3 Faktor yang Membuat Kepercayaan Investor Menurun untuk Berinvestasi di Indonesia

Rahmat Jiwandono
Kamis 19 Februari 2026, 17:53 WIB
Ilustrasi perusahaan modal ventura. (Sumber: istockphoto)

Ilustrasi perusahaan modal ventura. (Sumber: istockphoto)

Techverse.asia - Pasar modal ventura atau venture capital di Indonesia kini sedang menghadapi tantangan yang berat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data paling baru, nilai kesepakatan investasi di Tanah Air anjlok drastis dari puncaknya sekitar US$5,4 miliar pada paruh kedua 2021 menjadi kurang dari US$100 juta pada semester pertama tahun kemarin.

Terjadinya penurunan investasi tersebut bisa berimbas terhadap kepercayaan investor global mengenai ekosistem perusahaan rintisan atau startup nasional.

Menurut Partner di Vertex Ventures Gery Khoeng, sedikitnya ada tiga faktor utama yang membuat kepercayaan investor ikut menurun. Pertama, skandal eFishery, yang melibatkan skema penipuan selama bertahun-tahun dan merugikan banyak investor kelas kakap.

Baca Juga: Privy Kembali Gratiskan Layanan Sertifikat Elektronik di Coretax

"Ini termasuk dalam kasus pelanggaran tata kelola (governance) dan integritas, utamanya skema penipuan kompleks di sektor teknologi finansial (tekfin) dan teknologi agrikultur (agritech) yang hasilnya adalah kerugian masif," ungkap Gery dalam siaran persnya kami sadur, Kamis (19/2/2026).

Kedua, sangat rendahnya rekam jejak keluar atau exit yang sukses lewat IPO. Hal ini tercermin dari harga saham GoTo yang merosot tajam sampai menyisakan sekitar 16 persen saja dari harga perdana ketika melantai di bursa saham pada 2022 silam.

"Situasi itu membuat banyak investor, tak terkecuali investor global, mempertanyakan kembali keyakinan mereka akan prospek pasar startup di Indonesia," katanya.

Terakhir, lemahnya kondisi makro ekonomi yang menekan daya beli kelas menengah, di mana populasi mereka menyusut dari 57 juta jiwa pada 2019 menjadi sekitar 48 juta jiwa pada 2024. Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan yang kian lebar dalam kemampuan belajar antarsegmen konsumen.

Baca Juga: Patrick Walujo Resmi Mundur Sebagai CEO GoTo, Siapa Penggantinya?

Lebih jauh ia mengatakan, walau saat ini kondisi pasar tengah lesu, namun peluang investasi untuk startup tetap terbuka lewat kalibrasi ulang strategi yang fokus kepada kekuatan fundamental Indonesia.

Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan jumlah penduduk hampir mencapai 300 juta jiwa dan usia rata-rata 30 tahun, sektor kesehatan, layanan keuangan, dan ritel konsumsi masih menjadi daya tarik utama guna memperoleh suntikan modal.

"Sektor ritel konsumsi sendiri, khususnya merek lokal (direct-to-consumer) di bidang perawatan pribadi maupun makanan dan minuman yang mampu melayani segmen dengan penghasilan rendah, terbukti masih bisa bertahan walau daya beli masyarakat menurun," ujar dia.

Di sektor kesehatan yang masih punya rasio tempat tidur rumah sakit di bawah rata-rata regional menawarkan kesempatan peluang pertumbuhan yang besar.

Modernisasi rumah sakit atau klinik spesialis (seperti klinik estetika dan kesehatan perempuan) mulai menarik perhatian investor institusi, seiring dengan reformasi kesehatan dan sistem jaminan kesehatan nasional yang kian luas cakupannya.

Baca Juga: MDI Ventures Tingkatkan Penyaluran Pembiayaan Modal Ventura

Sementara itu, di sektor layanan keuangan telah terjadi pergeseran tren dari pinjaman tanpa agunan yang berisiko tinggi menuju solusi keuangan yang lebih bertanggung jawab seperti pegadaian dan pinjaman terjamin atau secured lending.

"Model bisnis itu dianggap lebih memiliki neraca keuangan yang solid dan risiko fraud yang minimal sebab bekerja sama lebih erat dengan ekosistem perbankan nasional," tambahnya.

Supaya bisa mengembalikan lagi siklus pasar ke arah positif atau bull cycle, dibutuhkan tiga kunci yaitu katalis teknologi yang kuat seperti kecedasan buatan (AI), dukungan yang berkelanjutan bagi usaha rintisan tahap awal (seed level), dan dukungan dari pemerintah dalam menetapkan sektor inti sebagai jangkar inovasi.

"Walau sedang berada dalam siklus pasar yang sulit, pasar startup di Indonesia belum kehilangan seluruh daya tariknya," kata dia. Di tengah siklus tersebut, masih ada kantong-kantong peluang investasi yang dapat digarap sebelum kepercayaan dari para pemodal pulih sepenuhnya dan siklus bullish berikutnya bisa dimulai.

Baca Juga: Laporan Tracxn: Pendanaan Startup D2C di Asia Tenggara Naik 208% pada 2024

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)