Wacana Blokir IMEI, CfDS UGM: Jangan Buat Kebijakan yang Bisa Meresahkan Masyarakat

Rahmat Jiwandono
Rabu 22 Oktober 2025, 15:32 WIB
Ilustrasi IMEI. (Sumber: istimewa)

Ilustrasi IMEI. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kenkomdigi) Indonesia belum lama ini melakukan pembekuan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) TikTok lantaran pelantar media sosial ini menolak untuk memberi data lengkap periode 25-30 Agustus ketika terjadi gejolak sosial dan politik terkait dengan aksi demonstrasi di dalam negeri.

Baca Juga: Samsung Galaxy XR Resmi Rilis Global, Harganya Lebih Murah Ketimbang Apple Vision Pro

Meski demikian, Komdigi telah resmi mencabut pembekuan sementara TDPSE TikTok. Namun beberapa waktu berselang, Komdigi kembali memunculkan wacana mengenai pemblokiran dan pendaftaran ulang nomor internasional atau International Mobility Equipment Identity (IMEI) dengan dalih perlindungan terhadap konsumen.

Deputi Sekretaris Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada (CfDS UGM) Iradat Wirid mengatakan, isu tentang pemblokiran IMEI juga sebelumnya pernah disebutkan yang merupakan sebagai bentuk wacana yang dilempar oleh Komdigi guna melihat sejauh mana respons masyarakat.

"Saya kira hal ini cukup sering dilakukan yang dalam istilah politik dinamakan sebagai testing the water untuk melihat respons publik seperti apa," kata Iradat pada Rabu (22/10/2025).

Menurut dia, aturan tentang pemblokiran serta pendaftaran ulang IMEI tersebut belum juga ada kejelasan sejauh ini. Sebab, walau pun sudah diumumkan secara resmi oleh Menkomdigi Meutya Hafid, tapi belum ada aturan turunan yang disahkan.

Baca Juga: Nekat Jual Beli iPhone 16 di Indonesia? Awas IMEI Bakal Kena Blokir!

"Kalau tujuannya guna melindungi konsumen, saya pikiran aturan turunannya harus segera disahkan atau aturan soal perlindungan data masyarakat perlu lebih dahulu untuk harus disahkan," ujarnya.

Teknik melempar wacana seperti itu hendaknya pemerintah sudah punya rencana yang klir guna mewujudkannya. Bukan cuma sekadar melempar wacana saja yang belum ada kejelasan arahnya.

Disinggung soal penggunaan identitas kependudukan yang lebih solid seperti pemakaian nomor Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP), katanya, perlu untuk dipertimbangkan agar menjadikannya sebagai regulasi yang enggak membebani masyarakat.

"Sama halnya dengan mendaftarkan ulang kembali dan administrasi sementara aturan perlindungan data pribadi yang belum terlindungi dengan baik melalui aturan turunan, saya pikir hal ini akan menambah beban pemerintah untuk bertanggung jawab lebih banyak untuk apa yang seharusnya tidak harus dilakukan," terang dia.

Baca Juga: Indonesia Rancang UU Perlindungan Data Pribadi, Ini UU PDP Di Sejumlah Negara ASEAN

Namun begitu, dia menekankan bahwa dengan adanya wacana isu pemblokiran dan pendaftaran ulang nomor IMEI itu belum bisa dikatakan adanya upaya kontrol negara karena perlu dilihat aturan-aturan yang akan dibuat berikutnya. Sebenarnya, lanjutnya, narasi itu sudah muncul lima tahun yang lalu kala isu PSE tersebut mencuat pada 2020.

"Ada ketakutan namun sejauh ini kita masih bisa bersuara," tambahnya.

Tapi dalam menyikapi wacana anyar dari Komdigi tersebut, masyarkat harus tetap waspada terhadap aturan-aturan baru yang bakal muncul. Publik perlu mengkritisi lantaran kekinian juga suara publik masih punya kekuatan untuk mengawal. Jadi, hubungan antara masyarakat, pelantar, atau industri ini kemudian dengan pemerintah itu harus dijaga transparansinya.

"Transparansi yang dimaksud adalah pemerintah harus bisa mengomunikasikan kebijakan publik secara lebih baik supaya tak menimbulkan praduga yang bisa membuat masyarakat resah," katanya.

Baca Juga: Oppo Find X9 Series Resmi Meluncur di China, Baterainya Tahan 2 Hari?

Sebagai informasi, IMEI ialah sebuah kode unik 15 digit yang berfungsi untuk mengidentifikasi setiap perangkat seluler, seperti smartphone dan tablet. Fungsi utamanya yakni mengelola dan mengidentifikasi perangkat di jaringan seluler, serta guna melacak dan memblokir ponsel yang hilang atau dicuri.

IMEI pun dipakai buat memverifikasi keaslian gawai dan mendaftarkannya agar berfungsi dengan baik di jaringan lokal. Cara buat cek IMEI di smartphone kalian cukup ketik dial *#06# pada perangkat milik kalian, atau juga bisa cek langsung di menu pengaturan, pilih tentang ponsel, status atau informasi perangkat.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup28 Januari 2026, 19:41 WIB

Startup Milik Elon Musk Dapat Pendanaan Seri E Sebesar Rp335 Triliun

Startup dibalik chatbot Grok ini tampaknya masih menarik minat para investor.
xAI. (Sumber: istimewa)
Techno28 Januari 2026, 18:55 WIB

Motorola Signature Pakai Cip Snapdragon 8 Gen 5, Warnanya Terkurasi oleh Pantone

Motorola menetapkan standar baru untuk penyempurnaan kelas dunia dengan peluncuran Motorola Signature.
Motorola Signature. (Sumber: Motorola)
Automotive28 Januari 2026, 18:26 WIB

Yamaha Fazzio Hybrid 2026 Hadir dengan Kelir Anyar, Berapa Harganya?

Motor ini tersedia dalam tipe Lux, Neo, dan Hybrid.
Yamaha Fazzio Hybrid 2025 punya warna-warna baru. (Sumber: Yamaha)
Techno28 Januari 2026, 17:21 WIB

ASUS Rilis Laptop Gaming TUF Gaming A14 yang Telah Diperbarui

Model A14 terbaru menggabungkan desain ultraportabel dengan performa luar biasa yang didukung oleh AI.
ASUS TUF Gaming A14. (Sumber: ASUS)
Lifestyle28 Januari 2026, 16:46 WIB

Dua Hal Pemicu Terjadinya Jam Kerja Panjang di Indonesia

Ini menurut temuan ahli ekonom dari UGM.
Ilustrasi bekerja (Sumber: freepik)
Techno28 Januari 2026, 16:24 WIB

Sennheiser Meluncurkan Model-model Baru Headphone dan Earbud Berkabel

CX 80U dan HD 400U menghadirkan audio digital berperforma tinggi untuk pendengar modern.
Headphone Sennheiser HD 400U (kiri) dan earbud kabel CX 80U. (Sumber: Sennheiser)
Travel28 Januari 2026, 15:05 WIB

Sanggraloka Ubud Bali Banyak Dikunjungi Wisatawan Korea Selatan

Wisatawan Korea Dominasi Ubud, Menikmati Model Baru Eco-Luxury Retreat dari Bali.
Aktivitas jelajah sungai di Sanggarloka Ubud. (Sumber: istimewa)
Techno28 Januari 2026, 14:23 WIB

Sony Hadirkan 2 Turntable Nirkabel Baru, Cocok untuk Pemula dan Audiophile

Pemutar piringan hitam ini memiliki konektivitas nirkabel, pengoperasian yang mudah, kualitas suara yang tinggi, dan desain yang apik.
Sony PS-LX5BT. (Sumber: Sony)
Automotive27 Januari 2026, 19:53 WIB

Harley Davidson Perkenalkan Motor Baru 2026, Ada Tipe Grand American Touring

Koleksi Enthusiast Baru - Model Edisi Liberty Merayakan Ulang Tahun ke-250 Amerika Serikat.
Harley Davidson Street Glide Limited (kiri) dan Road Glide. (Sumber: Harley Davidson)
Lifestyle27 Januari 2026, 19:31 WIB

ASUS ROG Rilis Tas Archer Messenger 14 dan Archer Backpack 16

Dua tas ini menawarkan gaya, daya tahan, dan kenyamanan bagi para gamer yang selalu bepergian.
ASUS ROG Archer Messenger 14 (kiri) dan Archer Backpack 16. (Sumber: ASUS)