52% Konsumen Indonesia Secara Dominan Berbelanja Melalui Social Commerce

Rahmat Jiwandono
Senin 15 Desember 2025, 17:39 WIB
Ilustrasi social commerce. (Sumber: istimewa)

Ilustrasi social commerce. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - DoubleVerify meluncurkan laporan komprehensifnya terhadap media sosial yang bertajuk 2025 Global Insights: How Consumers and Marketers Use Walled Gardens. Laporan ini menyorot peran sentral influencer media sosial dalam membentuk keputusan belanja, menandai dominasi yang kian kuat dari platform digital, atau 'Walled Gardens', di Indonesia dan di dunia. 

Dalam laporan tersebut, DV menyajikan wawasan yang didasarkan pada survei mendalam terhadap 22 ribu konsumen dan 1.970 pemasar global, termasuk Indonesia. DV mencatat bahwa media sosial memiliki peran krusial dalam memengaruhi keputusan pembelian yang bersangkutan terhadap alokasi waktu konsumen di pasar yang dinamis ini.

Baca Juga: ASICS Hadirkan Sepatu Padel Sonicsmash FF, Ringan dan Terasa Lebih Lincah

CEO DoubleVerify Mark Zagorski menyatakan bahwa daya tarik beriklan di platform media sosial terletak pada kemampuan mereka memadukan komunitas, hiburan, dan pengalaman yang personal. Seiring pengiklan meningkatkan investasi di seluruh platform ini, mereka juga menuntut efektivitas dan akuntabilitas campaign.

"Kesimpulan dari Laporan Global Insights kami menjadi sangat jelas: meskipun walled gardens menjanjikan skala dan kinerja, nilai berkelanjutannya pada akhirnya bergantung pada transparansi dan kepercayaan," ujarnya.

Data dari laporan DoubleVerify menyoroti bahwa media sosial di Indonesia telah menjadi saluran transaksi yang signifikan bagi konsumen. Fenomena ini bahkan melampaui rata-rata kawasan Asia Pasifik (APAC). Sebanyak 52% konsumen Indonesia melaporkan telah melakukan pembelian melalui saluran media sosial dalam 12 bulan terakhir, berbanding dengan 40% di APAC.

Untuk riset sebelum pembelian, 38% konsumen Indonesia menjadikan media sosial sebagai salah satu dari tiga alat riset utama mereka. Mereka mengandalkan online reviews (64%) dan menonton video reviews (55%) sebagai sumber utama informasi.

Baca Juga: Survei Populix: TikTok Shop Jadi Social Commerce Terpopuler di Indonesia

Platform yang paling sering digunakan mingguan adalah Youtube (90%), Instagram (78%), dan Facebook (72%), menunjukkan adopsi media sosial yang sangat tinggi. Konsumen Indonesia paling banyak dipengaruhi oleh Mega Influencers (>1 juta pengikut) dan Macro Influencers (100K–1 juta pengikut) dimana masing-masing 61% dan 63% konsumen menyatakan terpengaruh dalam keputusan pembelian mereka.

Meskipun media sosial menawarkan potensi jangkauan dan transaksi yang luar biasa, para pengiklan menghadapi tantangan pengukuran yang ketat. Sebanyak 66% pengiklan di kawasan APAC menyatakan khawatir terhadap Brand Safety and Suitability penempatan iklan sosial, sementara kekhawatiran pengiklan di SEA mencapai 52%.

Hal ini menunjukkan bahwa pengiklan di Asia Tenggara semakin menyadari bahwa Brand Safety merupakan tantangan serius dan semakin meningkat di pasar mereka sendiri. Kendala utama yang dihadapi pengiklan di Asia Tenggara adalah mencapai audiens target yang spesifik (48%). Kendala lain yakni mencakup mengikuti trend konten di sosial media (42%) dan menghitung ROAS/ROI (40%).

Meskipun demikian, pengiklan SEA menunjukkan keyakinan yang meningkat dalam dua tahun terakhir terhadap Youtube (85%) dan Instagram (70%). Prioritas periklanan untuk kedua platform cenderung berfokus pada tahap Upper Funnel atau Awareness, yang menyumbang 48% dari pengeluaran di Youtube dan 36% di Instagram.

Baca Juga: Survei Impact.com x Cube Asia: Influencer Berperan Signifikan dalam Mempengaruhi Konsumen

Menanggapi hal ini, Theodorus Caniggia, Senior Enterprise Sales Director DoubleVerify di Indonesia, menekankan peran pengukuran independen dalam pasar yang dinamis ini. Indonesia adalah pasar mobile-first dan social-first yang unik, di mana walled gardens menjadi pendorong utama ekonomi digital.

"Namun seiring dengan bertambahnya peluang besar dalam hal ini, kompleksitas algoritma dan reach menuntut akuntabilitas yang tinggi," katan Theodorus.

Theodorus menambahkan bahwa tingginya volume konten yang dihasilkan pengguna dan munculnya deepfake berbasis AI di platform video dan sosial telah memperburuk risiko brand safety.

Para marketer tidak bisa lagi mengandalkan metrik internal platform, karena analisis DV menunjukkan bahwa tanpa verifikasi pihak ketiga, risiko eksposur brand pada konten user-generated yang tidak sesuai atau berbahaya meningkat secara eksponensial, yang dapat merusak kepercayaan konsumen yang telah terbangun oleh brand.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno17 Maret 2026, 19:22 WIB

ASUS Rilis NUC 16 Pro Mini PC Generasi Baru, Intip Spesifikasi Lengkapnya

Menampilkan performa Intel Core Ultra Series 3, grafis 1,5 kali lebih cepat, dan keamanan tingkat perusahaan.
ASUS NUC 16 Pro Mini PC. (Sumber: ASUS)
Lifestyle17 Maret 2026, 19:10 WIB

Adidas Hyperboost Edge: Memulai Era Baru Lari di Jalan Raya

Hyperboost Edge memperkenalkan era baru lari di jalan raya dengan menggabungkan bantalan maksimal, pengembalian energi tinggi, dan performa ringan dalam satu sepatu.
Adidas Hyperboost Edge. (Sumber: Adidas)
Lifestyle17 Maret 2026, 17:48 WIB

G-SHOCK POTR DW-5600 Cuma Dijual Eksklusif di Jepang, Segini Harganya

Seri 5600 telah menjadi kanvas untuk berbagai macam kombinasi warna dan kolaborasi.
G-SHOCK DW-5600 x Porter. (Sumber: Casio)
Techno17 Maret 2026, 17:11 WIB

Oppo A6s Bisa Dipakai untuk Memotret dalam Air, Harga Mulai dari Rp4,8 Jutaan

Smartphone ini juga dibekali dengan baterai berkapasitas besar.
Oppo A6s. (Sumber: Oppo)
Techno17 Maret 2026, 16:23 WIB

Spek Lengkap dan Harga Infinix Note Smart 20, Punya Fitur Ultra Link

Ponsel entry level punya empat varian warna menarik.
Infinix Smart 20. (Sumber: Infinix)
Automotive17 Maret 2026, 15:27 WIB

Pemesanan Awal Omoway Omo X Bakal Dibuka di Indonesia

Mengatasi Tantangan Kendaraan Roda Dua dengan Teknologi Self-Balancing.
Omoway Omo X. (Sumber: Captain Electro)
Automotive17 Maret 2026, 14:50 WIB

Vespa Primavera dan Sprint Kini Dibekali Mesin Berkapasitas 180CC

PT Piaggio Indonesia memastikan harga skuter tersebut tidak berubah dibanding versi 150 cc sebelumnya.
Vespa memperkenalkan lima varian dengan mesin baru. (Sumber: Piaggio Indonesia)
Techno17 Maret 2026, 13:24 WIB

Apple AirPods Max 2 Baru Dilengkapi Fitur Canggih dan Cip H2

AirPods Max 2 juga hadir dengan peredam kebisingan yang lebih baik.
Apple AirPods Max 2. (Sumber: Apple)
Startup16 Maret 2026, 20:11 WIB

Skorcard x Visa: Memperluas Akses Kartu Kredit Digital di Indonesia

Kolaborasi ini menghadirkan kartu kredit yang aman dan transparan dengan akses lebih luas bagi masyarakat.
Skorcard x Visa.
Techno16 Maret 2026, 19:21 WIB

Siap Sambut Idulfitri, Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional

Lintasarta menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan layanan digital bagi pelanggan di berbagai sektor strategis selama periode Idulfitri 1447 H.
Persiapan Lintasarta menghadapi Idulfitri. (Sumber: dok. lintasarta)