Techverse.asia - Samsung Galaxy Buds Series akan diperkuat dengan integrasi kecerdasan buatan dari Galaxy AI guna menghadirkan pengalaman menggunakan True Wireless Stereo (TWS) yang lebih adaptif akan kebutuhan pemakainya.
Berkat dukungan kecerdasan buatan, Galaxy Buds dibuat untuk dapat mengenali konteks penggunaan serta merespons secara waktu nyata, mulai dari membantu menjaga fokus kala bekerja sampai memastikan konektivitas tetap seamless saat berpindah perangkat.
Baca Juga: Colorful Umumkan Laptop Gaming Evol P15, Tersedia dalam 2 Konfigurasi
Integrasi Galaxy AI di Galaxy Buds Series dikarenakan perangkat TWS kekinian lebih dituntut dari sekadar memberikan kualitas suara yang mantap, seperti pertemuan daring di ruang publik yang bising hingga panggilan telepon yang penting di tengah perjalanan, jadi pemakai perlu perangkat audio yang mampu beradaptasi dengan konteks penggunaan.
"Tanpa kemampuan itu, pengalaman mendengarkan lebih sering terhambat bagi fokus dan produktivitas sehari-hari," ujar MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Tipe Sultan.
Dia menerangkan, peran Samsung Galaxy Buds juga berkmebang dari sekadar perangkat audio menjadi bagian dari alur produktivitas dan interaksi sehari-hari. Pergeseran tersebut tampak dari peluncuran Galaxy Buds 3 Series yang sudah memiliki fitur Galaxy AI, seperti Interpreter dalam Listening Mode serta Adaptive Sound.
"Fitur-fitur tersebut menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan mampu membantu percakapan lintas bahasa sekaligus menyesuaikan audio secara otomatis berdasarkan kondisi di sekitarnya," paparnya.
Baca Juga: Pembaruan Software Pada Galaxy Buds2 Pro dan Galaxy Watch Series, Semakin Canggih Semakin Mudah
Menurut dia, respons positif terhadap inovasi ini menjadi penanda bahwa market di Indonesia lebih siap dalam menyambut perangkat TWS yang mengutamakan pengalaman cerdas dan integrasi, tak lagi sekadar spesifikasi teknis. Ekspektasi konsumen terhadap TWS semakin terus berkembang.
Saat ini mereka membutuhkan perangkat yang bisa menyesuaikan diri dalam pelbagai kondisi. Lewat integrasi Galaxy AI pada Galaxy Buds Series ini perusahaan ingin menghadirkan pengalaman audio yang lebih adaptif dan relevan dengan ritme aktivitas sehari-hari.
Terintegrasi dalam ekosistem Galaxy, Samsung Galaxy Buds Series bekerja selaras dengan sejumlah perangkat Samsung untuk menghadirkan pengalaman lintas perangkat yang mulus.
Baca Juga: Samsung Galaxy Buds FE Harganya Satu Jutaan, Waktu Pemakaian Bisa Sampai 30 Jam
Sinergi tersebut diharapkan mempertegas arah inovasi perusahaan yang menempatkan kecerdasan buatan sebagai fondasi pengalaman dan memastikan setiap gawai bisa saling terhubung dan mendukung aktivitas pemakai secara lebih intuitif.
"Kami percaya bahwa masa depan perangkat pintar terletak pada konektivitas yang intuitif dan saling terintegrasi, di mana setiap perangkat bekerja secara harmonis untuk memahami dan mendukung kebutuhan penggunanya. Antusiasme terhadap Galaxy Buds Series mendorong kami untuk terus melangkah lebih jauh dan menetapkan arah baru bagi inovasi TWS ke depan," imbuh dia.
Adapun perangkat Galaxy Buds terakhir yang diluncurkan Samsung ialah Buds Fan Edition (FE) 3 pada tahun lalu. TWS ini menghadirkan lebih banyak pengguna ke dalam ekosistem Galaxy dengan desain Blade yang ikonis, performa audio yang ditingkatkan, dan kemampuan Galaxy AI.
Baca Juga: Huawei FreeBuds SE 3: TWS Entry-level Seharga Rp400 Ribuan
Samsung Galaxy Buds 3 FE diciptakan untuk momen-momen hening di kereta yang ramai, panggilan telepon di jalan yang berangin, dan daftar putar yang menjadi penyemangat perjalanan pulang.
Dengan speaker yang lebih besar, perangkat ini menghasilkan suara yang kaya dan bertenaga dengan bass yang dalam dan treble yang jernih. Fitur ANC yang telah disempurnakan mampu mengurangi kebisingan sekitar, menciptakan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif.
Teknologi Crystal Clear Call menggunakan model pembelajaran mesin pra-latihan canggih untuk mengisolasi suara pengguna, memastikan percakapan tetap jernih bahkan di lingkungan yang bising. Pengalaman panggilan telepon juga ditingkatkan dengan posisi mikrofon yang disesuaikan, yang dioptimalkan untuk menangkap suara dengan mikrofon menghadap ke mulut pengguna.
















