ASEAN Foundation Rilis Digital Outlook dan Kunci Riset Kesiapan Adopsi AI

Rahmat Jiwandono
Selasa 17 Februari 2026, 18:10 WIB
ASEAN Foundation. (Sumber: istimewa)

ASEAN Foundation. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - ASEAN Foundation, dengan dukungan Google.org, secara resmi meluncurkan ASEAN Digital Outlook serta memaparkan temuan kunci penelitian/riset AI Ready ASEAN dalam acara AI Ready ASEAN: 3rd Regional Policy Convening yang berlangsung di Manila, Filipina belum lama ini.

Disusun bersama ASEAN Digital Senior Officials’ Meeting (ADGSOM), laporan ASEAN Digital Outlook selaras dengan prioritas tata kelola digital di tingkat kawasan yang mencakup aspek kematangan digital, pembangunan infrastruktur, hingga kesiapan institusi.

Kehadiran laporan ini menjadi bagian dari kemajuan Program AI Ready ASEAN yang sejauh ini telah menjangkau lebih dari lima juta penerima manfaat, melatih 100 ribu peserta dalam kecakapan AI tingkat lanjut, serta mencetak lebih dari 3.000 pelatih (master trainers) di seluruh Asia Tenggara.

Upaya ini dilakukan di tengah perubahan yang pesat. Digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) kini tengah membentuk ulang lanskap ekonomi, sistem pendidikan, hingga layanan publik di Asia Tenggara dengan kecepatan yang luar biasa.

Baca Juga: AI Ready ASEAN Sukses Digelar, Lebih Terhubung dengan Kecerdasan Buatan

Mengingat populasi kawasan ini telah melampaui 660 juta jiwa dan hampir sepertiganya merupakan generasi muda di bawah usia 20 tahun, kemampuan ASEAN dalam mengadopsi AI secara bertanggung jawab akan menjadi faktor penentu dalam pengembangan keterampilan masa depan, terbukanya lapangan kerja, serta perluasan inklusi sosial.

Di saat yang sama, ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh dari U$300 miliar menjadi US$1 triliun pada 2030, menghadirkan peluang ekonomi yang signifikan sekaligus risiko yang semakin kompleks.

Seiring dengan pesatnya adopsi AI di berbagai sektor, kebutuhan akan pemanfaatan AI yang inklusif, bertanggung jawab, dan dikelola secara efektif kini menjadi prioritas bagi pemerintah, institusi, dan masyarakat di seluruh kawasan.

Baca Juga: Jurnalis di Asia Tenggara Khawatir AI Dapat Mempengaruhi Kualitas Berita

Dua studi ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan mengalihkan fokus dari sekadar akses dan penggunaan menuju pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kesiapan, tata kelola, serta dampak jangka panjang AI.

“Di seluruh kawasan ASEAN, kita melihat penggunaan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan sistem kita untuk mengarahkannya,” uja Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation.

Ia mengatakan bahwa studi ini menggeser fokus pembahasan dari sekadar apakah kecerdasan biatan (AI) sudah digunakan, menjadi apakah institusi, pendidik, dan masyarakat benar-benar siap. Bukti seperti ini penting untuk merancang kebijakan yang melindungi kepercayaan publik, memperkuat keterampilan, serta memastikan AI memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya bagi ekonomi.

Laporan ASEAN Digital Outlook memberikan penilaian regional yang komprehensif mengenai infrastruktur digital dan AI, tata kelola, serta kesiapan keamanan siber di seluruh negara-negara anggota ASEAN.

Baca Juga: Kian Meningkat, Kawasan Indo-Pasifik Hadapi Risiko Kecerdasan Buatan

Meskipun sejumlah negara telah menunjukkan kemajuan dalam memperkuat infrastruktur digital, studi ini menyoroti adanya ketimpangan pada tingkat kematangan digital dan kapasitas institusional di kawasan tersebut.

Kesenjangan yang masih terjadi pada keterampilan digital, kepercayaan publik, kesiapan siber, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab mempertegas keterbatasan dari pendekatan nasional yang bersifat fragmentasi.

Di sisi lain, penelitian AI Ready ASEAN mengevaluasi kesiapan AI di sepuluh negara-negara anggota ASEAN dengan fokus pada komunitas pendidikan. Riset ini menempatkan siswa, pendidik, dan orang tua sebagai key actors yang membentuk cara AI diadopsi, dipahami, serta dikelola.

Temuan riset mengungkapkan adanya kesenjangan yang konsisten antara tingginya tingkat penggunaan AI dengan kesiapan yang sebenarnya, terutama dalam hal literasi AI, pemahaman etika, dan dukungan institusional.

Baca Juga: Vero Luncurkan Rover, Agensi Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara

"Sementara bagi siswa cenderung lebih cepat mengadopsi berbagai perangkat AI, pendidik dan orang tua masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kurangnya kepercayaan diri hingga keterbatasan bimbingan dan akses pelatihan yang terstruktur," katanya.

Berdasarkan hasil riset, tingkat penggunaan AI di kalangan siswa di Indonesia tergolong sangat tinggi, dengan 95,25% responden melaporkan telah menggunakan model AI generatif. Sementara itu, angka penggunaan di kalangan pendidik (46,20%) dan orang tua (62,19%) masih lebih rendah, yang menunjukkan adanya kesenjangan penggunaan antar generasi.

Riset ini juga mencatat bahwa pendidik lebih lambat dalam menggunakan jenis perangkat AI lainnya (27,29%) dibanding siswa (53,25%), yang menegaskan bahwa siswa cenderung lebih cepat mengadopsi teknologi ini.

Selain itu, kurang dari separuh pendidik menyatakan bahwa institusi mereka telah menyediakan panduan kebijakan AI, dukungan keamanan siber, maupun pelatihan yang memadai.

Baca Juga: Peramban Opera Sekarang Didukung Kecerdasan Buatan Anyar dari Google

Secara keseluruhan, temuan dari kedua studi ini menunjukkan bahwa di seluruh kawasan ASEAN, adopsi AI dan teknologi digital melaju lebih cepat dibandingkan kesiapan institusi, etika, maupun masyarakat.

Siswa menjadi pengguna perangkat AI yang paling aktif, sementara para pendidik dan orang tua melaporkan tingkat kepercayaan diri dan literasi yang lebih rendah.

Di saat yang sama, meningkatnya berbagai risiko seperti penipuan daring, penipuan berbasis deepfake, misinformasi, hingga kebocoran data, kian mengikis kepercayaan terhadap sistem digital serta mempertegas urgensi akan kerangka tata kelola yang lebih kuat.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup16 Maret 2026, 20:11 WIB

Skorcard x Visa: Memperluas Akses Kartu Kredit Digital di Indonesia

Kolaborasi ini menghadirkan kartu kredit yang aman dan transparan dengan akses lebih luas bagi masyarakat.
Skorcard x Visa.
Techno16 Maret 2026, 19:21 WIB

Siap Sambut Idulfitri, Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional

Lintasarta menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan layanan digital bagi pelanggan di berbagai sektor strategis selama periode Idulfitri 1447 H.
Persiapan Lintasarta menghadapi Idulfitri. (Sumber: dok. lintasarta)
Automotive16 Maret 2026, 17:08 WIB

Rivian R2 akan Meluncur Tahun Ini, Cek Varian dan Harganya

Untuk melihat lebih detail tentang level trim dan harga R2, lihat rinciannya di sini.
Rivian R2 Performance. (Sumber: Rivian)
Techno16 Maret 2026, 16:44 WIB

JBL Hadirkan Speaker PartyBox dan 2 Mikrofon Nirkabel Baru

Cek lebih jelas mengenai spesifikasi lengkap dan harga dari ketiga perangkat ini.
Speaker JBL PartyBox On-the-Go 2 Plus dan mikrofon nirkabel EasySing. (Sumber: JBL)
Startup16 Maret 2026, 15:27 WIB

Program My First $1000 Resmi Bergulir, Ratusan Wirusaha Muda Ikut Berpartisipasi

Sebanyak 108 tim pemuda Singapura memulai perjalanan kewirausahaan selama delapan minggu di bawah program tersebut.
Para peserta My First US$1000 di Singapura. (Sumber: East Ventures)
Techno16 Maret 2026, 15:15 WIB

Rayneo Air 4 Pro Batman Edition Rilis Global, Ada Pelindung Cahaya Khusus

Kacamata pintar edisi khusus ini juga ditawarkan dalam Joker Edition.
RayNeo Air 4 Pro Batman Edition.
Automotive16 Maret 2026, 14:17 WIB

Honda Resmi Mengumumkan Setop Produksi 3 Mobil Listrik

Tambahkan beberapa lagi ke tumpukan EV mati yang masih berasap.
Honda 0 Saloon Prototype (Sumber: Honda)
Techno16 Maret 2026, 13:33 WIB

Honor MagicBook Pro 14 Ditenagai Prosesor Intel Core Ultra Series 3

Laptop ini tersedia dalam tiga pilihan warna cerah.
Honor MagicBook Pro 14. (Sumber: Honor)
Techno13 Maret 2026, 17:33 WIB

X Memperbarui Creator Subscriptions dengan Sejumlah Fitur Anyar

Ini adalah bagian dari upaya monetisasi yang lebih luas yang disebut 'Creator Subscriptions 2.0.'
Aplikasi X/Twitter. (Sumber: Getty Images)
Techno13 Maret 2026, 17:13 WIB

Realme Perkenalkan Ramadan Campaign 2026 Lewat TVC

Kompetisi #MakeSorryReal, mendorong anak muda membagikan momen permintaan maaf dengan hadiah ratusan juta rupiah.
Hadiah yang bisa kamu menangkan dari program TV Commercial. (Sumber: Realme)