Nvidia Membeli Aset Startup Chip AI Groq Senilai Ratusan Triliun

Rahmat Jiwandono
Senin 29 Desember 2025, 17:00 WIB
Ilustrasi chipset Groq. (Sumber: Groq)

Ilustrasi chipset Groq. (Sumber: Groq)

Techverse.asia - Nvidia terus maju dengan taruhan lain pada booming perihal kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dengan menyetujui kesepakatan lisensi dengan usaha rintisan (startup) perangkat keras (hardware) AI, Groq.

Baca Juga: Edimakor V4.5.0 Meluncurkan NanoBanana Pro dan Multi-Avatar Dialogue

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, maka Nvidia akan mempekerjakan pendiri Groq yakni Jonathan Ross, Presiden Sunny Madra, dan karyawan lainnya. Groq diharapkan untuk terus beroperasi secara independen setelah apa yang mereka sebut sebagai kesepakatan lisensi non-eksklusif.

Nvidia dilaporkan mengakuisisi aset dari Groq senilai US$20 miliar atau setara dengan Rp335 triliunan. Disadur dari Techcrunch, Nvidia menyebutkan bahwa ini bukan akuisisi perusahaan dan tidak berkomentar tentang cakupan kesepakatan tersebut.

Jika nominal akuisisi yang dilaporkan tersebut akurat, maka pembelian ini diperkirakan akan menjadi pembelian terbesar Nvidia, dan dengan Groq di pihaknya, Nvidia siap untuk menjadi lebih dominan dalam manufaktur chipset.

Baca Juga: Apple Hadirkan Chipset M5, Lompatan Besar Berikutnya dalam Kinerja AI

Saat perusahaan teknologi bersaing untuk mengembangkan kemampuan kecerdasan buatan mereka, pastinya mereka membutuhkan daya komputasi, dan GPU Nvidia telah muncul sebagai standar industri.

Tetapi Groq telah mengerjakan jenis chipset yang berbeda yang disebut Language Processing Unit (unit pemrosesan bahasa), yang diklaim dapat menjalankan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) sepuluh kali lebih cepat dan menggunakan sepersepuluh energi.

Chief Executive Officer (CEO) Groq Jonathan Ross, dikenal karena inovasi semacam ini - ketika bekerja untuk Google, dia membantu menciptakan TPU (tensor processing unit), sebuah chipset akselerator AI khusus.

Selain Ross, pendiri Groq adalah Douglas Wightman. Dia merupakan mantan seorang insinyur di Google yang juga memulai proyek yang menjadi chipset TPU pertama Google, sebelum meninggalkan raksasa teknologi tersebut untuk mendirikan Groq.

Baca Juga: SoftBank Batalkan Rencana Kerja Sama Chip AI dengan Intel

TPU tersebut memang dirancang khusus untuk mempercepat tugas pembelajaran mesin skala besar yang dirancang untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan, dan merupakan pesaing utama GPU Nvidia.

Groq sendiri dikenal karena unit pemrosesan bahasanya, yang merupakan chipset khusus yang dirancang untuk inferensi kecerdasan buatan, yaitu, proses di mana model AI terlatih membuat prediksi atau keputusan. Startup ini bernilai sekitar US$6,9 miliar tiga bulan lalu dan mengumpulkan sekitar US$750 juta dalam putaran pendanaan terbarunya.

Sementara itu, pertumbuhan Groq juga terbilang cepat dan signifikan - perusahaan menyatakan bahwa mereka mendukung aplikasi berbasis kecerdasan buatan lebih dari dua juta pengembang, meningkat dari sekitar 356 ribu aplikasi pada tahun lalu.

Baca Juga: Lintasarta Rilis GPU Merdeka dengan Dukungan Nvidia: Dorong Capai Potensi Digital

Dengan pembelian ini, semua pekerja Groq dan anggota tim lainnya diperkirakan akan bergabung dengan Nvidia, perusahaan paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$4,5 triliun. Di samping itu, kesepakatan antara kedua perusahaan ini muncul seiring dengan meningkatnya jenis kesepakatan baru di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS).

Sementara perusahaan rintisan tradisional bertujuan untuk go public atau diakuisisi, kesepakatan akuisisi-perekrutan baru dapat meninggalkan sebagian karyawan perusahaan rintisan, hanya menguntungkan sebagian kecil anggota staf dengan keterampilan kecerdasan buatan yang diinginkan dan para pendiri.

Sebagai contoh, pada tahun lalu, Google setuju untuk membayar US$2,5 miliar untuk melisensikan teknologi Character.AI tetapi hanya mempekerjakan dua pendiri bintangnya dan 20 persen karyawan perusahaan rintisan tersebut. Pada tahun yang sama, pengembang AI Adept dan Inflection juga membuat kesepakatan serupa dengan Amazon dan Microsoft, masing-masing.

Baca Juga: Amazon Meluncurkan Ocelot, Chipset Komputasi Kuantum Pertamanya

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno07 Juli 2026, 11:14 WIB

Edifier Hadirkan Headset Gaming G5 Max, Bisa Dipakai Selama 305 Jam

Perangkat ini sudah bisa dibeli dengan harga sekitar Rp2,7 jutaan.
Edifier G5 Max. (Sumber: edifier)
Techno06 Juli 2026, 20:40 WIB

Harga Xbox Model S dan X Naik, Setop Produksi Model 2TB

Kenaikan harga ini disebabkan oleh mahalnya harga cip akibat booming AI.
Xbox Series S (Sumber: Xbox)
Lifestyle06 Juli 2026, 19:32 WIB

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle I Tayang di Crunchyroll, Kapan?

Anime Sensasional Ini Pecahkan Rekor Box Office Tahun Lalu, Menjadi Film Anime Terlaris Sepanjang Masa.
Demon Slayer Infinity Castle. (Sumber: null)
Techno06 Juli 2026, 17:27 WIB

Harga Resmi Oppo Reno 16 Series di Indonesia, Ada Aksesori Bubble

Konsumen yang melakukan pre-order ponsel-ponsel ini berkesempatan mendapatkan total benefit hingga Rp5,1 juta.
Oppo Reno 16 Series x Babymonster.
Lifestyle06 Juli 2026, 16:19 WIB

Menabung Tak Harus Nominal Besar, Pakar: Perlu Bangun Disiplin Finansial

Budaya menabung bukan hanya menyisihkan pendapatan di akhir bulan, melainkan perlu konsisten.
Ilustrasi menabung uang (Sumber: freepik)
Techno06 Juli 2026, 14:56 WIB

Pembaruan Youtube Shorts Kini Membuatnya Lebih Mirip dengan TikTok

Shorts kini juga menawarkan clear mode yang jelas-jelas dicuri dari TikTok.
Youtube Shorts.
Startup06 Juli 2026, 14:53 WIB

Amity Robotics Tutup Seed Round Senilai 7 Juta Dolar, Bangun AI Fisik

Startup yang berbasis di Negeri Gajah Putih ini mendapat modal dari tiga perusahaan modal ventura.
Amity Robotics. (Sumber: ist)
Techno06 Juli 2026, 12:51 WIB

Amazfit Helio Strap Pro: Membawa Kecerdasan Pergerakan yang Dipakai di Tubuh ke Hyrox

Sistem multi-sensor baru menangkap detak jantung, kualitas gerakan, stabilitas, dan beban otot untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kinerja dalam kondisi kelelahan.
Amazfit Helio Strap Pro. (Sumber: null)
Startup06 Juli 2026, 10:37 WIB

GrabKeluarga Fitur Remaja Beri Rasa Aman Saat Anak Bepergian Naik Ojol

Fitur ini dirancang untuk remaja usia 13-18 tahun.
GrabKeluarga fitur remaja. (Sumber: Grab)
Automotive04 Juli 2026, 08:49 WIB

Drift King Keiichi Tsuchiya akan Meramaikan IMX 2026 Next Gen Culture

Mari mengenal sosok drifter ini lebih jauh.
Keiichi Tsuchiya.