Techverse.asia - Bumble, aplikasi kencan yang selama lebih dari satu dekade dikenal dengan filosofi “wanita yang membuat langkah pertama”, akhirnya melakukan perubahan besar. Mulai 11 Agustus 2026, siapa pun dalam sebuah match - baik pria, wanita, maupun non-biner - dapat mengirim pesan pertama. Aturan klasik yang menjadi identitas utama aplikasi tersebut resmi dihapus.
Perubahan ini mulai berlaku secara global sejak 11 Agustus 2026. Pengguna yang sudah match sekarang bisa langsung mencoba mengirim pesan pertama tanpa menunggu lawan jenisnya bergerak lebih dulu. Dengan jendela waktu 72 jam dan dorongan untuk menulis pesan yang lebih thoughtful, Bumble berharap kualitas interaksi di aplikasi meningkat, bukan sekadar kuantitas.
Baca Juga: LG Xboom Blast: Speaker Pesta yang Dirancang untuk Outdoor
Perubahan ini diumumkan langsung oleh pendiri sekaligus CEO Bumble, Whitney Wolfe Herd. Ia menjelaskan bahwa ide awal “wanita memulai percakapan” memang terasa radikal pada 2014. Namun, tujuan sebenarnya bukan untuk memaksakan satu cara berinteraksi, melainkan menciptakan pengalaman yang lebih aman dan nyaman, terutama bagi perempuan.
“Hari ini komunitas kami meminta lebih banyak fleksibilitas, lebih sedikit tekanan, dan lebih banyak kesempatan untuk menciptakan koneksi yang bermakna. Evolusi ini bukanlah penyimpangan dari visi awal kami, melainkan realisasi dari visi tersebut,” ujarnya.
Menurut data survei internal Bumble, sebanyak 66 persen wanita menyatakan lebih suka jika pria yang mengirim pesan pertama. Banyak di antara mereka merasa aturan lama justru menambah beban dan stres. Ketika diuji coba, distribusi pesan pembuka menjadi lebih seimbang antara pria dan wanita, serta tingkat inisiasi percakapan meningkat secara keseluruhan.
Baca Juga: Tinder Rilis Fitur Mak Comblang, Teman atau Keluarga Bisa Bantu Pilihkan Pasangan
Selain itu, 62 persen pengguna baik pria maupun wanita mengaku merasa lebih percaya diri ketika memiliki kebebasan memilih kapan dan bagaimana percakapan dimulai.
Bersamaan dengan pelonggaran aturan pengirim pesan pertama, Bumble juga memperpanjang batas waktu balasan. Sebelumnya, match akan hangus jika tidak ada respons dalam 24 jam. Kini jangka waktu tersebut diperpanjang menjadi 72 jam.
Langkah ini diambil karena banyak pengguna merasa kesulitan membalas cepat akibat kesibukan. Bumble mengakui bahwa di era modern, banyak peluang koneksi hilang bukan karena kurang minat, melainkan karena timing yang tidak tepat.
Untuk menjaga kualitas percakapan, Bumble menambahkan sistem deteksi pesan berkualitas rendah. Jika pengguna mencoba mengirim pesan pembuka yang terlalu singkat atau generik seperti satu kata saja, aplikasi akan menampilkan peringatan dan mendorong mereka menulis pesan yang lebih bermakna.
Baca Juga: Tinder Punya High End Membership, Apa Saja Benefitnya?
“Fitur ini diharapkan mampu mengurangi spam dan pesan yang terkesan malas, yang selama ini menjadi keluhan umum di aplikasi kencan,” ungkap dia.
Sebenarnya, Bumble sudah mulai melonggarkan aturan lama sejak 2024 melalui fitur “Opening Moves”. Fitur tersebut memungkinkan wanita memasang prompt atau pertanyaan di profil, sehingga pria bisa menjawabnya sebagai cara “memulai” percakapan.
Untuk match sesama jenis dan yang melibatkan pengguna non-biner, kebebasan saling mengirim pesan pertama sudah berlaku lebih dulu. Perubahan terbaru ini menyederhanakan seluruh sistem dan menghilangkan batasan gender sepenuhnya.
Langkah besar ini datang di tengah tantangan bisnis yang dihadapi Bumble. Laporan keuangan kuartal kedua 2026 menunjukkan pendapatan turun 15,2 persen year-over-year menjadi 210,5 juta dolar AS. Jumlah pengguna berbayar juga diperkirakan terus menurun.
Baca Juga: Hati-Hati Penipuan Menggunakan Sosok Deepfake di Aplikasi Kencan
Industri kencan online secara keseluruhan tengah mengalami kejenuhan. Banyak pengguna mengeluhkan kelelahan swiping dan pengalaman yang terasa repetitif. Bumble sendiri sudah mulai mengeksplorasi masa depan tanpa swipe, memperbanyak acara offline (IRL events), serta mengandalkan fitur AI seperti asisten Bee yang diluncurkan sebelumnya.














