KPPU Awasi Ketat Google, Lazada, dan Shopee, Imbas Dugaan Praktik Usaha Tidak Sehat

Uli Febriarni
Selasa 28 Mei 2024, 09:47 WIB
KPPU mengawasi Shopee, Google, dan Lazada terkait dugaan pelanggaran persaingan usaha digital (Sumber: Koran Tempo)

KPPU mengawasi Shopee, Google, dan Lazada terkait dugaan pelanggaran persaingan usaha digital (Sumber: Koran Tempo)

Ada begitu banyak marketplace dan bentuk pasar digital yang beroperasi di Indonesia. Semua pasar digital yang mendapat izin melayani konsumen, juga dipastikan wajib mengikuti tata aturan yang berlaku, agar suasana persaingan pasar yang tercipta tetap kondusif.

Namun demikian, masih ada sejumlah perusahaan yang diduga membandel. Hal itu kemudian mendorong Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia (RI) mengawasi perilaku pelaku usaha di Pasar Digital ini. Misalnya saja, seperti sekarang ini, KPPU sedang mengawasi Shopee, Google, dan Lazada.

Baca Juga: Jangjo Sediakan Mesin Pengolahan Sampah Pintar, Warga Jakarta Bisa Mengaksesnya

Ketiga pelaku pasar digital itu diawasi KPPU sehubungan dengan adanya indikasi pelanggaran Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Ketua KPPU RI, M. Fanshurullah Asa, mengatakan untuk Lazada, pihaknya telah memulai penyelidikan awal seiring dengan ditemukannya sejumlah bukti awal atas dugaan pelanggaran ketentuan itu.

"Lazada diindikasikan melakukan tindakan diskriminatif yang berpotensi menghambat persaingan, dan bahkan diindikasikan dapat merugikan pelanggan atau konsumen," kata Fanshurullah dalam keterangannya, dikutip Selasa (28/5/2024).

Untuk kasus Lazada, Fanshurullah menuturkan telah melakukan pengawasan sejak 2021 lalu, dan telah menemukan alat bukti yang cukup untuk meningkatkan penanganan indikasi ini ke tahap penyelidikan.

Dalam proses penyelidikan pelaku usaha digital tersebut, KPPU akan mengumpulkan dua alat bukti terkait dugaan pelanggaran, untuk bisa menyimpulkan apakah penyelidikan tersebut memenuhi persyaratan dilanjutkan ke tahap pemberkasan dan persidangan. Atau bahkan sebaliknya, tidak diperoleh alat bukti yang cukup, sehingga penyelidikan tidak memenuhi persyaratan untuk dilanjutkan.

Baca Juga: Sarapan Soto Triwindu di Solo, Kuahnya Bening nan Segar dengan Daging Sapi Empuk

Sementara itu, untuk dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Shoppe, saat ini akan memasuki tahapan Sidang Majelis Pemeriksaan Pendahuluan Perdana.

"Sidang perdana tersebut digelar hari ini," lanjut dia.

Baca Juga: TikTok Tambahkan Serangkaian Fitur Berbasis AI Generatif, Cek Selengkapnya

Baca Juga: Apa Itu Arsitektur AI Empat Lapis? AI Generatif Ala HONOR, di HONOR 200 Series

Baca Juga: Vivo Y28 Meluncur di Indonesia, Adopsi Teknologi Star Helo

Fanshurullah Asa menjelaskan, langkah yang diambil KPPU ini adalah dalam rangka memenuhi komitmen atas program prioritas Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2024 – 2029, KPPU terus aktif mengawasi ketat perilaku pelaku usaha di pasar digital.

Seperti diketahui, Anggota KPPU periode 2024 – 2029 pada awal masa jabatannya menyebut bahwa, akan menjadikan pasar digital dan pangan sebagai fokus utama pengawasan dalam periode mereka. Selain fokus 100 hari kerja pada sektor dengan besaran Indeks Persaingan Usaha Nasional terendah atau di bawah rata-rata selama lima tahun terakhir, seperti gas, ketenagalistrikan, pertambangan, dan konstruksi.

Baca Juga: Pengguna iPhone dengan iOS 18 Bisa Buat Emoji Sendiri dan Kustomisasi Aplikasi Pakai AI

Terkait pelanggaran yang dilakukan oleh para pengusaha digital ini, jika terbukti melanggar, Lazada dapat dikenakan sanksi berdasarkan UU No. 5/1999.

"Jika nanti terbukti melanggar, Lazada dapat didikenakan sanksi denda paling banyak sebesar 50 persen dari keuntungan bersih atau 10 persen dari total penjualan, yang diperolehnya pada pada pasar bersangkutan selama kurun waktu pelanggaran," demikian disebutkan oleh Fanshurullah Asa.

Fanshurullah menegaskan, KPPU akan terus aktif melakukan pengawasan terhadap perilaku pelaku usaha pasar digital.

Baca Juga: Spesifikasi Lengkap POCO Pad, Tablet Pintar Jelmaan Redmi Pad Pro

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno19 Juli 2024, 12:48 WIB

Microsoft Designer Tersedia Gratis di Android dan iOS, Kini Ada Lebih Banyak Template

Aplikasi Microsoft Designer diperkirakan bakal jadi saingan Canva, berkat fitur kemampuan AI generatif yang lebih banyak
Mengubah gaya gambar dengan Microsoft Designer (Sumber: Microsoft Designer)
Automotive19 Juli 2024, 12:03 WIB

Suzuki Perkenalkan Konsep mobil Listrik eVX

eVX adalah konsep mobil listrik pertama dari EV world strategic model yang dimiliki Suzuki
Suzuki hadirkan mobil listrik konsep eVX di GIIAS 2024 (Sumber: Suzuki)
Startup18 Juli 2024, 23:30 WIB

Har Har Chicken! Kriuknya Cuan Ayam Goreng Terasi

Har Har Chicken!, kios makanan takeaway dengan spesialisasi menu yang berfokus pada har cheong gai atau ayam goreng terasi
Berbagai menu yang dijajakan oleh Har Har Chicken! (Sumber: East Ventures)
Techno18 Juli 2024, 22:42 WIB

MyTelkomsel Kini Berubah Menjadi MyTelkomsel Super App, Ini 5 Fitur Unggulannya

MyTelkomsel Super App bukan hanya menyediakan layanan telekomunikasi, melainkan juga gaya hidup, kesehatan, travel, pembayaran e-commerce, beri kado teman, sampai bayar parkir.
Peluncuran My Telkomsel Super App (Sumber: Telkomsel)
Automotive18 Juli 2024, 22:38 WIB

Mazda CX-30 Hadir di GIIAS 2024, SUV dengan Desain Khas Kodo

Mobil ini memiliki cerita yang unik tentang penamaannya.
Mazda CX-30. (Sumber: Mazda)
Techno18 Juli 2024, 21:27 WIB

OnePlus Watch 2R Rilis, Apa Bedanya dengan OnePlus Watch 2?

OnePlus Watch 2R dilengkapi fitur-fitur utama seperti Wear OS dengan pemrosesan Snapdragon W5 dan RTOS opsional.
OnePlus Watch 2R (Sumber: OnePlus)
Automotive18 Juli 2024, 21:04 WIB

Mitsubishi All New Triton Dipamerkan di GIIAS 2024, Begini Spek Mesin dan Harganya

All New Triton ditawarkan dalam enam varian terbaru.
Mitsubishi All New Triton dihadirkan di GIIAS 2024 pada 17-28 Juli. (Sumber: Mitsubishi)
Startup18 Juli 2024, 20:58 WIB

Berkenalan dengan 'Dira', Asisten Suara AI di Aplikasi GoPay

Dira sebagai bagian dari GoTo AI, menjadi asisten suara berbahasa indonesia pertama di industri fintech.
Dira, asisten suara AI berbahasa indonesia di aplikasi GoTo (Sumber: GoTo)
Automotive18 Juli 2024, 20:39 WIB

SUV Mewah AITO M9 Mejeng di GIIAS 2024, Simak Fitur-Fitur Cerdas di Dalamnya

SUV full-size luxury Aito M9 dikemas dengan lebih dari 300 fitur cerdas.
SERES Indonesia Tampilkan SUV Concept AITO M9 di GIIAS 2024 (Sumber: DFSK)
Automotive18 Juli 2024, 20:37 WIB

Hyundai IONIQ 5 N Resmi Dipasarkan di Indonesia, Ini 2 Negara Produksinya

IONIQ 5 N resmi dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.
Hyundai IONIQ 5 N yang dirakit di Indonesia tampil di GIIAS 2024. (Sumber: Hyundai)