AI Safety Summit 2023, Kominfo RI Usulkan 3 Pondasi untuk Penerapan AI yang Lebih Luas

Uli Febriarni
Jumat 03 November 2023, 20:38 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber : istockphoto)

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber : istockphoto)

Penguatan kolaborasi dalam merespons perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi perhatian seluruh delegasi dalam AI Safety Summit 2023.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Wamenkominfo RI), Nezar Patria, menyatakan satu-satunya cara untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan AI dengan memahami dan memitigasi risiko.

Dalam pertemuan itu, Nezar menjelaskan bahwa Indonesia mengusulkan tiga P sebagai fondasi tindakan kolektif dan kolaborasi di masa depan; yaitu Policy (kebijakan), Platform (aplikasi) dan People (sumber daya manusia).

Berkaitan dengan kebijakan, Nezar Patria menekankan kebijakan mengenai AI harus bermanfaat bagi semua pihak ,dan berfungsi sebagai dasar melakukan tindakan afirmatif. Seperti menutup kesenjangan digital, dan memfasilitasi transfer teknologi AI.

Baca Juga: Apa Saja Isi Paket Flipsuit Case Samsung x Stray Kids?

"Kebijakan kita harus mencerminkan proyeksi masa depan kita tentang penggunaan AI yang aman, terjamin, dan kuat," ujarnya, dikutip Jumat (3/11/2023).

Nezar menambahkan, diskusi mengenai keamanan AI harus ditempatkan melalui platform multilateral yang inklusif, dan memungkinkan setiap pemangku kepentingan mengekspresikan keprihatinan secara terbuka.

"Kita membutuhkan komunikasi yang jujur dan jelas ketika membahas AI, terutama mengenai risikonya dan langkah mitigasinya," kata dia. 

Sementara itu untuk aspek sumberdaya manusia, Nezar menyatakan Indonesia percaya bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah suatu keharusan.

"Tindakan kita di masa depan harus mengarah pada pendekatan yang lebih inklusif dengan memberdayakan manusia," tegasnya.

Kesiapan sumber daya manusia adalah kunci untuk mengoptimalkan manfaat dan memitigasi risiko AI. Oleh karena itu, inisiatif literasi digital, program peningkatan keterampilan digital, serta pemberdayaan kepemimpinan digital, harus ditempatkan sebagai komitmen dan prioritas global.

Kominfo RI juga menekankan, pemanfaatan AI harus dilakukan secara inklusif dan bertanggung jawab. Maka, di tingkat nasionalpun, sebagai salah satu upaya penting dalam antisipasi perkembangan teknologi baru di era digital, pemerintah menyusun Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial untuk 2020-2045.

Dalam dokumen itu, pemerintah memandu pengembangan serta penerapan AI yang beretika, agar kebijakan AI dapat disusun sekaligus diimplementasikan secara transparan, akuntabel, dan adil.

Sistem AI harus dirancang agar transparan dalam proses pengambilan keputusannya, akuntabel atas tindakannya, dan adil dalam memperlakukan berbagai kelompok masyarakat.

Baca Juga: Media Sosial Bawa Dampak Negatif, Youtube Akan Batasi Rekomendasi Video ke Remaja

Baca Juga: Nonton Piala Dunia U-17 di Vidio, Bonus Kuota Nonton 1 GB dari Telkomsel

Sejalan dengan menyambut penerapan AI dan teknologi yang lebih masif, Menkominfo RI, Budi Arie Setiadi, menegaskan terus mendukung dengan perkembangan pembangunan infrastruktur teknologi digital nasional. Caranya, dengan terus berusaha mencapai target pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dan memantau progress posisi letak Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1.

Mengenai penyelesaian pembangunan BTS 4G, Menkominfo menyatakan akan mengumumkan target pembangunan 5.600 menara BTS -yang telah dan akan terus dibangun oleh Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) bersama mitra operator seluler.

Menurut dia, layanan konektivitas internet melalui BTS 4G yang berada di daerah tertinggal, terpencil dan terdepan (3T) menggunakan mekanisme subsidi Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, SATRIA-1 ditargetkan akan mengorbit pada Desember 2023. Saat ini BAKTI Kominfo tengah menyelesaikan pembangunan ground segmen yang bisa diakses ke penerima. Harapannya, awal 2024, SATRIA-1 sudah bisa melayani masyarakat.

"Karena ground segmen ke penerimanya dan sedang dibangun titik-titiknya dengan kapasitasnya 150 Gbps dibagi 30.000 titik, mungkin jadi 55 Mbps per titik. Yang pasti negara kita ini luas, jadi penggunaan teknologi satelit menjadi penting bagi kita," jelasnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait
Techno

Kemenkominfo RI Mulai Menyusun Regulasi AI

Jumat 01 September 2023, 10:08 WIB
Kemenkominfo RI Mulai Menyusun Regulasi AI
Berita Terkini
Startup04 Mei 2026, 19:40 WIB

Jogja Spark X Pemkot Yogyakarta Dorong Talenta Lokal ke Level Global

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Jogja Spark kepada para pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam pengembangan dan implementasinya ke depan.
Ilustrasi startup. (Sumber: pexels)
Techno04 Mei 2026, 18:20 WIB

Orka O1 Pro: Alat Bantu Dengar dengan Fitur Peredam Bising Aktif Pertama di Dunia

Perangkat ini menjanjikan masa pakai hingga 35 jam dan beratnya cuma 3,5 gram per earpiece.
Orka O1 Pro.
Automotive04 Mei 2026, 17:41 WIB

Omoda 4 Resmi Mulai Diproduksi Massal, Bawa Konsep Cyber Mecha

Estetika Cyber Mecha akan membentuk identitas visual eksklusif pada Omoda 4.
Omoda 4 Cyber Mecha. (Sumber: Chery)
Techno04 Mei 2026, 17:25 WIB

Netflix Clips Bantu Temukan Baru dari Cuplikan-cuplikan dari Programnya

Beginilah tampilan tayangan video vertikal baru Netflix.
Netflix Clips. (Sumber: Netflix)
Lifestyle04 Mei 2026, 15:31 WIB

The Blibli Match Series akan Diselenggarakan di 3 Kota

Event ini hadirkan pengalaman bermain padel dan terkoneksi dalam satu ekosistem.
Kompetisi padel The Blibli Match Series. (Sumber: dok. blibli)
Techno04 Mei 2026, 15:11 WIB

Samsung Hadirkan Galaxy Book 6 Enterprise Edition, Ditenagai Prosesor Intel Core Ultra dengan Intel vPro

Dibuat untuk penerapan perusahaan dengan pencitraan OS yang disesuaikan, konfigurasi BIOS, dan kemampuan penandaan aset.
Samsung Galaxy Book 6 Enterprise Edition. (Sumber: Samsung)
Startup04 Mei 2026, 14:11 WIB

Xurya Garap Lebih dari 300 Panel Surya di Indonesia Sepanjang 2025

Adopsi energi surya semakin didorong oleh stabilitas biaya dan ketahanan operasional.
Xurya Project. (Sumber: dok. xurya project)
Techno04 Mei 2026, 13:56 WIB

Garmin Instinct 3 Series Kini Ditawarkan dalam 3 Kelir Anyar

Padukan Street Style dan Ketangguhan untuk Urban Explorer.
Garmin Instinct 3 punya warna baru. (Sumber: Garmin)
Techno01 Mei 2026, 18:29 WIB

China Blokir Pembelian Meta terhadap Startup Manus, Ada Apa?

Otoritas setempat memblokir kesepakatan Manus senilai US$2 miliar milik Meta setelah penyelidikan berbulan-bulan.
Meta (Sumber: Wikimedia)
Techno01 Mei 2026, 18:15 WIB

TikTok Go by Tokopedia Bantu Dorong Bisnis Dine-in dan Kreator

TikTok GO by Tokopedia memperkuat sinergi antara konten, komunitas, dan aktivitas bisnis.
TikTok Go. (Sumber: istimewa)