Patrick Walujo Resmi Mundur Sebagai CEO GoTo, Siapa Penggantinya?

Rahmat Jiwandono
Selasa 25 November 2025, 15:20 WIB
Logo GoTo Group.

Logo GoTo Group.

Techverse.asia - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo Group) pada Senin (24/11/2025) kemarin resmi mengumumkan bahwa Chief Executive Officer (CEO) GoTo Patrick Sugito Walujo resmi mengundurkan diri setelah kurang lebih dua tahun menduduki jabatan ini.

Baca Juga: TransTRACK Berpartisipasi di Marine & Offshore Qatar 2025, Teruskan Ekspansi ke Timur Tengah

Keputusan tersebut diambil oleh para anggota direksi dan dewan komisaris GoTo Group. Selama masa transisi, Hans Patuwo resmi ditunjuk sebagai pengganti Patrick sebagai CEO GoTo Group yang baru.

Proses pergantian tersebut adalah bagian dari suksesi yang ketat yang telah disusun oleh manajemen, yang disebut membuktikan komitmen perusahaan dalam memastikan stabilitas, kontinuitas strategis, dan keunggulan operasional seiring GoTo memasuki fase berikutnya menuju ke arah pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan.

Namun, penunjukan CEO GoTo baru masih akan menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 17 Desember 2025. Komisaris Utama GoTo Group Agus Martowadojo menyampaikan bahwa perusahaan telah menyaksikan periode transformasi yang luar biasa di bawah kepemimpinan Patrick Walujo selama 2,5 tahun lebih.

"Sejak penunjukkan pada Juni 2023, Patrick telah memimpin GoTo Group lewat perubahan haluan yang strategis dan disiplin - perubahan yang secara fundamental telah memperkuat fondasi keuangan kami, yang mempertajam fokus operasional kami, dan memulihkan kejelasan arah jangka panjang kami," ujar Agus kami kutip pada Selasa (25/11/2025).

Baca Juga: Waste and Wishes Indonesia Dapat Pendanaan dari GoTo Impact Foundation

Menurut dia, pengalaman Hans Patuwo punya pengalaman yang komprehensif tentang operasional perusahaan, mulai dari pengalaman di lapangan hingga strategi organisasi tingkat tinggi. Kemampuannya dalam memimpin perusahaan sudah teruji dan integritasnya membuat Hans orang yang dinilai tepat guna memimpin GoTo ke fase selanjutnya.

Hans sendiri memiliki pengalaman hampir delapan tahun di Gojek, GoPay, dan kemudian GoTo Group, dia telah memimpin beragam lini bisnis utama di perusahaan. Dia pertama kali bergabung dengan Gojek pada 2018 lalu sebagai CEO yang fokus pada mitra pengemudi serta operasional transportasi, memperkuat salah satu fondasi paling krusial ekosistem GoTo yang kelak bakal terbentuk.

Dia juga nantinya akan memainkan peran strategis dalam pengembangan dan ekspansi GoTo Financial dengan sebagai presiden, yang kini bertransformasi menjadi salah satu pelantar teknologi finansial besar di Indonesia. Sedangkan perannya sebagai Chief Operating Officer (COO) dan President On-demand Service (ODS), dia memimpin operasional di seluruh ekosistem.

Baca Juga: Kata Gojek Mengenai Kabar Akuisisi oleh Grab: Memang Ada Beberapa Penawaran

Dalam perannya itu, Hans telah mendorong transformasi, pertumbuhan, dan profitabilitas lewat disiplin operasional yang berbasiskan data. Sebelum bekerja di Gojek, Hans berkarir di berbagai perusahaan multinasional di Amerika Serikat, China, dan Singapura, termasuk sebagai partner di perusahaan konsultan manjemen McKinsey.

Sementara itu, GoTo juga melakukan rotasi pada posisi Direktur Utama Ade Mulyana pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur. Selain Ade, Winato Kartono dan Pablo Malay juga mengundurkan diri dari jabatan komisaris karena alasan pribadi dan keluarga.

Guna memperkuat posisi jabatan Dewan Komisaris, Andre Sulistyo serta Santoso Kartono diusulkan sebagai Komisaris baru, yang memanfaatkan pengalaman mereka di bidang investasi dan teknologi. Manajemen GoTo Group pun menandaskan bahwa seluruh transisi tersebut tak berdampak negatif terhadap operasional, keuangan perusahaan, hingga kondisi hukum, klaimnya.

Baca Juga: GoTo Akan Manfaatkan Teknologi & Platform as a Service (PaaS) dari Tencent Cloud

GoTo Group juga bakal tetap mematuhi regulasi pasar modal dan terus berkomitmen untuk menjaga tata kelola perusahaan di tengah transisi menuju pertumbuhan yang kian berkelanjutan dan target keuntungan dalam periode yang akan datang.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait
Startup

CEO GoTo Diganti, Ini Alasannya

Kamis 08 Juni 2023, 17:30 WIB
CEO GoTo Diganti, Ini Alasannya
Berita Terkini
Automotive29 April 2026, 18:21 WIB

Wuling Resmi Umumkan Harga untuk Eksion, Hadir dengan 2 Varian

SUV 7-seater terbaru Wuling yang memadukan Superior Comfort, Ultra-high Efficiency, dan Versatile Safety.
Wuling Eksion.
Automotive29 April 2026, 17:48 WIB

Pre-order Omoway Omo X di Indonesia Resmi Dibuka, Tersedia 2 Varian

Sepeda motor listrik dibanderol mulai dari Rp44,5 juta plus subsidi eksklusif Rp9 juta dan garansi baterai 7 tahun.
Omoway Omo X.
Techno29 April 2026, 17:16 WIB

Huawei FreeBuds Pro 5 Dijual di Indonesia, Ada 4 Kelir

TWS tersebut resmi diluncurkan dengan peredam bising aktif dan audio lossless.
Huawei FreeBuds Pro 5. (Sumber: Huawei)
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)