Penipuan Digital Semakin Marak, Privy Perkuat Ekosistem Digital Trust

Rahmat Jiwandono
Minggu 21 Desember 2025, 18:22 WIB
Privy. (Sumber: Privy)

Privy. (Sumber: Privy)

Techverse.asia - Di balik potensi pertumbuhan industri teknologi finansial (fintech) yang tercatat pada laporan Kementerian Koordinator Bidang Pereknomian dengan nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksi melonjak hingga US$360 miliar pada 2030, tantangan terhadap keamanan dan kepercayaan digital (digital trust) turut meningkat.

Di tengah masifnya adopsi layanan keuangan digital, isu penipuan dan penyalahgunaan identitas menjadi risiko nyata yang perlu ditangani secara sistemik. Hal tersebut tercermin pada laporan Indonesian Anti-Scam Center (IASC) selama 22 November 2024 sampai 16 Oktober 2025.

Baca Juga: Carsome Kantongi Fasilitas Modal Kerja Senilai 150 Juta Ringgit

Jumlah laporan seputar penipuan diterima sebanyak 299.237 dengan total kerugian Rp7 triliun. Lalu, jumlah rekening yang diblokir dan dilaporkan masing-masing 94.344 dan 487.378, serta total dana diblokir Rp376,8 miliar.

Menjawab tantangan tersebut, Privy, penyedia identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi di Indonesia kembali berpartisipasi dalam rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 sebagai Official Digital Trust Provider.

Melalui peran ini, Privy mendukung penguatan fondasi kepercayaan digital di ekosistem fintech dengan menghadirkan solusi identitas digital yang aman, tepercaya, dan terstandarisasi bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari penyedia layanan fintech, pelaku UMKM, investor, hingga masyarakat luas.

Baca Juga: Layanan Tanda Tangan Elektronik dan Sertifikat Privy di Aplikasi Coretax Kini Gratis

Dalam BFN 2025, dukungan Privy diwujudkan melalui penguatan edukasi mengenai pentingnya digital trust, penerapan standar verifikasi identitas yang aman, serta pemanfaatan identitas digital tepercaya untuk mencegah fraud sejak tahap awal interaksi pengguna dengan layanan fintech.

Krishna Chandra selaku Chief Information & Compliance Officer (CICO) Privy, menegaskan bahwa digital trust dan perlindungan konsumen merupakan fondasi utama bagi penguatan dan keberlanjutan industri fintech di Indonesia.

“Dengan pesatnya perkembangan layanan digital, pengguna semakin sulit membedakan mana informasi yang autentik dan mana yang merupakan hasil rekayasa. Karena itu, kepercayaan tidak bisa lagi dibangun hanya melalui imbauan untuk berhati-hati,” ujar Krishna.

Diperlukan kolaborasi antara industri dan regulator untuk mencegah fraud sejak awal — mulai dari verifikasi identitas yang tepercaya, mekanisme pelacakan dokumen, hingga standar interoperabilitas yang memastikan setiap transaksi dapat divalidasi dengan jelas.

Baca Juga: Fintech SCF Bizhare Raih Pendanaan Lanjutan, Investor Lama Ikut Andil

Krishna menambahkan bahwa visi Privy dalam keamanan pengelolaan identitas digital merupakan kunci dalam melindungi konsumen sekaligus mendukung pertumbuhan industri fintech yang berkelanjutan.

“Bagi konsumen, identitas digital memungkinkan data pribadi tersimpan aman dalam satu platform yang terpercaya, sehingga pengguna tidak perlu berulang kali memasukkan data sensitif saat mengakses berbagai layanan fintech. Sementara bagi penyedia layanan, sistem ini membantu mencegah penipuan sekaligus meningkatkan efisiensi onboarding dan menekan drop-off rate,” imbuhnya.

Peran tersebut telah diterapkan Privy dalam berbagai kolaborasi di ekosistem digital. Saat ini, Privy telah memverifikasi lebih dari 68 juta pengguna individu di Indonesia, dan digunakan oleh lebih dari 167 ribu organisasi, mulai dari perusahaan besar hingga pelaku usaha dan individu.

Baca Juga: Privy Fasilitasi Penandatanganan Cross Border Perusahaan Indonesia dan Australia

Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk pada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Privy juga memberikan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar sebagai jaminan perlindungan apabila terjadi kerugian akibat penyalahgunaan identitas terkait dengan sertifikat elektronik yang diterbitkan.

“Kami berharap, keikutsertaan Privy dalam perhelatan BFN 2025 dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem teknologi finansial, khususnya dalam menghadirkan inovasi yang memperkuat keamanan dan kepercayaan terhadap identitas digital,” katanya.

Sebagai digital identity dan digital trust enabler, Privy akan terus membuka ruang kolaborasi bersama penyedia fintech, pemangku kepentingan, dan regulator untuk mendorong inklusi keuangan nasional yang lebih aman dan berkelanjutan.

Baca Juga: Accion Menutup Dana Kelolaan Sekitar Rp1 Triliun, Investasi ke Startup Teknologi Finansial

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup08 Agustus 2026, 11:20 WIB

McEasy Kantongi Pendanaan Seri B Sebesar Rp120 Miliar

Pendanaan ini bakal dipakai untuk melakukan ekspansinya ke wilayah Asia Tenggara.
Startup logistik McEasy. (Sumber: istimewa)
Techno08 Agustus 2026, 10:55 WIB

AGON Hadirkan 3 Monitor Gaming Baru, Dibekali Performa Laju Penyegaran Tiga Kali Lipat

Dengan fitur ini akan memudahkan untuk bermain gim dengan tuntutan tinggi.
Agon G4 Series. (Sumber: dok. AOC)
Lifestyle07 Agustus 2026, 22:18 WIB

G-SHOCK Hadirkan Gravitymaster GWRB3000, Terinspirasi oleh Penerbangan Supersonik

Seri jam tangan ini terbaru menggabungkan konstruksi canggih dan desain yang terinspirasi dari dunia penerbangan.
G-SHOCK GWRB3000A-2A. (Sumber: Casio)
Techno07 Agustus 2026, 21:56 WIB

Harga dan Spek Lengkap Tecno Megabook T14 Air, Ada 2 Varian Memori

Selain itu perusahaan juga menghadirkan Megabook T1 15.6.
Tecno Megabook T14 Air. (Sumber: Tecno)
Automotive07 Agustus 2026, 21:46 WIB

GIIAS 2026: Teknologi Keselamatan Jadi Medan Persaingan Baru

Mobil masa depan tak lagi sekadar cepat, tetapi mampu mengenali risiko di jalan.
Teknologi keselamatan pada otomotif buatan Bosch. (Sumber: istimewa)
Techno07 Agustus 2026, 21:34 WIB

Sandisk Hadirkan Inovasi NAND untuk Era Inferensi AI di FMS 2026

Sandisk telah menampilkan berbagai produk dan demonstrasi teknologi terbarunya.
Logo Sandisk. (Sumber: Sandisk)
Hobby07 Agustus 2026, 21:27 WIB

Foto-foto Satwa di Taman Safari Jadi Medium untuk Pesan Konservasi

35 tahun IAPVC hubungkan karya visual, konservasi, dan pengalaman wisata satwa.
Foto Elang Jawa hasil jepretan Adhitiya Wibhawa jadi juara pertama IAPVC 2025. (Sumber: Taman Safari)
Techno07 Agustus 2026, 21:14 WIB

Sony FE 100-400MM F5.6-8.OSS Resmi Dijual di Indonesia, Segini Harganya

Lensa Super-Telephoto Zoom yang sempurna untuk penggemar fotografi.
Sony FE 100-400MM F5.6-8 OSS. (Sumber: Sony)
Travel06 Agustus 2026, 17:17 WIB

Paddle Board Bisa Jadi Wisata Alternatif Saat Berkunjung ke Bantul

Wisata Paddle Board di Pantai Baros, daya tarik baru wisata di Kabupaten Bantul.
Paddle Board di Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: null)
Techno06 Agustus 2026, 17:16 WIB

Layanan Streaming Samsung HDR10 Plus Advanced akan Tersedia di Prime Video

Layanan tersebut berlaku mulai Agustus 2026 untuk lini Samsung TV terbaru.
Samsung HDR10 Plus Advanced. (Sumber: null)