTok global independen yang baru.

Berdasarkan pengaturan ini, maka Oracle juga bisa mengawasi data TikTok di Negeri Paman Sam, sementara ByteDance bergantung pada algoritmanya, seperti yang dilaporkan oleh Financial Times pada Maret kemarin.

Ini mungkin akan menjadi transisi yang lebih lancar daripada penjualan penuh yang mengharuskan pemilik baru untuk membangun kembali sebagian besar aplikasi.

Aspek-aspeknya juga sangat mirip dengan ketentuan yang telah disetujui TikTok berdasarkan perjanjian sebelumnya dengan Oracle yang dikenal sebagai Project Texas.

Baca Juga: Hanya 12 Jam Ditutup, Donald Trump 'Selamatkan' Aplikasi TikTok di Amerika Serikat

Namun, kesepakatan semacam ini mungkin juga tidak sepenuhnya sah, seperti yang baru-baru ini ditunjukkan oleh Politico. UU Melindungi Warga Amerika dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing, UU yang disahkan oleh Kongres dan ditandatangani oleh mantan Presiden Joe Biden tahun lalu, menyerukan divestasi TikTok dan algoritmanya.

Juga tidak jelas apakah pejabat di Negeri Tirai Bambu akan bersedia menandatangani pengaturan semacam itu, meskipun Trump telah mengisyaratkan bahwa ia dapat menggunakan ancaman tarif sebagai daya ungkit negosiasi.

"Kami juga berurusan dengan China karena mereka mungkin ada hubungannya dengan itu. Dan kami akan lihat bagaimana hasilnya," papar Trump kepada wartawan selama akhir pekan.

Jadi apa yang terjadi jika 'kesepakatan' Trump tidak diselesaikan pada esok hari? Jawabannya, tampaknya, mungkin tidak ada. Donald Trump menyatakan bahwa ia kemungkinan akan memperpanjang batas waktu lagi jika waktu perpanjangan saat ini habis.

Baca Juga: ByteDance Diminta Menjual TikTok

Sementara itu, TikTok tidak mungkin berhenti beroperasi seperti yang terjadi (sebentar) pada Januari tahun ini ketika UU larangan pertama kali diberlakukan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle19 Maret 2026, 16:34 WIB

H&M Ingin Membuat Pakaian dari Gas Karbon Dioksida

Agar program ini bisa terwujud, merek fesyen asal Swedia ini menggandeng startup bernama Rubi.
H&M. (Sumber: H&M)
Techno19 Maret 2026, 16:22 WIB

Polytron Siap Hadirkan Dua Speaker Baru yang Compact dan Portable

Memperkuat posisi sebagai market leader speaker di Indonesia melalui produk compact dan portable yang dipersonalisasi untuk gaya hidup anak muda.
Logo Polytron. (Sumber: istimewa)
Lifestyle19 Maret 2026, 16:00 WIB

Jumlah Penonton One Piece Season 2 di Netflix Capai Belasan Juta dalam 4 Hari

One Piece merupakan manga tentang bajak laut yang dibuat oleh Eiichiro Oda.
One Piece Season 2. (Sumber: Netflix)
Techno19 Maret 2026, 15:49 WIB

Meta Meluncurkan Fitur Anyar untuk Perlindungan terhadap Penipuan

Pengguna akan diberi peringatan tentang aktivitas mencurigakan seperti penautan perangkat yang tidak dikenal dan permintaan pertemanan.
ilustrasi online scam (Sumber: freepik)
Lifestyle19 Maret 2026, 15:26 WIB

Charles & Keith Rilis Koleksi Ramadan 2026, Ada Tas dan Alas Kaki

Koleksi ini bisa menjadi pilihanmu untuk merayakan Lebaran 2026.
Koleksi edisi Ramadan dari Charles & Keith. (Sumber: istimewa)
Techno19 Maret 2026, 14:56 WIB

POCO X8 Pro Series Rilis Global, Cek Spesifikasi Lengkapnya

Seri ini terdiri dari dua ponsel yang mendukung untuk memainkan gim berat.
POCO X8 Pro Series. (Sumber: POCO)
Techno18 Maret 2026, 19:48 WIB

Lenovo Umumkan Legion Go Fold Concept, Dapat Dipakai dalam 4 Mode

Layarnya bisa dilebarkan dari 7 hingga 11 inci.
Konsep Legion Go Fold dalam mode layar penuh horizon. (Sumber: Lenovo)
Travel18 Maret 2026, 19:35 WIB

Pengiriman Hewan Peliharaan Melonjak Sekitar 6% Saat Arus Mudik Lebaran

KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Ilustrasi pengiriman hewan peliharaan melalui KAI Logistik. (Sumber: KAI)
Techno18 Maret 2026, 16:18 WIB

Pelanggan Apple Music Mendapatkan Alat Penemuan Musik Baru di TikTok

TikTok sekarang memungkinkan pelanggan Apple Music untuk memutar lagu secara penuh tanpa meninggalkan aplikasi.
Integrasi TikTok x Apple Music. (Sumber: tiktok)
Automotive18 Maret 2026, 15:54 WIB

Ducati Monster Tampil dengan Corak Sport Baru, Lebih Gahar

Tersedia di dealer mulai April 2026, corak Sport ini melengkapi pilihan warna Monster dan Monster Plus.
Ducati Monster dengan corak Sport. (Sumber: Ducati)