9 Startup Finalis Climate Impact Innovations Challenge 2025

Rahmat Jiwandono
Jumat 22 Agustus 2025, 17:24 WIB
Sembilan perusahaan rintisan terpilih di program CIIC 2025. (Sumber: East Ventures)

Sembilan perusahaan rintisan terpilih di program CIIC 2025. (Sumber: East Ventures)

Techverse.asia - East Ventures dan Temasek Foundation resmi mengumumkan sembilan finalis Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2025, kompetisi teknologi inovasi iklim terbesar di Indonesia. Melanjutkan momentum tahun lalu, tantangan ini kembali berfokus pada tiga jalur berbeda: transisi energi, pertanian berkelanjutan, dan ekonomi sirkular.

Setelah penutupan pendaftaran pada 25 Juni tahun ini, CIIC 2025 menerima minat yang luar biasa dari para inovator, dengan total hampir 500 penggerak perubahan dari lebih dari 50 negara di seluruh dunia.

Baca Juga: Waterhub Umumkan Pendanaan Awalnya, Memperluas Akses Air Minum

Setiap pendaftaran menjalani evaluasi menyeluruh dan ditinjau secara cermat oleh East Ventures, Temasek Foundation, dan 12 komite penyeleksi tambahan yang terdiri dari para pakar lapangan.

"Selamat kepada para startup finalis CIIC 2025 yang telah terpilih. Kami sangat senang dengan antusiasme para inovator di seluruh dunia dan antusias dengan lonjakan solusi pionir yang memanfaatkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) yang muncul tahun ini," ujar Partner di East Ventures Avina Sugiarto pada Jumat (22/8/2025).

Ia mengatakan, keberlanjutan menjadi bagian dari DNA East Ventures, dan komitmen terhadapnya tetap teguh. Tantangan ini mencerminkan dedikasi mereka untuk menciptakan dampak yang bermakna dan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan, terutama dalam menemukan solusi utama untuk mengatasi tantangan iklim Indonesia.

"Kami berharap solusi ini dapat berkembang dan berskala luas di seluruh Indonesia dan sekitarnya," terangnya. Ini daftar lengkap para startup finalis Climate Impact Innovations Challenge 2025 yang terdiri dari tiga kategori di atas.

Baca Juga: East Ventures Beri Pendanaan untuk Sxored: Startup Analisis Kredit Bertenaga AI

Jalur transisi energi

Aslan Renewables: pembangkit listrik tenaga air modular tanpa bendungan atau waduk besar, menghasilkan listrik berbiaya rendah dengan efisiensi hingga 86%.

Incy Tech: membangun perangkat energi terbarukan terapung modular yang menghasilkan energi tiga kali lebih banyak daripada panel surya tradisional dengan biaya sepertiganya.

Rekosistem: mengubah sampah campuran menjadi energi terbarukan yang merupakan alternatif kompetitif untuk bahan bakar fosil, sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga hingga 85%.

Jalur pertanian berkelanjutan

Arukah Capital: menghasilkan energi bersih dan bioproduk dari limbah pertanian, sekaligus mengalokasikan 50% pendapatan karbon untuk petani kecil.

Baca Juga: Startup Pengolahan Sampah 'Rekosistem' Raih Pendanaan Rp75 Miliar, Simak Daftar Langkah Strategis Mereka

Gokomodo: melipatgandakan panen jagung petani kecil, sekaligus mengurangi emisi pertanian hingga 40%, melalui agronomi cerdas iklim dan pemantauan digital.

Moosa Genetics: teknologi reproduksi canggih untuk ternak yang menggandakan produksi susu dari peternakan, dengan pengurangan emisi metana.

Jalur ekonomi sirkular

Yayasan Maritim Nusantara Lestari: mengubah limbah akuakultur menjadi protein, kitin, dan mineral bernilai tinggi, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

Midwest Composites: mengubah serat alami dan limbah pertanian menjadi komposit serat alami yang mengurangi emisi karbondioksida (CO2) hingga 75% dan lima kali lebih murah daripada alternatif lain.

Baca Juga: Paywatch Buka Kantor di Bali, Dukung Keberlanjutan Pariwisata

SXD AI: merancang dan menskalakan garmen tanpa limbah material, menghasilkan penghematan material sepuluh kali lipat, pengurangan emisi CO2 sebesar 80%, dan penghematan biaya hingga 55%.

Selama beberapa bulan ke depan, para startup finalis itu akan dibimbing oleh para pemimpin ekosistem yang akan memberikan bimbingan dalam menjalin kemitraan strategis, mengembangkan rencana pemasaran dan komersialisasi, serta mengasah keterampilan berbicara di depan umum.

Para finalis kemudian akan bersaing memperebutkan total hadiah sebesar Rp10 miliar beserta berbagai keuntungan eksklusif yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis mereka di Indonesia.

Pitch final mereka akan berlangsung di Grand Final Climate Impact Innovations Challenge 2025 pada 10-11 Oktober 2025, yang diselenggarakan di Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta.

Baca Juga: Fokus Terhadap Investasi Keberlanjutan, MDI Ventures Danai 3 Startup Ini

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno17 April 2026, 18:22 WIB

MyRepublic Air Hadir di Indonesia, Targetkan Beroperasi di 90 Kota

MyRepublic Air Resmi Meluncur, Perluas Akses Internet ke Luar Kota Besar.
MyRepublic Air.
Techno17 April 2026, 17:56 WIB

Pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow 2026 Dibuka Mulai 28 April 2026

Samsung mengajak generasi muda Indonesia mengembangkan ide inovatif berbasis teknologi untuk menjawab berbagai tantangan di sekitar mereka.
Samsung Solve for Tomorrow 2026. (Sumber: dok. samsung)
Culture17 April 2026, 17:29 WIB

Perkembangan Teknologi Bisa Bantu Memperkenalkan Seni Karawitan

Seni Karawitan Mencari Ruang Pentas.
Ilustrasi gamelan. (Sumber: gamelab)
Startup17 April 2026, 17:07 WIB

Privy x HIPMI Kota Bandung Dorong Legalitas Dokumen Bisnis di Era Coretax

Privy telah dipercaya oleh lebih dari 71 juta pengguna individu terverifikasi dan ratusan ribu perusahaan dan institusi di Indonesia.
Privy x HIPMI Kota Bandung. (Sumber: istimewa)
Automotive17 April 2026, 16:31 WIB

Amflow PX dan PR: Sepeda eMTB Ringan Bertenaga yang Bisa Tempuh Jarak Ratusan Km

Ditenagai sistem Avinox M2S dan M2 terbaru memungkinkan batas daya puncak 1.500W dan 1.100W.
Amflow PX. (Sumber: Amflow)
Lifestyle17 April 2026, 15:09 WIB

Pengisi Suara Chainsaw Man: Kikonosuke Toya Bakal Hadir di Tailan

Para penggemar di Negeri Gajah Putih dapat bertemu dengan pengisi suara Denji versi Jepang.
Kikunosuke Toya.
Techno17 April 2026, 14:57 WIB

Studi: Anak-anak di Australia Masih Bermain Sosial Media Meski Sudah Dilarang

Survei yang dilakukan oleh Molly Rose Foundation melibatkan lebih dari 1.000 anak berusia antara 12-15 tahun pada Maret 2026.
Ilustrasi anak bermain sosial media. (Sumber: freepik)
Techno17 April 2026, 14:32 WIB

ASUS Rilis Tetikus Nirkabel ZenMouse MD202, Punya 2 Varian Warna

Mouse ASUS pertama dengan penutup atas Ceraluminum menawarkan estetika yang disempurnakan dan sensor Track-on-Glass canggih.
ASUS ZenMouse MD202. (Sumber: ASUS)
Techno16 April 2026, 19:06 WIB

Roblox Resmi Memperkenalkan Tingkatan Akun yang Wajib Berdasarkan Usia

Orang yang tidak melakukan verifikasi usia hanya dapat mengakses gim yang ramah keluarga.
Akun anak-anak memiliki warna latar belakang yang berbeda. (Sumber: Roblox)
Startup16 April 2026, 18:30 WIB

Baskit Umumkan Pendanaan Seri A Senilai Puluhan Miliar, Segera Ekspansi ke Filipina

Ada kesamaan struktural antara Indonesia dengan Filipina dalam hal fragmentasi rantai pasok.
Tim manajemen Baskit. (Sumber: dok. baskit)