Techverse.asia - Film karya Josh Safdie yang berjudul Marty Supreme, menampilkan Timothée Chalamet sebagai pemain pingpong Marty Mauser di tahun 1950-an. Sinopsisnya berbunyi: “Seorang pemuda dengan mimpi yang tak seorang pun hormati pergi ke neraka dan kembali untuk mengejar kebesaran.”
Marty Supreme sejatinya telah tayang global pada akhir tahun kemarin. Namun, film ini baru akan dirilis di Indonesia pada 25 Februari 2026 di bioskop-bioskop terpilih di seluruh negeri. Dalam film tersebut, Chalamet beradu akting dengan Gwyneth Paltrow, yang berperan sebagai bintang film terkenal yang menjalin hubungan asmara dengan Marty di perjalanan.
Para pemeran lainnya di film Marty Supreme yang beragam termasuk Fran Drescher sebagai ibu Marty, rapper Tyler the Creator, pesulap Penn Jillette, Odessa A’zion, tokoh Shark Tank Kevin O’Leary (alias Mr. Wonderful), dan Abel Ferrara.
Baca Juga: Film Fast Forever Terkonfirmasi akan Tayang pada 17 Maret 2028
Marty Supreme menandai debut Josh Safdie sebagai sutradara sejak menyutradarai Uncut Gems bersama saudaranya, Benny Safdie, dan film fitur solo pertamanya sejak debutnya pada 2008, The Pleasure of Being Robbed. Josh menulis Marty Supreme bersama Ronald Bronstein; keduanya memproduseri bersama Eli Bush, Anthony Katagas, Chalamet, dan A24.
Drama komedi olahraga ini merupakan kisah fiksi dari Marty Reisman, peraih lima medali perunggu di Kejuaraan Tenis Meja Dunia yang meninggal pada 2012 silam. Sementara itu, sinematografer Darius Khondji menyatakan bahwa Timothée Chalamet menjalani pelatihan intensif untuk memerankan bintang tenis meja tersebut.
“Dia ingin menjadi seperti pemain tenis meja (profesional) sungguhan ketika mulai syuting,” papr Khondji.
Chalamet sendiri telah lama menjadi penggemar berat Safdie bersaudara, menulis esai untuk Variety pada 2019 tentang film thriller Adam Sandler mereka, Uncut Gems.
Baca Juga: Timothée Chalamet Berlatih Harmonika Selama 5 Tahun untuk Memerankan Bob Dylan
“Mereka berdua terus menerbitkan karya-karya kontemporer, mentah, dan tanpa batasan selama dekade terakhir, setiap film dibangun berdasarkan ciri-ciri film sebelumnya, tetapi tidak pernah mengorbankan kekasaran bawaan mereka,” ujar aktor dalam film The Dune itu.
Oscar 2026
Pada ajang Academy Awards yang ke-98 atau lebih dikenal dengan Oscar 2026, Marty Supreme pun sukses meraih total sembilan nominasi, yang meliputi Best Picture, Best Actor, Best Director, Best Original Screenplay, Best Cinematography, Best Film Editing, Best Costum Design, Best Production Design, dan Achievement in Casting.
Apakah film ini berdasarkan kisah nyata?
Para penonton telah mengamati kesamaan (selain hanya nama) antara karakter Chalamet dan legenda tenis meja Marty Reisman. Dalam obituarinya tahun 2012, New York Times menggambarkan Reisman sebagai seorang ahli tenis meja, olahraga di mana ia meraih kejuaraan nasional, memenangkan dan kehilangan kekayaan, dan membuat penonton tertawa.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa Reisman memenangkan sbeanyak 22 gelar dari tahun 1942-2002, dan bahwa ia melakukan perjalanan ke seluruh dunia, “menangkap bintang film dan maharaja” dalam permainan tersebut.
Baca Juga: Wings Air Buka Rute Penerbangan Langsung Jogja-Bandung, Terbang 7 Kali dalam Sepekan
Deadline turut melaporkan bahwa meskipun semangat dan alur karakter Timothée Chalamet yang penuh tipu daya terinspirasi dari Reisman, film ini pada akhirnya dianggap fiksi dan plotnya tidak akan selaras secara akurat dengan kehidupan atlet sebenarnya.
Lokasi syuting
Marty Supreme sebagian besar berlatar di Kota New York, Amerika Serikat (AS). Beberapa toko di Orchard Street di Lower East Side mendapatkan sentuhan tahun 1950-an, menampilkan papan nama dan dekorasi jendela yang usang dan bergaya vintage.
Laporan tersebut juga menyebutkan perlakuan serupa pada sebuah restoran di Upper East Side, serta deretan mobil retro di Lexington Ave. Chalamet dan Paltrow juga terlihat berciuman di lokasi syuting di Central Park.
Baca Juga: Trailer Pertama Film The Odyssey: Matt Damon Berjuang untuk Pulang

















