UGM x Indosat x Nvidia Hadirkan AI Technology Center

Rahmat Jiwandono
Jumat 21 Agustus 2026, 09:40 WIB
Peluncuran AI Technology Center di kampus UGM. (Sumber: UGM)

Peluncuran AI Technology Center di kampus UGM. (Sumber: UGM)

Techverse.asia - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Indosat Ooredoo Hutchison dan Nvidia telah resmi meluncurkan AI Technology Center di GIK UGM baru-baru ini. Peluncuran pusat teknologi AI ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem AI nasional yang menjadikan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan pengembangan talenta berbasis AI yang dapat menjawab berbagai persoalan di Indonesia.

Baca Juga: Apple Mengumumkan Perubahan untuk Aplikasi di Uni Eropa

Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan bahwa sejak tahun 2023, UGM berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan AI dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan UGM AI Society sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin.

“Sejak 2023, UGM telah berkomitmen untuk mewujudkan universitas cerdas melalui optimalisasi pemanfaatan AI di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut adalah menginisiasi pengembangan UGM AI Society,” paparnya.

UGM, lanjutnya, telah melakukan berbagai riset AI yang telah berkembang dan memberikan kontribusi baik di tingkat nasional maupun internasional. “Pengembangan tersebut antara lain mencakup pemanfaatan AI dalam penanganan pandemi Covid-19, etika AI, dukungan terhadap diagnosis tuberkulosis, serta teknologi pertanian pintar,” katanya.

Baca Juga: Indosat x Nvidia Berambisi Beri Layanan AI hingga Pelosok Indonesia

Menurutnya, kolaborasi ini menciptakan berbagai produk unggulan yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Di antaranya aplikasi manajemen bencana, platform AI untuk analisis dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, terdapat juga teknologi smart agriculture yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan AI.

Ia berharap, kolaborasi ini tidak berhenti pada pembangunan pusat teknologi, tetapi terus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global.

“Kami berharap sinergi ini akan terus melahirkan solusi inovatif di bidang kecerdasan buatan, serta terobosan teknologi yang akan bermanfaat bagi Indonesia dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan di kancah global,” ujarnya.

Baca Juga: Wacana Blokir IMEI, CfDS UGM: Jangan Buat Kebijakan yang Bisa Meresahkan Masyarakat

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menuturkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pencipta inovasi AI. Menurutnya, persoalan Indonesia bukan karena kekurangan talenta, melainkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang belum merata.

Investasi pada manusia menjadi bagian penting agar Indonesia siap menghadapi perkembangan AI. Ia menambahkan, dalam pemanfaatannya perlu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, termasuk pertanian, pendidikan, dan tenaga kesehatan.

“Namun yang terpenting, masyarakat harus merasakan manfaatnya. Kami memproduksi di Indonesia untuk Indonesia dan untuk dunia,” katanya.

Indosat memilih UGM sebagai salah satu mitra karena memiliki komitmen kuat terhadap riset dan inovasi. Menurutnya, komitmen yang dibutuhkan dalam pengembangan pusat AI bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga waktu dan keseriusan seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga: Nvidia Blackwell GeForce RTX 50 Series: Lompatan Baru Grafis Komputer AI

“Ini soal penelitian, ini soal inovasi. Jadi, komitmennya bukan soal uang, melainkan soal waktu bagi semua orang,” imbuhnya.

Vice President of Solutions Architecture and Engineering Nvidia, Marc Hamilton, menjelaskan pentingnya keberadaan infrastruktur AI atau AI factory untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut. Ia mengibaratkan AI factory seperti pabrik yang mengolah bahan baku berupa data menjadi model AI yang menghasilkan nilai.

AI Factory adalah konsep yang sangat menarik. Prinsip kerjanya sama seperti reaktor. Menerima bahan baku, mengolahnya, dan menghasilkan barang jadi,” katanya.

Baca Juga: Kian Meningkat, Kawasan Indo-Pasifik Hadapi Risiko Kecerdasan Buatan

Menurutnya, Indonesia memiliki modal talenta yang besar. Ia menyebut terdapat lebih dari 500 ribu pengembang perangkat lunak Indonesia yang terdaftar di GitHub. Akan tetapi, pengembangan AI membutuhkan infrastruktur komputasi yang lebih besar.

Karenanya, akses terhadap AI Factory perlu diperluas agar mahasiswa, universitas, dan perusahaan di Indonesia dapat mengembangkan teknologi AI secara mandiri.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Tips21 Agustus 2026, 14:01 WIB

5 Tips Jaga Kesehatan Telinga Supaya Pendengaran Tetap Prima

Telinga manusia jika tidak dijaga kebersihannya maka berpotensi terjadi gangguan pendengaran.
Ilustrasi bersihkan telinga pakai cotton bud. (Sumber: infosehatasia)
Techno21 Agustus 2026, 13:57 WIB

ChatGPT for Teens: Cegah Kecurangan dan Lindungi Mental Remaja

OpenAI akan berupaya memasukkan semua pengguna muda ke dalam pengalaman baru tersebut secara otomatis.
ChatGPT untuk pemakaian anak muda. (Sumber: OpenAI)
Startup21 Agustus 2026, 12:55 WIB

Hatch 2026 Cari 15 Startup Fase Awal untuk Perkuat Fondasi Bisnis

Program ini beri pendampingan intensif 12 minggu agar startup fokus pada pertumbuhan sehat, unit economics, dan bisnis berkelanjutan.
Hatch 2026. (Sumber: Komdigi)
Techno21 Agustus 2026, 12:53 WIB

Framework Laptop 12 Kini Ditenagai Prosesor Intel Core Series 3

Laptop termurah Framework baru saja mendapatkan peningkatan spesifikasi yang signifikan
Framework Laptop 12. (Sumber: null)
Lifestyle21 Agustus 2026, 12:50 WIB

Pengangguran Sarjana Terus Bertambah, Begini Penjelasan Pengamat

Menjawab tantangan pengangguran terdidik, pemerintah didorong memperkuat pusat pelatihan vokasi modern dibanding mendirikan kampus baru.
Ilustrasi orang berpendidikan tinggi yang jadi pengangguran. (Sumber: freepik)
Techno21 Agustus 2026, 09:40 WIB

UGM x Indosat x Nvidia Hadirkan AI Technology Center

Perkembangan AI saat ini mampu menyelesaikan persoalan dengan aturan yang kaku menuju persoalan yang semakin terbuka dan kompleks.
Peluncuran AI Technology Center di kampus UGM. (Sumber: UGM)
Automotive21 Agustus 2026, 09:35 WIB

BMW Passato Memulai Perjalanan Bersejarah Menuju SEMA Show 2026

Pengiriman armada ini membawa energi penuh dari peringatan kemerdekaan Indonesia.
BMW Passato. (Sumber: istimewa)
Techno21 Agustus 2026, 09:33 WIB

Apple Mengumumkan Perubahan untuk Aplikasi di Uni Eropa

Ini adalah perubahan terbaru yang didasarkan pada tantangan hukum di bawah Digital Markets Act.
Uni Eropa.
Startup20 Agustus 2026, 16:18 WIB

Pendanaan Anjlok, Gimana Kualitas 3.100 Perusahaan Rintisan di Indonesia?

Menperin soroti kesenjangan mutu ekosistem di tengah melonjaknya 3.100 startup aktif di Indonesia.
Agus Gumiwang Kartasasmita. (Sumber: Unpad)
Techno20 Agustus 2026, 16:18 WIB

AI Tak Lagi Cuma Mencatat, Comu Action Pro Ubah Obrolan Jadi Kerja Nyata

Rekan kerja berbasis AI seukuran saku yang mengubah percakapan sehari-hari menjadi email tindak lanjut, draf presentasi, dan daftar tindakan yang sudah rampung.
Comu Action Pro. (Sumber: Comu)