Privy Sebut Verifikasi Identitas dan Tanda Tangan Digital Meroker 200%

Rahmat Jiwandono
Senin 17 Agustus 2026, 16:14 WIB
(ilustrasi) tanda tangan digital (Sumber: freepik)

(ilustrasi) tanda tangan digital (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Gelombang penipuan digital di Indonesia terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Laporan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 608 ribu kasus penipuan digital hingga Juni 2026, dengan total kerugian mencapai Rp9,3 triliun.

Angka tersebut menegaskan bahwa percepatan digitalisasi tanpa diiringi penguatan mekanisme kepercayaan digital berisiko membuka celah penyalahgunaan identitas, pemalsuan dokumen, hingga transaksi ilegal. Seiring meningkatnya fenomena tersebut, kebutuhan akan layanan kepercayaan digital atau digital trust pun turut mengalami lonjakan signifikan.

Baca Juga: Bina Kids Hadirkan Pelantar Halal dan Ethical AI untuk Anak-anak

Hal tersebut tercermin dari aktivitas tanda tangan elektronik (TTE) Privy sebagai salah satu layanan kepercayaan digital yang tumbuh hingga 200% sepanjang semester-I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan kebutuhan tersebut turut tercermin dari bertambahnya 60.000 perusahaan dan institusi baru yang mulai menggunakan layanan Privy sepanjang Semester-I 2026.

Chief Business Officer (CBO) Privy Brata Rafly mengatakan bahwa pencapaian tersebut menggambarkan bahwa layanan kepercayaan digital termasuk melalui tanda tangan elektronik dan verifikasi identitas kini menjadi kebutuhan yang semakin krusial. Bukan hanya di sektor keuangan, namun di berbagai industri.

Terlebih, ketika interaksi bisnis, layanan, dan operasional dilakukan secara digital dalam skala besar. "Peningkatan kasus penipuan digital menjadi pengingat bahwa transformasi digital tidak cukup hanya berfokus pada efisiensi proses, tetapi juga harus memastikan keamanan identitas dan keabsahan setiap transaksi yang terjadi di ruang digital," katanya, Senin (17/8/2026).

Baca Juga: Ekspansi 1.300 Gerai, Kopi Kenangan Gandeng Privy untuk Digital Trust

Menuruntya, ketika semakin banyak proses dilakukan tanpa tatap muka, kemampuan untuk memastikan identitas pihak yang bertransaksi dan validitas dokumen menjadi semakin penting bagi pelaku usaha maupun masyarakat.

Seiring semakin kompleksnya aktivitas bisnis digital, kebutuhan kepercayaan digital juga berkembang dari sekadar memastikan identitas penandatangan menjadi memastikan keaslian dokumen serta keterkaitan penandatangan dengan organisasi yang diwakilinya.

Karena itu, ekosistem digital trust membutuhkan beberapa lapisan perlindungan yang saling melengkapi sesuai kebutuhan pengguna, baik individu maupun perusahaan.

"Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Privy terus memperluas lapisan kepercayaan digital melalui layanan seperti Verifikasi Dokumen yang memungkinkan masyarakat memverifikasi keaslian tanda tangan elektronik pada dokumen digital secara cepat dan mandiri," paparnya.

Baca Juga: Penipuan Digital Semakin Marak, Privy Perkuat Ekosistem Digital Trust

Sepanjang 2026, layanan ini telah digunakan untuk memverifikasi puluhan juta dokumen. Selain itu, Privy juga menghadirkan Enterprise Affiliate Certificate yang membantu memastikan bahwa pihak yang menandatangani dokumen tidak hanya terverifikasi identitasnya, tetapi juga memiliki afiliasi dan kewenangan yang sah untuk bertindak atas nama organisasi yang diwakilinya.

Urgensi akan kepercayaan digital tersebut juga semakin relevan di berbagai sektor yang mengandalkan validitas identitas dan dokumen dalam proses bisnisnya. Di sektor kesehatan, misalnya, verifikasi identitas pasien, persetujuan tindakan medis, hingga pengelolaan rekam medis elektronik dan klaim BPJS oleh rumah sakit membutuhkan mekanisme autentikasi yang kuat untuk memastikan keamanan transaksi.

Sementara di sektor pendidikan, kebutuhan akan validasi ijazah, sertifikat, dokumen akademik, dan proses administrasi kampus dan mahasiswa secara daring terus meningkat seiring berkembangnya layanan pendidikan berbasis teknologi.

Baca Juga: TransTRACK Umumkan Smart Fleet System Berbasis IoT Guna Menjawab Tantangan ESG

Digital trust atau kepercayaan digital pada akhirnya bukan hanya bertujuan untuk mempercepat operasional seperti tanda tangan dan verifikasi atau mengurangi kertas, namun tentang memastikan setiap aktivitas di ruang digital termasuk invoice, perjanjian kerjasama, Purchase Order (PO), dan berbagai dokumen lainnya memiliki identitas yang jelas, persetujuan sah, dan bukti yang dapat diverifikasi kapanpun.

Lebih dari itu, seluruh verifikasi dan dokumen dengan sertifikat elektronik Privy pun juga dilindingi dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar sebagai lapisan jaminan hukum tambahan pada setiap sertifikat elektronik yang diterbitkan Privy.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive17 Agustus 2026, 17:37 WIB

Hot Wheels x Turbo Bastard Wheel: Kolaborasi Dunia Diecast dan Merek Otomotif Indonesia

Lini Produk Kolaborasi 2026: Velg Hingga Apparel Eksklusif.
Hot Wheels x Turbo Bastard Wheel. (Sumber: istimewa)
Techno17 Agustus 2026, 17:07 WIB

Logo Baru Instagram Jadi Bahan Olok-olokan Netizen: Dibaca “Instagzam”

Instagram memperkenalkan desain ulang logo teksnya.
Teks Instagram yang telah didesain ulang. (Sumber: Meta)
Lifestyle17 Agustus 2026, 16:55 WIB

Trailer Anyar Avengers: Doomsday Tampilkan Bentrokan 3 Universe

Penggemar Marvel kembali disuguhi tampilan Doctor Doom versi Robert Downey Jr. menjelang perilisan film tersebut pada bulan Desember.
Doctor Doom dalam trailer terbaru Avengers: Doomsday.
Techno17 Agustus 2026, 16:27 WIB

Sony FX5 Harganya Rp95 Juta untuk Pasar Indonesia, Aksesori Dijual Terpisah

Kamera Cinema Line dengan Sensor Gambar Terbaru, Format Perekaman Open Gate, Perekaman RAW Internal, dan Pengoperasian yang Lebih Mudah.
Sony FX5.
Startup17 Agustus 2026, 16:14 WIB

Privy Sebut Verifikasi Identitas dan Tanda Tangan Digital Meroker 200%

Data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 608 ribu laporan penipuan digital hingga Juni 2026.
(ilustrasi) tanda tangan digital (Sumber: freepik)
Techno17 Agustus 2026, 15:57 WIB

Honor Robot Phone Meluncur di China, Cek Harga dan Spek Lengkapnya

Ponsel pintar robot pertama di dunia dengan gimbal mekanis 4-DoF yang terintegrasi penuh.
Honor Robot Phone.
Travel17 Agustus 2026, 15:44 WIB

6 Atraksi Wisata yang Dapat Dicoba di Enchanting Valley

Liburan keluarga tidak selalu harus diisi dengan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain.
Waterfall of Wonder di  Enchanting Valley. (Sumber: taman safari indonesia)
Techno17 Agustus 2026, 15:25 WIB

Samsung Galaxy Z 8 Series Dijual di Indonesia, Ini Harga Resminya

Konsumen dapat memilih Fold 8 Ultra, Fold 8, atau Flip 8 serta menikmati berbagai penawaran selama periode penjualan perdana hingga 31 Agustus 2026.
Galaxy Z 8 Series. (Sumber: Samsung)
Startup14 Agustus 2026, 14:52 WIB

Bina Kids Hadirkan Pelantar Halal dan Ethical AI untuk Anak-anak

Peluncuran ini bersamaan setelah perusahaan rintisan tersebut mendapat pendanaan dari Hasan VC.
Bina Kids. (Sumber: istimewa)
Techno14 Agustus 2026, 14:52 WIB

CMF Clip Pro: Earbud Sejutaan dengan Waktu Pemutaran Musik Selama 10 Jam

Earbud ini memiliki tiga varian warna yang dapat dipilih sesuai selera.
CMF Clip Pro. (Sumber: CMF)