Google Meluncurkan Gemini 3 Flash, Jadi Model Default di Aplikasi Gemini

Rahmat Jiwandono
Rabu 24 Desember 2025, 21:08 WIB
Gemini 3 Flash. (Sumber: Google)

Gemini 3 Flash. (Sumber: Google)

Techverse.asia - Google telah meluncurkan model Gemini 3 Flash yang cepat dan murah, berdasarkan Gemini 3 yang dirilis bulan lalu, dengan tujuan menyaingi OpenAI. Perusahaan juga menjadikan ini sebagai model default di aplikasi Gemini dan mode AI dalam pencarian.

Model Flash baru ini hadir enam bulan setelah Google mengumumkan model Flash Gemini 2.5, menawarkan peningkatan yang signifikan. Pada benchmark, model tersebut mengungguli pendahulunya dengan selisih yang signifikan dan menyamai kinerja model terdepan lainnya, seperti Gemini 3 Pro dan GPT 5.2, dalam beberapa ukuran.

Misalnya, ia mencetak 33,7% tanpa menggunakan alat bantu pada benchmark Humanity’s Last Exam, yang dirancang untuk menguji keahlian di berbagai domain. Sebagai perbandingan, Gemini 3 Pro mencetak 37,5%, Gemini 2.5 Flash mencetak 11%, dan GPT-5.2 yang baru dirilis mencetak 34,5%.

Baca Juga: Paramount Ajukan Tawaran Baru kepada Warner Bros, Dibeking Larry Ellison

Pada benchmark multimodalitas dan penalaran MMMU-Pro, model baru ini mengungguli semua pesaing dengan skor 81,2%. Google menjadikan Gemini 3 Flash sebagai model default di aplikasi Gemini secara global, menggantikan Gemini 2.5 Flash.

Namun, pengguna masih dapat memilih model Pro dari pemilih model untuk pertanyaan matematika dan pemrograman. Nodel baru ini diklaim bagus dalam mengidentifikasi konten multimodal dan memberikan jawaban berdasarkan hal tersebut.

Misalnya, pengguna dapat mengunggah video pendek pickleball-nya dan meminta tips; dapat mencoba menggambar sketsa dan meminta model menebak apa yang digambar; atau juga bisa mengunggah rekaman audio untuk mendapatkan analisis atau membuat kuis.

Model ini lebih memahami maksud pertanyaan pengguna dan dapat menghasilkan jawaban yang lebih visual dengan elemen seperti gambar dan tabel. Pengguna juga dapat menggunakan model baru ini untuk membuat prototipe aplikasi di aplikasi Gemini menggunakan petunjuk.

Baca Juga: Gemini AI Milik Google Sekarang Punya Aplikasi iPhone Sendiri

Gemini 3 Pro sekarang tersedia untuk semua orang di Amerika Serikat (AS) untuk pencarian dan lebih banyak orang di sana serta juga dapat mengakses model gambar Nano Banana Pro dalam pencarian.

Sementara itu, untuk ketersediaan bagi perusahaan dan pengembang, Google mencatat bahwa perusahaan seperti JetBrains, Figma, Cursor, Harvey, dan Latitude sudah menggunakan model Gemini 3 Flash, yang tersedia melalui Vertex AI dan Gemini Enterprise.

Bagi pengembang, perusahaan menyediakan model ini dalam versi pratinjau melalui API dan di Antigravity, alat pengkodean baru Google yang dirilis bulan lalu.

Baca Juga: Tantang Google dan Anthropic, OpenAI Resmi Merilis GPT-5.2

Perusahaan mengatakan Gemini 3 Pro mencetak skor 78% pada benchmark pengkodean terverifikasi SWE-bench, hanya dikalahkan oleh GPT-5.2. Ditambahkan bahwa model ini ideal untuk analisis video, ekstraksi data, dan tanya jawab visual, dan karena kecepatannya, model ini cocok untuk alur kerja yang cepat dan berulang.

Harga model adalah US$0,50 per satu juta token input dan US$3,00 per satu juta token output. Ini sedikit lebih mahal daripada US$0,30 per satu juta token input dan US$2,50 per satu juta token output dari Gemini Flash 2.5.

Namun Google mengklaim bahwa model baru ini mengungguli model Gemini 2.5 Pro dan tiga kali lebih cepat. Dan, untuk tugas-tugas yang membutuhkan pemrosesan data yang intensif, rata-rata penggunaan tokennya 30% lebih sedikit daripada 2.5 Pro. Artinya, secara keseluruhan, pengguna mungkin dapat menghemat jumlah token untuk tugas-tugas tertentu.

“Kami benar-benar memposisikan Flash sebagai model andalan bagi pengguna. Jadi, jika mereka melihat, misalnya, bahkan harga input dan output di bagian atas tabel ini, Flash jauh lebih murah dari perspektif harga input dan output. Dan ini memungkinkan, bagi banyak perusahaan, untuk melakukan tugas-tugas dalam jumlah besar,” ujar Tulsee Doshi, Direktur Senior dan Kepala Produk untuk Gemini Models.

Baca Juga: Google Veo 3.1 Lebih Baik dalam Menghasilkan Video dari Gambar

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno23 Januari 2026, 18:05 WIB

Dreame Leaptic Cube: Kamera Aksi Seukuran Jempol dengan Resolusi 8K

Action cam ini juga ditenagai oleh teknologi kecerdasan buatan.
Dreame Leaptic Cube. (Sumber: null)
Techno23 Januari 2026, 17:19 WIB

Harga dan Spesifikasi Sony LinkBuds Clip, Ada 3 Mode Mendengarkan

Earbud terbuka tipe klip terbaru yang memungkinkan pengguna untuk mendengar lingkungan sekitar dan musik secara bersamaan.
Sony LinkBuds Clip. (Sumber: Sony)
Startup23 Januari 2026, 16:59 WIB

Perkuat Standar Global Liveness Detection, Privy Raih iBeta Certification Level 2

Lonjakan Fraud Digital Capai Triliunan Rupiah.
Chief Operation Officer (COO) Privy Nitin Mathur. (Sumber: dok. privy)
Automotive23 Januari 2026, 16:40 WIB

Royal Alloy JPS 245 Darwinbro Ramaikan Pasar Skuter Indonesia

Cek lebih jauh mengenai spesifikasi lengkap dan harganya.
Royal Alloy JPS 245 Darwinbro. (Sumber: Royal Alloy)
Techno23 Januari 2026, 15:19 WIB

ASUS ROG Luncurkan 2 Laptop Gaming Baru: Zephyrus G16 dan Zephyrus G14

Laptop ultra-ramping terbaru ini sangat cocok untuk para kreator dan profesional yang sering bepergian.
ASUS Zephyrus G16 dan G14. (Sumber: ASUS)
Techno23 Januari 2026, 14:40 WIB

Garmin Luncurkan Tactix 8 Cerakote Edition, Smartwatch Taktis Premium

Lapisan keramik yang diperkeras menawarkan daya tahan jangka panjang serta tampilan yang unik dan kokoh.
Garmin Tactix 8 Cerakote Edition. (Sumber: Garmin)
Lifestyle22 Januari 2026, 17:16 WIB

Tumi Rilis Koleksi Alpha Generasi Baru, Tersedia 4 Produk

Dalam kampanye ini Lando Norris dan Wei Daxun ditunjuk masing-masing menjadi Duta Merek Global dan Asia Pasifik.
Pembalap F1 Lando Norris berpose dengan tas Tumi Double Expansion Duffel. (Sumber: Tumi)
Techno22 Januari 2026, 16:26 WIB

Tarif Langganan Spotify Premium di 3 Negara Ini akan Naik Mulai Februari 2026

Kenaikannya diperkirakan mencapai hampir Rp17 ribuan atau setara dengan US$1.
Spotify. (Sumber: freepik)
Automotive22 Januari 2026, 15:05 WIB

Yamaha Tmax Diniagakan di Indonesia, Varian Termahal Harganya Rp475 Juta

Skuter matik ini hadir dengan kapasitas mesin besar, ideal untuk pengendaraan harian.
Yamaha model Black Max edisi 25th Anniversary. (Sumber: Yamaha)
Techno22 Januari 2026, 14:12 WIB

Motorola Luncurkan Moto Sound Flow dan Moto Tag 2

Speaker nirkabel dan pelacak Bluetooth tersebut masing-masing dijual seharga Rp3,9 juta dan Rp780 ribu.
Motorola Moto Sound Flow. (Sumber: Motorola)