Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh: Ganti Komponen Sel Baru

Rahmat Jiwandono
Rabu 11 Maret 2026, 15:44 WIB
Ilustrasi berpuasa. (Sumber: freepik)

Ilustrasi berpuasa. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Praktik puasa yang dijalankan umat muslim selama bulan Ramadhan, tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Durasi puasa yang berkisar 12-14 jam, bahkan lebih di beberapa negara, memicu proses autofagi, yakni mekanisme alami tubuh dalam membersihkan dan mendaur ulang sel-sel yang rusak serta menggantinya dengan komponen sel yang baru.

Dosen gizi kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih menjelaskan bahwa autofagi membutuhkan sekitar 12-16 jam dalam prosesnya. Dengan durasi tersebut, ia menilai puasa Ramadhan sudah cukup memenuhi standar terjadinya detoksifikasi tubuh.

“Durasi puasa dapat memicu autofagi di dalam tubuh manusia. Sebab, autofagi membutuhkan sekitar 12-16 jam, sementara puasa Ramadhan bisa 13-14 jam, bahkan di beberapa negara bisa lebih panjang,” ujarnya.

Autofagi berperan dalam proses detoksifikasi sekaligus perbaikan sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa mekanisme ini berkaitan dengan stabilitas kadar gula darah, peningkatan efektivitas dan sensitivitas kerja insulin, penurunan berat badan, hingga penurunan kadar kolesterol.

Baca Juga: ASICS Luncurkan Nagino Collection untuk Merayakan Hari Perempuan Internasional

“Autofagi tersebut bisa menjadi sebuah detoksifikasi dan perbaikan sel-sel yang rusak. Mampu menstabilkan gula darah, memberikan efektivitas kerja dan sensitivitas insulin, mengurangi berat badan, dan menurunkan kadar kolesterol,” katanya.

Perbedaaan antara puasa Ramadhan dan Intermittent Fasting (IF) atau puasa intermiten, menurutnya, keduanya sama-sama memberikan manfaat kesehatan, namun memiliki karakteristik berbeda, terutama dalam hal penurunan berat badan. Pada IF penurunan berat badan umumnya terjadi karena pemanfaatan cadangan lemak dalam tubuh secara lebih optimal.

Sementara pada puasa Ramadan, penurunan berat badan tidak hanya disebabkan oleh pembakaran lemak, tetapi juga karena berkurangnya asupan cairan selama berpuasa. “Kalau IF, berat badan turun karena pemanfaatan lemak sisa di tubuh, sementara puasa Ramadan karena kekurangan cairan serta pemanfaatan lemak tubuh,” terangnya.

Mirza mengungkapkan bahwa dari sisi metabolisme glukosa, manfaat puasa terhadap sensitivitas insulin disebut konsisten di berbagai kelompok usia dan kondisi kesehatan. Pada individu sehat, puasa membantu menjaga sensitivitas insulin tetap optimal.

Baca Juga: Hari Pertama Puasa, UMY Bagikan Ribuan Takjil

Bagi mereka yang berada dalam kondisi pradiabetes, puasa dapat membantu proses regulasi glukosa sehingga insulin bekerja lebih maksimal. Namun, bagi penderita diabetes tipe 2, diperlukan perhatian khusus terutama terkait konsumsi obat dan pengaturan pola makan.

Ia mengingatkan bahwa pasien diabetes yang rutin mengonsumsi obat tetapi tidak mengontrol pola makan saat berbuka dan sahur justru berisiko mengalami hipoglikemia. “Yang rutin minum obat, tetapi menjalankan puasa dan makanannya tidak terkontrol, justru akan berisiko terkena hipoglikemi. Maka, kalau divonis diabetes, jangan cuma fokus sama obat tetapi juga dengan pola makannya,” katanya.

Selain itu, perubahan pola tidur dan waktu makan selama Ramadan dinilai tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Meskipun terjadi pergeseran jam biologis, kondisi tersebut hanya berlangsung sementara selama satu bulan. “Memang saat bulan puasa ada perbedaan durasi tidur dan makanan. Namun, selama itu tidak perlu khawatir ada perubahan ritme sirkadian, karena waktunya cuma satu bulan,” imbuhnya.

Baca Juga: Tips dari Dokter Tim Sepakbola Agar Tetap Sehat Selama Berpuasa Ramadan

Dari sisi psikologis, menurut Mirza, puasa juga berpengaruh terhadap stabilitas emosi. Kondisi yang dikenal sebagai sugar rush, yakni respons reaktif akibat asupan gula berlebihan, dapat diminimalkan selama puasa karena aliran glukosa dalam tubuh lebih terkendali.

Ia menjelaskan bahwa dengan berkurangnya lonjakan gula darah, seseorang cenderung lebih tenang dan tidak mudah tersulut emosi. “Dengan puasa, banjir kanal glukosanya lebih terkendali, jadi kita bisa lebih tenang dan otak kekurangan glukosa jadi lebih sabar, tidak tersulut emosi,” ungkapnya.

Terkait pemenuhan gizi, ia menekankan bahwa puasa pada dasarnya tidak mengurangi kebutuhan nutrisi, melainkan hanya menggeser waktu konsumsi makanan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memastikan asupan zat gizi yang seimbang dan kompleks saat sahur maupun berbuka.

“Pada Ramadan bisa tetap memenuhi kebutuhan gizi karena hanya jamnya yang berbeda. Yang jadi masalah adalah ketidaktahuan kita untuk memenuhi gizi kita,” katanya.

Baca Juga: Tips Mempersiapkan Puasa Untuk Kamu Pejuang Gerd

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby24 April 2026, 18:15 WIB

Daftar Nama Pelatih Tim Nasional E-Sports Indonesia untuk ENC 2026

Mereka akan mengatur seleksi pemain dan membentuk tim di berbagai judul game berbasis tim terkemuka.
Pengumuman daftar pelatih tim nasional e-sports Indonesia di ENC 2026.
Techno24 April 2026, 17:15 WIB

Impact.com x Youtube: Bantu Dongkrak Pendapatan bagi Kreator dan Merek

Integrasi memberi merek cara langsung untuk menemukan kreator, mengaktifkan sponsor, dan mengukur kinerja menggunakan data pihak pertama yang tepercaya.
Impact.com x Youtube. (Sumber: istimewa)
Startup24 April 2026, 17:01 WIB

4 Startup Indonesia Ikut Berpartisipasi di Event Sushi Tech Tokyo 2026

Tujuannya agar bisa memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat global.
Sushi Tech Tokyo 2026. (Sumber: istimewa)
Techno24 April 2026, 15:30 WIB

Dyson Supersonic Travel: Pengering Rambut yang Mudah Dibawa Kemana Saja

Dengan kompatibilitas tegangan universal, mesin ini cocok untuk mereka yang menginginkan penataan rambut cepat di mana pun berada.
Dyson Supersonic Travel. (Sumber: Dyson)
Automotive24 April 2026, 15:12 WIB

Tiket OTS untuk IMX 2026 Prambanan Masih Tersedia, Dimeriahkan Arbie Seo

Dalam event otomotif ini juga akan ada peluncuran lagu tema yang berjudul "Big Bang IMX."
IMX 2026 di Candi Prambanan. (Sumber: istimewa)
Techno24 April 2026, 14:11 WIB

Oppo Enco Clip 2 Punya 2 Pilihan Warna yang Kontras

Earbud ini menampilkan desain modis dan penyetelan suara oleh Dynaudio.
Oppo Enco Clip 2. (Sumber: dok. oppo)
Lifestyle24 April 2026, 13:58 WIB

Dickies x Harley Davidson Kembali dengan Merilis Koleksi “Built to Outlast”

Koleksi edisi terbatas kedua ini memberikan penghormatan kepada mereka yang dikenal telah meninggalkan jejak.
Dickies x Harley Davidson. (Sumber: Dickies)
Techno24 April 2026, 13:44 WIB

Realme C100 Segera Masuk ke Indonesia, Bawa Konsep Blooming Design

Realme C100 Series hadir dengan kombinasi daya tahan baterai luar biasa.
Realme C100 warna Glory White.
Automotive23 April 2026, 17:26 WIB

Hyundai IONIQ 3 Mengaspal di Eropa, Tersedia 2 Pilihan Baterai

Anggota terbaru dari jajaran IONIQ menjadikan mobilitas listrik lebih intuitif, nyaman, dan relevan untuk di Eropa.
Hyundai IONIQ 3. (Sumber: Hyundai)
Techno23 April 2026, 17:03 WIB

Langganan WhatsApp Plus akan Segera Diluncurkan dengan Fitur-fitur Baru

Fitur berbayar tersebut meliputi stiker eksklusif, obrolan yang disematkan, tema aplikasi, dan banyak lagi.
Pelanggan WhatsApp Plus akan mendapatkan akses ke paket stiker premium. (Sumber: istimewa)