Spotify Akan Mulai Memberikan Label pada Artis AI dengan Fitur Baru Ini

Rahmat Jiwandono
Rabu 19 Agustus 2026, 10:28 WIB
Spotify AI Persona. (Sumber: null)

Spotify AI Persona. (Sumber: null)

Techverse.asia - Di tengah gelombang konten buatan kecerdasan buatan (AI) yang semakin membanjiri platform streaming, Spotify mengambil langkah yang lebih dalam daripada sekadar menandai lagu. Perusahaan tersebut kini menempatkan fokus pada pertanyaan paling mendasar: apakah sosok di balik musik itu benar-benar manusia?

Mulai pertengahan September 2026, pendengar akan menemukan badge “AI Persona” pada sejumlah profil artis. Tanda ini secara jelas menyampaikan bahwa identitas yang ditampilkan - nama, wajah, dan narasi yang menyertainya - kemungkinan besar tidak merujuk pada orang sungguhan.

Badge tersebut akan terlihat di berbagai tempat strategis: di bagian atas profil, di deskripsi artis, saat pencarian, serta di samping judul lagu dalam playlist. Keputusan ini lahir dari umpan balik yang terus-menerus datang dari pengguna.

Banyak pendengar mengaku kecewa ketika menyadari bahwa sosok yang mereka ikuti, yang tampak memiliki wajah realistis dan biografi yang meyakinkan, ternyata hanyalah konstruksi digital. Spotify mengakui bahwa hubungan antara seniman dan penggemar hanya bisa tumbuh di atas fondasi kepercayaan.

Baca Juga: Rasakan Pengalaman Main Call of Duty: Modern Warfare 4 di Monitor Samsung

Ketika identitas artis diragukan, rasa kedekatan itu mudah retak. Yang menarik, Spotify tidak membiarkan proses pelabelan sepenuhnya bergantung pada kejujuran sang pemilik akun. Sejak 11 Agustus 2026, artis memang diberi kesempatan untuk menyatakan diri melalui Spotify for Artists.

Namun perusahaan akan aktif meninjau profil-profil yang sudah mencapai ambang pendengar tertentu. Tim manusia dibantu alat AI akan memeriksa apakah nama dan citra yang digunakan tampak seperti hasil generasi fotorealistik.

Jika ditemukan kecocokan, badge “Likely AI Persona” bisa dipasang. Artis yang merasa keliru dilabeli diberi ruang untuk mengajukan banding. Ke depan, pendengar juga akan mendapat tombol laporan untuk menandai profil yang mencurigakan.

Dampak praktisnya cukup signifikan. Musik dari profil yang sudah dilabeli AI Persona secara otomatis dikeluarkan dari jalur rekomendasi utama Spotify - baik playlist editorial maupun saran algoritmik yang selama ini menjadi mesin penemuan musik bagi jutaan orang.

Baca Juga: Spotify Umumkan Centang Hijau untuk Membedakan Manusia dari AI

Hanya jika seseorang secara sadar menekan tombol “follow”, lagu-lagu dari profil tersebut bisa muncul kembali di feed personal. Ini mengubah logika penemuan musik: sistem tidak lagi “mendorong” konten AI ke telinga pengguna tanpa sepengetahuan mereka.

Pendekatan ini mencerminkan posisi Spotify yang hati-hati. Di satu sisi, perusahaan terus mengembangkan fitur berbasis AI seperti asisten percakapan mirip ChatGPT, AI DJ, dan bahkan memungkinkan remix atau cover buatan penggemar lewat kerja sama lisensi dengan label besar.

Di sisi lain, mereka berusaha menahan banjir konten berkualitas rendah yang mudah diproduksi massal. Label AI Persona bukan tentang melarang penggunaan AI sebagai alat kreatif.

Spotify sendiri menekankan bahwa badge tersebut hanya menilai identitas publik, bukan proses pembuatan lagu. Informasi tentang penggunaan AI dalam produksi tetap tersedia melalui fitur terpisah.

Baca Juga: Spotify Resmi Melarang Podcast Buatan AI yang Meniru Identitas Orang Lain

Bagi pendengar, perubahan ini memberi kendali lebih besar. Mereka bisa memilih: tetap terbuka terhadap eksperimen digital atau lebih memilih karya yang jelas berasal dari manusia. Bagi artis manusia, kebijakan ini menjadi semacam pelindung.

Di pasar yang semakin ramai oleh profil sintetis, ruang rekomendasi yang sebelumnya bisa “dicuri” oleh konten massal kini lebih terlindungi. Sementara bagi kreator yang memang membangun persona AI secara sadar, mereka tetap bisa hadir di platform, asalkan identitasnya transparan dan tidak dipaksakan ke feed pengguna yang tidak menginginkannya.

Langkah Spotify ini juga bisa memicu standar industri yang lebih luas. Platform streaming lain mungkin akan mengikuti atau menciptakan sistem serupa. Diskusi tentang autentisitas, hak cipta, dan nilai karya manusia di era generatif AI kemungkinan akan semakin keras.

Apakah badge semacam ini cukup untuk menjaga kepercayaan jangka panjang? Atau justru akan muncul bentuk baru “AI Persona” yang lebih canggih dan sulit dideteksi?

Baca Juga: China Mengusulkan Regulasi Baru Terkait Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup19 Agustus 2026, 13:03 WIB

Waresix Umumkan Pendanaan Seri C Sebesar Rp488 Miliar, Perkuat Posisi sebagai Integrator Logistik

Waresix didirikan pada 2017 oleh Andree Susanto (Founder & CEO) bersama Edwin Wibowo.
Waresix. (Sumber: null)
Techno19 Agustus 2026, 12:58 WIB

Cowok Pengguna Aplikasi Bumble Sekarang Bisa Kirim Pesan Lebih Dulu

Bumble menghapus aturan yang melarang pria untuk memulai langkah pertama.
Obrolan di Bumble bagi yang sudah match. (Sumber: Bumble)
Travel19 Agustus 2026, 11:42 WIB

5 Alasan Pentingnya Perlindungan Perjalanan Saat Lagi Liburan

Masyarakat juga dapat membeli Zurich Travel Insurance secara mudah dan praktis melalui proteksi.zurich.co.id.
Ilustrasi adopsi asuransi. (Sumber: freepik)
Techno19 Agustus 2026, 11:38 WIB

LG Xboom Blast: Speaker Pesta yang Dirancang untuk Outdoor

Speaker Bluetooth Portabel Baru Memadukan Audio Bertenaga, Daya Tahan Baterai Lama, dan Ketangguhan.
LG Xboom Blast. (Sumber: LG)
Automotive19 Agustus 2026, 10:29 WIB

Lucid Gravity GT-S Mengaspal di Amerika Serikat, Berapa Harganya?

Manifestasi Baru dari Performa, Kemewahan, dan Fleksibilitas.
Lucid Gravity GT-S. (Sumber: Lucid)
Techno19 Agustus 2026, 10:28 WIB

Spotify Akan Mulai Memberikan Label pada Artis AI dengan Fitur Baru Ini

Layanan streaming ini menghadapi serbuan musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.
Spotify AI Persona. (Sumber: null)
Lifestyle19 Agustus 2026, 09:15 WIB

Kabar Buruk, Pelaksanaan Esports Nations Cup Ditunda Sampai November 2027

Esports Nations Cup (ENC) merupakan kompetisi esports internasional yang mempertemukan negara dan wilayah dari seluruh dunia.
ENC 2026. (Sumber: null)
Techno19 Agustus 2026, 09:11 WIB

Rasakan Pengalaman Main Call of Duty: Modern Warfare 4 di Monitor Samsung

Perusahaan akan menampilkan pratinjau Call of Duty: Modern Warfare 4 pada monitor premium Odyssey di Gamescom 2026.
Samsung x Call of Duty: Modern Warfare. (Sumber: null)
Lifestyle18 Agustus 2026, 15:40 WIB

Sasar Kaum Urban, Bata Hadirkan 2 Sepatu Kantor untuk Cewek

Koleksi Make Yourself Comfortable kini tersedia di seluruh gerai Bata di Indonesia dan kanal belanja resmi Bata.
Koleksi sepatu kantor buat perempuan dari Bata. (Sumber: bata)
Techno18 Agustus 2026, 15:37 WIB

Bybit Umumkan Sejumlah Fitur Perdagangan Kripto Berbasis Kecerdasan Buatan

Bybit Indonesia juga menjalankan program “Bybit Indonesia Menyapa” melalui roadshow di 12 kota.
Bybit. (Sumber: istimewa)