Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Literasi Digital yang Telah Dilakukan Komdigi

Rahmat Jiwandono
Senin 27 Januari 2025, 19:05 WIB
Ilustrasi literasi digital (Sumber: Arkansas Regional Innovation Hub)

Ilustrasi literasi digital (Sumber: Arkansas Regional Innovation Hub)

Techverse.asia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menyatakan akan merancang kebijakan mengenai perlindungan anak-anak di ruang digital. Inisiasi tersebut didasarkan pada perintah Presiden Prabowo Subianto agar lebih memperhatikan konsumsi digital masyarakat, khususnya kelompok anak-anak di bawah umur.

Baca Juga: ASUS TUF Gaming A18: Laptop Gaming dengan Ukuran Layar dan Desain Sasis Baru

Pakar digital sekaligus peneliti Center for Digital Society (CfDS), Universitas Gadjah Mada (UGM) Hafiz Noer mengatakan bahwa pemerintah perlu menentukan metode dan sasaran seperti apa yang ingin diambil dalam kebijakan. Upaya penetrasi literasi digital dan adaptasi masyarakat bukanlah inisiatif baru.

Bahkan gerakan masyarakat dan lembaga non pemerintah saat ini sudah merintis berbagai program untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, baik melalui platform maupun edukasi.

“Saya kira hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi kebijakan sebelumnya yang telah dilakukan oleh Komdigi. Kami di CfDS bersama Komdigi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya juga telah bersinergi dan masih berjalan sampai sekarang,” ungkap Hafiz, Senin (27/1/2025).

Baca Juga: Lawan Serangan Siber, MDI Ventures Berinvestasi ke Perusahaan Rintisan di Singapura

Menurut dia, penting bagi pemerintah agar melihat sebuah kebijakan sebagai langkah progresif, bukan hanya inisiatif baru. Apa yang telah dilakukan sebelumnya perlu dievaluasi untuk melihat kekurangan dan menentukan langkah yang akan diambil.

Hafiz melanjutkan, perlindungan anak-anak di ruang digital bisa dimulai dengan peningkatan literasi digital dan kecakapan digital. Mata pelajaran literasi digital sempat diusulkan agar dimasukkan dalam kurikulum merdeka.

Jenis pelajaran ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di kurikulum tingkat satuan pendidikan. Namun sayangnya, pada akhirnya pembelajaran digital tidak dimasukan sebagai mata pelajaran utama melainkan hanya sebagai bimbingan belajar.

Baca Juga: Kampus Kerja Sama dengan Platform Pinjol untuk Pembayaran UKT? Begini Kritik CfDS UGM

“Perlu dibedakan antara kecakapan digital dan literasi digital. Memang penting untuk memahami cara menggunakan perangkat Word, membuat coding, tapi jauh lebih penting untuk mempelajari etiket dan netiket berdigital,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk membuat masyarakat lebih selektif dan bijak di ruang digital, literasi digital seharusnya menjadi prioritas dengan memposisikan masyarakat sebagai pengguna.

Selain pembelajaran, pemerintah mempunyai pilihan untuk menelaah kebijakan-kebijakan perusahaan penyedia platform digital seperti X/Twitter, Meta, Youtube, TikTok, dan lainnya.

Beberapa platform, khususnya media sosial telah mengembangkan content guidelines atau community guidelines untuk menyaring informasi. Seperti X misalnya, terdapat fitur community notes yang memungkinkan pengguna menambahkan catatan atau melabeli konten misinformasi.

Baca Juga: Literasi Digital Tekomsel Beri Bootcamp dan Workshop, Dorong Kreativitas Digital

“Kita tidak bisa mengeneralisir kebutuhan dan kondisi literasi digital, karena setiap platform menggambarkan pengguna yang berbeda. Tapi menurut saya masih perlu banyak upaya,” katanya.

Dijelaskannya bahwa dampak digitalisasi ini tidak hanya bagi anak-anak saja, namun juga orang tua dan lansia. Untuk itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Urgensi literasi digital bisa dilihat dengan berbagai perkembangan misinformasi seperti penggunaan DeepFake dan AI generatif. Hal ini bisa dilihat dalam survei nasional oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) terhadap 1.200 masyarakat Indonesia.

Sebanyak 33,3 persen dari 11,8 persen responden yang pernah melihat konten DeepFake menyatakan percaya konten tersebut benar. Parahnya, 4,1 persen responden yang melihat konten DeepFake lainnya mengaku pernah membagikan konten tersebut.

Baca Juga: TikTok Perbarui Aturan Pedoman Komunitas, Melarang Deepfake Tokoh Nonpublik dan Dukungan Palsu

Melihat masifnya produksi konten digital dan persebarannya tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Hafiz menambahkan, Komdigi bisa berkolaborasi dengan aliansi anti-hoaks dan pakar-pakar digital di masyarakat.

“Kami di CfDS UGM punya berbagai program kerja sama dengan organisasi lain seperti Mafindo. Harapannya gerakan masyarakat ini bisa terus didukung oleh pemerintah,” katanya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby25 Mei 2026, 18:24 WIB

Sinopsis dan Daftar Pemeran Star Wars The Mandalorian and Grogu

Buat kamu penggemar film Star Wars, yang satunya ini enggak boleh kamu lewatkan.
Star Wars: The Mandalorian and Grogu.
Techno25 Mei 2026, 17:05 WIB

Android 17 Beta Sekarang Resmi Tersedia untuk Vivo X300 Pro dan iQOO 15

Lihat beberapa pembaruan yang dihadirkan di Android 17.
Android 17 Beta 3 untuk Vivo X300 Pro dan iQOO 15. (Sumber: Vivo)
Startup25 Mei 2026, 16:55 WIB

Cove Hadirkan Fitur Sosial Melalui Pembaruan pada Aplikasinya

Pertama di Indonesia, antarpenghuni co-living dapat saling terkoneksi di ruang digital.
Aplikasi Cove.
Techno25 Mei 2026, 16:08 WIB

Apple Sports Kini Dapat Diakses di 170 Negara, Bisa Pantau World Cup 2026

Apple Sports berekspansi ke lebih dari 90 negara dan wilayah baru.
Apple Sports.
Automotive25 Mei 2026, 15:07 WIB

Xiaomi YU7 Standard dan YU7 GT Meluncur Global, Punya 3 Warna Baru

SUV mewah berperforma tinggi, yang menyeimbangkan kenyamanan keluarga dengan keseimbangan yang atletis.
Xiaomi YU7 Series. (Sumber: Xiaomi)
Techno25 Mei 2026, 14:09 WIB

Insta360 Mic Pro: Mikrofon Tersembunyi di Tempat yang Mudah Terlihat

Mic Pro dirancang untuk generasi kreator baru, memungkinkan bercerita dengan audio yang tidak hanya terdengar, tetapi juga terlihat.
Insta360 Mic Pro. (Sumber: Insta360)
Lifestyle25 Mei 2026, 13:46 WIB

Daftar Pemenang Crunchyroll Anime Awards 2026

Event ini diklaim sukses memecahkan rekor 73 juta suara dari seluruh dunia.
My Hero Academia dinobatkan sebagai pemenang Crunchyroll Anime Awards 2026. (Sumber: istimewa)
Techno25 Mei 2026, 13:25 WIB

Spesifikasi Lengkap dan Harga POCO Pad C1, Desainnya Ramping

Memberikan Hiburan Saat Bepergian dengan Layar Jernih dan Daya Tahan Baterai yang Lebih Lama.
POCO Pad C1. (Sumber: POCO)
Travel23 Mei 2026, 13:38 WIB

Airbnb Menghadirkan Pilihan Hotel Independen dan Butik ke Aplikasinya

Perusahaan juga memperkenalkan Airbnb Services baru yang akan membuat setiap bagian perjalanan lebih mudah.
Penambahan hotel butik dan independen di Airbnb. (Sumber: airbnb)
Techno22 Mei 2026, 16:34 WIB

Kingston Perkuat Komitmen Pasokan Memori dan SSD Industrial

Kingston hadir untuk mendukung fondasi hardware dari ambisi Making Indonesia 4.0.
Kingston IPC Solutions. (Sumber: istimewa)