Techverse.asia - Honor Robot Phone resmi meluncur global, yang dikembangkan bersama ARRI. Perangkat ini memadukan elemen-elemen pilihan dari teknologi ARRI Image Science dan alur kerja sinema profesional.
Hal itu melampaui kapabilitas ponsel pintar konvensional untuk menjadi pendamping fisik yang aktif sekaligus studio produksi seluler yang tangguh. Robot Phone akan tersedia dalam dua konfigurasi: 12GB+512GB dan 16GB+1TB, dengan harga masing-masing 10.000 Yuan (Rp26,4 juta) dan 13.000 Yuan (Rp34,3 juta).
Robot Phone mengusung desain bodi logam utuh (unibody) yang terintegrasi dengan transisi tepian melengkung R3 yang halus. Perangkat ini dilengkapi layar Honor AI Eye Comfort Display berjenis LTPO OLED 6,31 inci yang memukau, serta dilindungi oleh Honor NanoCrystal Shield.
Layar ini mendukung refresh rate adaptif 1–120Hz dan mencapai tingkat kecerahan puncak yang luar biasa hingga 6.800 nit. Teknologi kenyamanan mata yang canggih, termasuk peredupan PWM 4320Hz, memberikan pengalaman visual yang nyaman saat penggunaan dalam waktu lama.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z 8 Series Dijual di Indonesia, Ini Harga Resminya
Ditenagai oleh platform seluler Snapdragon 8 Elite Gen 5, Robot Phone menghadirkan performa kelas atas untuk pemrosesan AI, pencitraan, dan multitasking. Sistem pendingin canggih yang dirancang khusus mampu membuang panas secara efisien, memastikan perangkat tetap mempertahankan performa puncak bahkan selama sesi perekaman yang panjang.

Sementara itu, baterai Honor Silicon-carbon Generasi Berikutnya berkapasitas 7.060mAh mendukung daya tahan sepanjang hari, serta dilengkapi fitur pengisian daya Honor SuperCharge 120W (kabel) dan 50W (nirkabel).
Lebih jauh, perangkat ini mengintegrasikan sistem mekanis 4-DoF yang sangat ringkas, yang menampilkan Honor Titanium Agile Gimbal. Dikembangkan melalui 60 proses manufaktur, sistem ini memadukan lebih dari 100 komponen presisi dan didukung oleh lebih dari 100 paten.
Dibandingkan dengan gimbal pada umumnya, Honor telah mengurangi ukuran keseluruhan sistem sebesar 65% sekaligus meningkatkan kekuatan struktural sebesar 200%.
Baca Juga: Honor Magic 8 Pro Mendukung Android 17 Beta 3 untuk Pengembang
Motor Gimbal Titanium seberat 2,6 gram memungkinkan kecepatan kontrol hingga 360 derajat per detik, sementara motor flip Honor Super Steel menghasilkan kepadatan torsi sebesar 120 N·m/L. Kombinasi teknologi ini memungkinkan pergerakan yang cepat dan presisi serta pemosisian yang stabil dalam desain ponsel unggulan yang pas di saku.

Konfigurasi kamera belakangnya mengandalkan sistem kamera ganda 200MP, yang terdiri dari kamera utama Agile Gimbal 200MP dengan sensor 1/1,28 inci dan aperture f/1,6, serta kamera telefoto periskop 200MP dengan sensor 1/1,4 inci dan zoom optik 2,7x.
Kamera utama Agile Gimbal 200MP mendukung perekaman ARRI LogC3 10-bit dalam mode ARRI Cinema, sementara kamera Ultra-Wide 50MP dengan bidang pandang 122 derajat melengkapi sistem pencitraan yang serbaguna ini.
Melalui kemitraan Honor–ARRI Cinematic Imaging, ponsel ini memadukan ARRI LogC3, ARRI Wide Gamut 3, dan ARRI Looks dengan chip gambar Honor H1. Fitur pengurangan derau (noise reduction) berbasis AI meningkatkan SNR video sebesar 8 dB, sedangkan optimalisasi rentang dinamis (dynamic range) berbasis AI mendukung rentang dinamis hingga 14-stop.
Baca Juga: Honor 600 dan 600 Pro Punya Fitur AI Image to Video 2.0
Alur pemrosesan video melakukan pengurangan derau lebih awal pada domain RAW, memproses data dalam format 14-bit 4:4:4, serta menghasilkan output video LogC3 10-bit dan 4:2:2, sehingga mempertahankan lebih banyak informasi gambar yang dapat digunakan untuk tahap pascaproduksi.
ARRI Looks juga dapat dipratinjau secara real-time, sehingga memudahkan kreator dalam mendapatkan tampilan sinematik yang terukur dan terkontrol.

Bagi para kreator, ARRI LogC3 mempertahankan lebih banyak informasi pada area terang (highlight) dan bayangan (shadow) untuk pascaproduksi, sementara ARRI Wide Gamut 3 menghadirkan ruang warna yang lebih luas dan ARRI Looks menawarkan gaya warna sinematik yang khas.
Hasil rekaman juga dapat dipindahkan ke perangkat lunak penyuntingan profesional seperti DaVinci Resolve, di mana kreator dapat langsung menerapkan ARRI LUT sebagai bagian dari alur kerja menyeluruh, mulai dari pengambilan gambar di ponsel hingga tahap pascaproduksi.














