Komdigi Ingin Terapkan Kartu SIM Ponsel Berbasis Biometrik Pengenalan Wajah

Rahmat Jiwandono
Kamis 18 Desember 2025, 16:33 WIB
Ilustrasi kartu sim untuk ponsel. (Sumber: istimewa)

Ilustrasi kartu sim untuk ponsel. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat per September tahun ini, jumlah pelanggan seluler yang tervalidasi mencapai lebih dari 332 juta pengguna. Tapi, berdasarkan laporan Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat sebanyak 383.626 rekening terlapor sebagai rekening penipuan dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp4,8 triliun.

Oleh karena itu, sebagai wujud konkret guna memutus mata rantai kejahatan digital yang sering menggunakan nomor seluler sebagai pintu masuk, Komdigi resmi akan menerapkan registrasi kartu SIM ponsel berbasis biometrik pengenalan wajah atau face recognition.

Pendaftaran secara sukarela untuk metode anyar ini akan dimulai 1 Januari 2026, dengan masa transisi hybrid sampai akhir Juni tahun depan, sebelum berjalan sepenuhnya mulai pada 1 Juli 2026.

Baca Juga: Sharp Aquos R10 dan Sense 10 Resmi Dipasarkan di Indonesia, Segini Harganya

Kebijakan ini mencuat dalam talkshow bertajuk 'Ancaman Kejahatan Digital serta Urgensi Registrasi Pelanggan Seluler Berbasis Biometrik Face Recognition' yang digelar Komdigi bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Rabu (17/12/2025), di Jakarta.

Di acara tersebut, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menyampaikan bahwa hampir seluruh modus kejahatan siber, seperti smishing, scam call, spoofing, hingga penipuan social engineering, yang menjadikan nomor seluler sebagai alat utama. Adapun nilai kerugiannya sudah tembus lebih dari Rp7 triliun.

"Bahkan setiap bulan ada lebih dari 30 juta scam call dan setiap orang menerima minimal satu spam call, setidaknya satu kali seminggu. Hal ini yang membuat kami merancang kebijakan registrasi SIM Card memakai face recognition," jelasnya kami lansir pada Kamis (18/12/2025).

Pernyataan tersebut meliputi analisis sebelumnya yang mengungkap celah registrasi kartu SIM memicu maraknya terjadinya penipuan secara daring atau online.

Baca Juga: Komdigi Bekukan Izin Operasional Kripto Worldcoin dan World ID

Dijelaskannya, aturan itu juga bertujuan untuk membantu operator seluler dalam membersihkan database dengan nomor-nomor yang sudah tidak aktif lagi. Sebab, tercatat lebih dari 310 juta nomor seluler yang beredar, padahal populasi dewasa Indonesia kurang lebih 220 juta pengguna.

"Jadi, sinyal frekuensi seluler para operator bisa dimanfaatkan oleh orang yang benar-benar menajadi pelanggan setia dan bukan dipakai oleh para pelaku tindak kejahatan digital," ujarnya.

Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Basir mengatakan, operator seluler telah siap menjalankan kebijakan baru tersebut. Dia merinci jadwal implementasinya. Di tahap awal, mulai 1 Januari 2026, akan digunakan sistem hybrid. Calon pelanggan baru bisa memilih dua cara, yaitu dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) seperti selama ini atau langsung dengan verifikasi biometrik wajah.

"Lalu, mulai 1 Juli tahun depan, registrasi bagi pelanggan baru bakal sepenuhnya menggunakan biometrik murni. Namun begitu, ini cuma berlaku bagi pelanggan baru, sedangkan untuk pelanggan lama enggak perlu melakukan registrasi lagi," katanya.

Baca Juga: Telkomsel Ubah Sampah Plastik Bekas Kartu SIM Jadi Paving Block dan Smartphone Holder

Kebijakan transaksi tersebut, lanjutnya, sejalan dengan informasi sebelumnya tentang masa transisi satu tahun registrasi kartu SIM memakai fitur pengenalan wajah. Menurutnya, kesiapan para operator seluler tak cuma sekadar pernyataan. Dia memaparkan beberapa langkah konkret yang telah diambil.

"Pertama, operator telah menerapkan validasi biomterik untuk proses penggantian kartu SIM di gerai," katanya.

Kedua, mereka juga telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk pemanfaatan data kependudukan, yang diperpanjang setiap dua tahun.

"Terakhir, operator turut mendukung standarisasi sistem keamanan bersertifikasi ISO 27001 serta standarisasi liveness detection atau pendeteksi keaslian wajah minimal punya sertifikasi ISO 30107-2 guna mencegah terjadinya pemalsuan," imbuhnya.

Baca Juga: Begini Cara Mengadukan Penipuan Online

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)