Techverse.asia - Lincah resmi mengakuisisi Orderfaz guna memperkuat infrastruktur social commerce di kawasan Asia Tenggara dan mempercepat pertumbuhan ekosistem kreator serta pelaku usaha sosial. Lewat integrasi teknologi dan basis penjual Orderfaz, Lincah menargetkan infrastruktur yang lebih terpadu, andal, dan gampang ditingkatkan pada skala operasinya lintas market.
Lincah menyerap penuh teknologi, pelantar, dan pelanggan Orderfaz sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem sosial serta creator commerce yang lebih terintegrasi di tingkat regional.
Baca Juga: Evermos Pamerkan Solusi Teknologi untuk Tantangan Sosial Ekonomi di Asia Tenggara
Upaya ini menempatkannya sebagai salah satu pemain utama di sektor social commerce Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai miliaran dolar pada 2028 mendatang, seiring dengan meningkatnya peran kreator dan ketergantungan UMKM pada kanal sosial.
Kekinian Lincah melayani lebih dari 23 ribu pedagang dan 8,3 juta pembeli dengan lebih dari 500 ribu transaksi per bulannya di banyak kanal sosial dan pemasaran seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, Google Ads, dan Youtube.
Dengan integrasi tersebut, startup ini menambah kapasitas untuk meningkatkan realibilitas pelantar, keselarasan operasional, dan pengalaman penjual yang lebih mulus di banyak pasar.
Indonesia sendiri disebut sebagai pasar jangkar social commerce di Asia Tenggara, menyumbang lebih dari 52 persen Gross Market Value (GMV) kawasan dengan lebih dari 70 persen UMKM mengandalkan media sosial sebagai kanal penjualan utama.
Baca Juga: Venteny Terima Kucuran Modal Rp83 Miliaran, Dorong Pendanaan UMKM
Pertumbuhan pasar yang dikombinasikan dengan laju kenaikan tahunan sekitar belasan sampai puluhan persen membuka peluang besar bagi pemain infrastruktur seperti Lincah.
Lincah juga tengah memperkuat fondasi di Tanah Air sembari menyiapkan ekspansi strategis ke Malaysia dengan peningkatan investasi kepada kapabilitas pelantar, ketahanan infrastruktur, dan skalabilitas jangka panjang.
Dengan Orderfaz, yang sudah sepenuhnya terintegrasi, Lincah mengincar jangkauan regional yang lebih luas dan infrastruktur generasi selanjutnya bagi penjual, mitra, dan investor yang ada di Asia Tenggara.
Baca Juga: Desty Resmi Diakuisisi oleh Mekari, Merambah ke Sektor Perdagangan Digital
Di samping itu, ekosistem Lincah pun turut diperkuat oleh kehadiran Yudha Trisna dan Muhammad Azis Rifai, tokoh komunitas yang punya pengalaman dalam perilaku pasar, komunitas penjual, dan pengembangan produk. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memastikan produk dan strategi perusahaan tetap sejalan dengan kebutuhan penjual di Indonesia dan kawasan.
Sementara, arah strategis grup dipimpin oleh Juan Lesmana yang memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman di bidang lokapasar global, teknologi, serta konsultasi manajemen, termasuk peran sebelumnya di TikTok dan Tokopedia.
Dia bergabung dengan Lincah pada awal tahun ini sebagai angel investor dan penasihat senior sebelum mengambil peran eksekutif yang fokus kepada ekspansi organisasi, penyelarasan strategi, dan pembangunan infrastruktur perdagangan multi-pasar.
Baca Juga: 52% Konsumen Indonesia Secara Dominan Berbelanja Melalui Social Commerce
Posisi CEO grup diisi oleh Mohamad Iqbal yang bakal bertanggung jawab dalam memimpin integrasi pelantar, memperkuat kohesi operasional, dan mendorong ekspansi Lincah ke pasar-pasar baru di kawasan Asia Tenggara.
Lincah memasuki fase pertumbuhan regional baru yang menuntut investasi strategis dan dukungan modal jangka panjang guna melaksanakan peta jalan multi-negara dan memenuhi permintaan infrastruktur social commerce yang sekarang semakin meningkat.
Perusahaan ini memposisikan dirinya sebagai pelantar infrastruktur perdagangan yang fokusnya di kawasan Asia Tenggara dengan solusi yang terintegrasi untuk manajemen pesanan, keterlibatan pelanggan, logistik, hingga pembayaran.
Berkat kehadiran regional yang berkembang serta tim kepemimpinan operator, Lincah memiliki tujuan untuk memberdayakan para pelaku usaha maupun kreator guna berkembang lintas pelantar dan pasar secara efisien.
Baca Juga: Survei Populix: TikTok Shop Jadi Social Commerce Terpopuler di Indonesia