Techverse.asia - Framework kembali menghadirkan pembaruan signifikan pada laptop modular andalannya. Kali ini giliran Framework Laptop 12, model 12 inci convertible yang sebelumnya diluncurkan pada 2025, mendapat penyegaran hardware besar-besaran.
Pembaruan ini menghadirkan prosesor Intel Core Series 3 (kode nama Wildcat Lake), dukungan Thunderbolt 4, Wi-Fi 7, opsi keyboard backlight, pembaca sidik jari, serta opsi pre-built dengan sistem operasi Linux Fedora. Framework Laptop 12 dikenal sebagai laptop 2-in-1 yang ringan, mudah diperbaiki, dan sangat modular.
Baca Juga: UGM x Indosat x Nvidia Hadirkan AI Technology Center
Desainnya tetap mempertahankan filosofi perbaikan dan upgrade yang menjadi ciri khas Framework: hampir semua komponen bisa diganti sendiri oleh pengguna. Dengan pembaruan kali ini, laptop berukuran 12,2 inci ini semakin menarik bagi mahasiswa, profesional yang butuh portabilitas, hingga penggemar Linux.
Layar tetap menggunakan panel touchscreen 12,2 inci beresolusi 1920x1200 dengan kecerahan lebih dari 400 nits. Layar ini mendukung stylus USI 2.0 dan engsel 360 derajat sehingga bisa digunakan dalam mode tablet.
Bobotnya sekitar 1,3 kg dengan ketebalan sekitar 18,45 mm, menjadikannya sangat portabel. Jantung dari pembaruan ini adalah prosesor Intel Core Series 3. Ada tiga pilihan prosesor yakni Core 3 304, Core 5 320, dan Core 7 350.
Framework mengklaim bahwa prosesor baru ini dirancang khusus untuk laptop entry-level berdaya rendah. Hasilnya, suhu lebih terkontrol, kipas lebih tenang, dan daya tahan baterai meningkat signifikan.
Baca Juga: Acer Rilis Laptop Swift AI Copilot Plus Baru, Pakai Cip Intel Core Ultra Series 3
Pada pengujian internal, model Core 5 320 mampu memberikan daya tahan baterai hingga 70 persen lebih lama saat streaming Netflix 4K dibandingkan versi Core i5-1334U generasi sebelumnya. Kapasitas baterai tetap 50 Wh, tetapi efisiensi prosesor membuat perbedaan yang terasa.
Memorinya mendukung DDR5 hingga 6400 MT/s dengan kapasitas maksimal 64 GB (satu slot SO-DIMM yang mudah di-upgrade). Penyimpanan menggunakan SSD M.2 2230 hingga 2 TB. Konektivitas juga naik kelas. Empat slot Expansion Card tetap ada, tetapi dua slot belakang kini mendukung Thunderbolt 4.
Ini memungkinkan koneksi ke dua layar eksternal 4K 60 Hz sekaligus atau bahkan eGPU. Dua slot depan kini USB 3.2 Gen 2, namun semua slot tetap mendukung pengisian daya. Modul Wi-Fi diganti menjadi Wi-Fi 7 (Intel BE213 yang bisa diganti) dengan dukungan Multi-Link Operation di band 2,4/5/6 GHz.
Baca Juga: Honor MagicBook Pro 14 Ditenagai Prosesor Intel Core Ultra Series 3
Fitur baru yang banyak diminta pengguna adalah keyboard backlight (dengan firmware open source) dan fingerprint reader yang terintegrasi di tombol power. Kedua fitur ini menjadi standar pada konfigurasi Core 5 dan Core 7 pre-built, sementara pada edisi DIY keyboard backlight tersedia sebagai opsi.
Sasis tersedia dalam beberapa pilihan warna: pre-built hanya hijau (Sage), sedangkan DIY Edition menawarkan hitam, abu-abu, lavender, pink (Bubblegum), dan hijau. Dari sisi sistem operasi, Framework mendengarkan data pengguna. Hampir 80 persen pemilik Laptop 12 generasi sebelumnya menjalankan Linux.
Karena itu, konfigurasi pre-built termurah kini dilengkapi Fedora 44 KDE Plasma secara default. Jika ingin Windows 11 Home, pengguna harus menambah biaya $100. Framework juga sudah menyiapkan dukungan untuk berbagai distro Linux lain agar siap saat perangkat dikirim.
Harga menjadi salah satu daya tarik utama. Edisi DIY (tanpa RAM dan storage) dimulai dari US$549 untuk Core 3 304. Pre-built dengan Linux Fedora dimulai dari U$699 (Core 3 304, 8 GB RAM, 512 GB SSD, warna hijau).
Untuk konfigurasi yang lebih tinggi, Core 5 pre-built (biasanya 16 GB RAM) harganya sekitar US$1.099 dan Core 7 pre-built (biasanya 32 GB RAM) sekitar US$1.399.













