Google Menambahkan Kemampuan Pembuatan Musik ke Aplikasi Gemini

Rahmat Jiwandono
Senin 23 Februari 2026, 20:11 WIB
Buat musikmu sendiri dengan Lyria 3. (Sumber: Google)

Buat musikmu sendiri dengan Lyria 3. (Sumber: Google)

Techverse.asia - Google telah mengumumkan bahwa dengan menggunakan model Lyria 3 yang baru diintegrasikan, kini pengguna Gemini akan dapat menghasilkan lagu berdurasi 30 detik berdasarkan perintah, atau me-remix lagu yang sudah ada sesuai keinginan mereka.

Baca Juga: Spesifikasi Lengkap dan Harga Headset Gaming Logitech G325 Lightspeed

Selain melalui perintah, pengguna bisa membuat lagu dari teks, gambar, dan video, tanpa harus meninggalkan jendela chatbot. Agar bisa menggunakan fitur ini, pengguna akan mendeskripsikan lagu yang ingin mereka buat, dan selanjutnya aplikasi akan menghasilkan lagu beserta liriknya.

Misalnya, pengguna dapat meminta Gemini untuk membuat "lagu slow jam R&B lucu tentang kaus kaki yang menemukan pasangannya," dan aplikasi akan menghasilkan lagu berdurasi 30 detik beserta sampul album yang dibuat oleh Nano Banana ke lagu-lagu yang dibuat di aplikasi, yang bertujuan untuk mempermudah berbagi dan mengunduhnya (download).

Alat pembuatan musik baru berbasis kecerdasan buatan ini sudah tersedia secara global mulai sekarang dalam bahasa Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis, dengan rencana untuk diperluas di masa mendatang. Aksesnya juga terbatas untuk pengguna aplikasi Gemini yang berusia 18 tahun atau lebih.

Baca Juga: Google Meluncurkan Gemini 3 Flash, Jadi Model Default di Aplikasi Gemini

Google menytakan bahwa Lyria 3 meningkatkan model pembuatan audio sebelumnya dalam kemampuannya untuk menciptakan trek yang disebut lebih "realistis dan kompleks secara musikal", memberi pengiring lebih banyak kendali atas komponen individual sebuah lagu, dan secara otomatis menghasilkan lirik.

Selain itu, pengguna juga dapat mengubah dan mengontrol elemen lain seperti gaya, vokal, dan tempo. “Tujuan dari trek ini bukanlah untuk menciptakan mahakarya musik, tetapi untuk memberi kamu cara yang menyenangkan dan unik untuk mengekspresikan diri,” kata Google dalam blog pengumumannya kami kutip, Senin (23/2/2026).

Seperti output yang dihasilkan kecerdasan buatan lainnya dari Gemini, lagu-lagu yang dibuat dengan Lyria 3 juga diberi tanda air (watermark) dengan SynthID Google, sehingga klip Gemini tidak dapat dengan mudah dianggap sebagai buatan manusia. Google mulai meluncurkan SynthID Detector untuk mengidentifikasi konten yang dihasilkan kecerdasan buatan di acara Google I/O 2025.

Baca Juga: Model Gambar AI Google Gemini Tambahkan Lebih Banyak Alat Pengeditan

Google juga menghadirkan Lyria 3 ke alat Dream Track di pelantar Youtube, yang memungkinkan kreator untuk membuat soundtrack dari kecerdasan buatan khusus untuk Shorts. Opsi ini sebelumnya hanya tersedia untuk kreator Youtube di Amerika Serikat. Namun dengan rilis ini, Google memperluas ketersediaan Dream Track secara global.

Dream Track dan Lyria awalnya didemonstrasikan dengan kemampuan untuk meniru gaya dan suara para penampil terkenal. Google mengatakan bahwa mereka telah "sangat memperhatikan" hak cipta dalam pengembangan Lyria 3 dan bahwa alat tersebut "dirancang untuk ekspresi orisinal, bukan untuk meniru artis yang sudah ada."

Saat diminta untuk menyebutkan artis tertentu, Gemini akan membuat lagu yang "memiliki gaya atau suasana yang serupa" dan menggunakan filter untuk membandingkan hasilnya dengan konten yang sudah ada.

"Pembuatan musik dengan Lyria 3 dirancang untuk ekspresi orisinal, bukan untuk meniru artis yang sudah ada. Jika perintah Anda menyebutkan artis tertentu, Gemini akan menganggapnya sebagai inspirasi kreatif yang luas dan menciptakan lagu yang memiliki gaya atau suasana yang serupa. Kami juga memiliki filter untuk memeriksa hasil terhadap konten yang sudah ada," lanjut Google dalam posting blog itu.

Baca Juga: Lintasarta Umumkan LAMPU: Pelantar Marketspace Bertenaga Kecerdasan Buatan

Musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan telah menciptakan sentimen yang beragam di antara artis dan pendengar. Di satu sisi, perusahaan seperti Youtube dan Spotify telah mengadopsi kecerdasan buatan dan menandatangani kontrak dengan label musik untuk memonetisasi musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle29 Mei 2026, 20:00 WIB

Casio G-SHOCK x XG Rilis 2 Jam Tangan Baru

Ini adalah kolaborasi kedua antara Casio dan XG.
Casio G-SHOCK x XG.
Lifestyle29 Mei 2026, 19:07 WIB

Tactflow Resmi Masuk Pasar Indonesia, Menawarkan 3 Kategori Produk

Tak hanya menjual botol air minum saja, tapi perusahaan juga memiliki berbagai produk untuk gaya hidup.
Tactflow.
Lifestyle29 Mei 2026, 18:44 WIB

ASICS Sky Elite FF 4 Dirancang Khusus untuk Voli

ASICS meluncurkan sepatu indoor Sky Elite FF 4 yang akan tersedia global mulai 1 Juni 2026.
ASICS Sky Elite FF 4.
Lifestyle29 Mei 2026, 18:25 WIB

Pokemon x Happy Asmara Luncurkan Lagu Kopi Dangdut ver. Goyang Hepika

Kolaborasi IP global perluas eksposur musik lokal.
Pikachu x Happy Asmara. (Sumber: null)
Techno29 Mei 2026, 16:36 WIB

Meta Hadirkan Tingkatan Langganan untuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp

Kesenjangan kelas di aplikasi Meta semakin melebar.
Meta (Sumber: Wikimedia)
Techno29 Mei 2026, 16:06 WIB

Anker Hadirkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, Ini Spek dan Harganya

Soundcore Liberty 5 Pro dan Liberty 5 Pro Max dengan cup Neural-Net pertama dari Anker.
Soundcore Liberty 5 Pro Series. (Sumber: Anker)
Techno29 Mei 2026, 15:18 WIB

Colorful Perkenalkan Motherboard Micro-ATX Seri iGame B850M Ultra

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan harga di beberapa pasar bisa berbeda.
Colorful seri iGame B850M Ultra. (Sumber: ist)
Techno29 Mei 2026, 14:38 WIB

LucidSound LS500 Didesain untuk Pemakaian yang Nyaman Sepanjang Hari

Headset gaming nirkabel baru ini menghadirkan suara yang imersif, konektivitas ganda, dan desain yang ringan.
LucidSound LS500. (Sumber: PowerA)
Startup29 Mei 2026, 14:08 WIB

Mau Turun Badan dengan Sehat dan Aman? Pakai Halofit Saja

Halofit adalah bagian ekosistem Halodoc yang fokus untuk turunkan berat badan secara klinis dan menyeluruh dengan program GLP-1.
logo halodoc (Sumber: halodoc)
Techno28 Mei 2026, 17:54 WIB

Native SOAR: Fitur Otomatisasi Keamanan Terintegrasi Guna Mempercepat Respons Ancaman Siber

Pembaruan terbaru Log360 membantu tim IT dan keamanan perusahaan mendeteksi hingga menangani ancaman siber secara otomatis.
ManageEngine Log360. (Sumber: dok. manage engine)