Kian Meningkat, Kawasan Indo-Pasifik Hadapi Risiko Kecerdasan Buatan

Rahmat Jiwandono
Jumat 24 Oktober 2025, 15:20 WIB
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)

(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)

Techverse.asia - Laporan Menjaga Masa Depan: AI, Infrastruktur Penting, dan Kesiapan Regulasi di Kawasan Indo-Pasifik’ menunjukkan bahwa kawasan Indo-Pasifik menghadapi kerentanan sistemik yang semakin meningkat pada infrastruktur penting dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang telah menjadi bagian integral dari sistem tenaga listrik, transportasi, layanan darurat, dan layanan esensial lainnya.

Baca Juga: ChatGPT Atlas: Peramban Web Bertenaga AI, Tersedia di MacOS

Diterbitkan hari ini oleh Protostar Strategy bekerja sama dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) di Australia, para mitra di India, Indonesia, dan Singapura, serta didukung oleh Palo Alto Networks, studi ini menekankan bahwa AI telah beralih dari janji masa depan menjadi realitas operasional.

Penerapan AI membuka manfaat efisiensi dan ketahanan, namun juga menimbulkan tantangan seperti pencemaran data, manipulasi adversarial, dan sistem yang saling terhubung erat di mana kegagalan teknis dapat menyebar melintasi batas negara.

“AI kini sudah menjadi bagian yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan digunakan untuk mengoperasikan sistem-sistem ini, tetapi apakah pemerintah mendorong keamanan penggunaan AI pada waktunya,” papar Tobias Feakin, penulis laporan dan mantan Duta Besar Australia untuk Urusan Siber dan Teknologi Kritis, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga: Laporan Cyber Signals: Menavigasi Ancaman Siber dan Memperkuat Pertahanan di Era AI

Menurut Tobias, wilayah Indo-Pasifik berada di garis depan baik dalam adopsi digital maupun persaingan geopolitik. Tanpa pendekatan yang terpadu, negara-negara berisiko menciptakan celah yang dapat dimanfaatkan oleh aktor siber yang canggih.

“Jika mereka dapat bersatu, mereka tidak hanya akan mengamankan ketahanan mereka sendiri tetapi juga membentuk standar yang akan diikuti oleh negara lain,” ujarnya.

Berdasarkan workshop tingkat tinggi dengan para pembuat kebijakan dan pemimpin industri di Australia, India, Indonesia, dan Singapura, laporan ini menyoroti beberapa tren kunci di kawasan:

  • Indonesia: Inovasi dan dinamika sektor swasta Indonesia melampaui tata kelola sehingga menciptakan risiko ketergantungan dan kerentanan sistemik;

  • Australia mengadopsi pendekatan yang mengutamakan ketahanan, namun belum ada kerangka kerja yang menjamin penggunaan AI;

  • India mengalami adopsi AI yang cepat, namun fragmentasi regulasi dan kapasitas negara yang tidak merata mengekspos sistem esensialnya;

  • Singapura memiliki model tata kelola yang paling proaktif dan dapat diadaptasi di kawasan ini; kelincahannya berpotensi menjadi standar yang dapat diadaptasi bagi negara lain di kawasan.

Baca Juga: 3 Ancaman Yang Harus Diwaspadai, Ketika Kita Tak Berhati-hati Dengan Jejak Digital

Managing Director AmCham Indonesia Donna Priadi menyatakan, seiring dengan terus berkembangnya ekonomi digital Indonesia, risiko siber pun semakin meningkat. Laporan ini berfungsi sebagai sumber daya penting bagi pembuat kebijakan dan pemimpin industri untuk secara proaktif mengelola ancaman-ancaman ini dan memastikan masa depan digital yang aman dan sejahtera,” ujar Donna.

Palo Alto Networks meyakini laporan ini menyediakan kerangka kerja yang penting bagi pembuat kebijakan dan pemimpin industri untuk berkolaborasi dalam menentukan arah ke depan. Mereka berharap dapat berkontribusi dalam diskusi berkelanjutan tentang penerapan AI yang aman dan bertanggung jawab untuk infrastruktur penting dan pemerintah di kawasan Indo-Pasifik.

Laporan tersebut turut menekankan bahwa pendekatan yang terfragmentasi menciptakan peluang bagi serangan siber dan arbitrase kebijakan, dan menyampaikan beberapa usulan jalur kerjasama ke depan yang didasarkan pada:

  • Kerangka kerja yang menjamin interoperabilitas (pengujian, evaluasi, verifikasi, dan validasi) yang dapat diadopsi secara sukarela dan, apabila terdapat kesesuaian, diintegrasikan ke dalam praktik sektoral yang sudah ada;

  • Kerja sama lintas sektor antara pemerintah dan swasta untuk berbagi informasi ancaman, memperbaiki tanggapan terhadap insiden, dan mengembangkan praktik terbaik secara berulang;

  • Pemanfaatan pelantar regional termasuk Asia Tenggara dan Quad untuk mengembangkan pendekatan yang dapat dipercaya, skalabel, dan dapat dipindahkan, yang mampu mendukung ketahanan dan pasar terbuka.

Baca Juga: Palo Alto Network Luncurkan Revolusi Proteksi Cloud dengan Kemampuan Intelijensi


Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 Juli 2026, 15:59 WIB

Manson Cheung Siap Hadir di IMX 2026

Dia adalah Sosok di Balik Kolaborasi Ikonik Pop Culture Hingga Hot Wheels Formula 1 Collection.
HWCCI x IMX Dinner. (Sumber: istimewa)
Techno29 Juli 2026, 15:28 WIB

Alasan Kecerdasan Buatan akan Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Pesatnya perkembangan AI juga akan berdampak terhadap konstelasi politik dunia.
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)
Startup29 Juli 2026, 14:07 WIB

East Ventures Sebut Talenta Muda Jadi Kunci Kemajuan Indonesia di Era AI

Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam membangun fondasi digitalnya.
Ilustrasi talenta digital muda. (Sumber: East Ventures)
Techno29 Juli 2026, 14:05 WIB

Palo Alto Networks Ungkap Identitas Mesin Kini Melampaui Jumlah Identitas Manusia

Dengan semakin pesatnya adopsi AI agentik, tool identitas yang terfragmentasi menciptakan kesenjangan tata kelola yang tidak mampu ditangani oleh arsitektur keamanan tradisional.
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber: istockphoto)
Travel29 Juli 2026, 12:08 WIB

The St. Regis Bali Gelar Jack's Club Mulai Juli-September 2026, Suguhkan Musik Jazz

Pengunjung dapat menikmati musik jazz sekaligus makanan atau minuman khas yang fancy.
Jack's Club hadir di The St Regis Bali. (Sumber: ist)
Techno29 Juli 2026, 11:34 WIB

Qualcomm akan Segera Menaikkan Harga Mulai 1 September 2026

Kenaikan harga akan diterapkan pada prosesor yang dikirim setelah tanggal tersebut.
Qualcomm. (Sumber: Getty Images)
Lifestyle29 Juli 2026, 09:53 WIB

Ryan Gosling Bakal Membintangi Film Ghost Rider, Tayang 2028?

Sementara itu, Black Panther III akan tayang pada tanggal 15 Desember 2028.
Ryan Gosling akan memainkan karakter Ghost Rider. (Sumber: Marvel Studio)
Techno29 Juli 2026, 09:51 WIB

Oppo A6c: Ponsel Entry Level dengan Baterai 7000mAh

Perangkat ini memiliki dua varian memori.
Oppo A6c. (Sumber: Oppo)
Techno28 Juli 2026, 16:15 WIB

ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Dijual di Indonesia, Beda Varian Beda Harga

Gawai ini diposisikan sebagai solusi ideal bagi profesional yang membutuhkan performa AI kuat, portabilitas tinggi, serta keandalan bisnis dalam satu paket.
ExpertBook P5 G2. (Sumber: ASUS)