Meta Bikin Facebook Reels Kini Lebih Mirip dengan Instagram

Rahmat Jiwandono
Kamis 09 Oktober 2025, 14:54 WIB
Reels Facebook punya tampilan anyar. (Sumber: meta)

Reels Facebook punya tampilan anyar. (Sumber: meta)

Techverse.asia - Meta meluncurkan beberapa perubahan signifikan pada Facebook Reels agar pengalamannya lebih mirip dengan Instagram Reels. Ya, perusahaan ini telah memperbarui 'mesin rekomendasi' pelantar tersebut agar lebih cepat mempelajari minat pengguna dan menampilkan Reels yang lebih baru dan lebih relevan.

Pembaruan tersebut mencakup fitur-fitur yang menawarkan kontrol yang lebih besar kepada pengguna atas video Reels yang mereka tonton, saran pencarian berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, hingga gelembung pertemanan baru atau friend bubble.

Baca Juga: Realme 15 5G Hadirkan Fitur-fitur AI untuk Fotografi Malam Hari

Facebook akan memudahkan pengguna untuk menunjukkan ketidaktertarikan mereka pada video-video seperti ini. Mereka kini dapat memilih 'Not Interested' pada Reels atau menandai komentar, yang akan mendorong mesin rekomendasi untuk beradaptasi berdasarkan masukan ini.

Di samping itu, fitur simpan atau save juga telah diperbarui agar lebih mudah mengumpulkan Reels dan postingan favorit di satu tempat. Dengan begitu, perubahan ini dapat membantu mengatasi keluhan pengguna tentang konten yang tidak diinginkan.

Sebab, banyak pengguna Facebook telah mengungkapkan rasa frustrasi mereka terhadap Reels yang dianggap menipu, mengganggu, atau berisi video berkualitas rendah yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Baca Juga: Fitur Blend Baru Instagram: Ciptakan Umpan Reels Khusus Pengguna dan Temannya

Meta sendiri telah berinvestasi besar-besaran dalam AI, baru-baru ini meluncurkan umpan video berdurasi pendek bernama Vibes, yang hanya menampilkan konten buatan kecerdasan buatan di aplikasi Meta AI.

Mesin rekomendasi juga telah diperbarui, dengan Meta mengklaim bahwa ia dapat mempelajari minat pengguna lebih cepat dan menampilkan Reels yang lebih baru dan lebih relevan. Perusahaan mengatakan bahwa mesin baru ini merekomendasikan 50 persen lebih banyak Reels yang telah dipublikasikan pada hari yang sama saat Reels tersebut digulir.

Facebook Reels juga akan menampilkan saran pencarian bertenaga kecerdasan buatan. Saran ini akan merekomendasikan kueri untuk membantu pengguna dalam menemukan lebih banyak konten tentang topik yang mereka sukai, mirip dengan saran berwarna abu-abu yang terdapat di bagian bawah video TikTok.

Baca Juga: Pembekuan Sementara TDPSE TikTok Resmi Dicabut oleh Komdigi, Indikasi Judol?

Selain itu, Meta juga mempermudah untuk melihat apakah seorang teman telah menyukai sebuah Reels dengan fitur yang disebut friend bubble, yang muncul di kiri bawah video. Jika kamu melihat friend bubble dan ingin mengobrol dengan temanmu tentang video tersebut, maka kamu dapat mengetuk friend bubble tersebut untuk membuka obrolan pribadi.

Instagram melakukan hal serupa dan juga memungkinkan pengguna buat mengirim Reels sebagai pesan langsung. "Melihat suka (likes) dari teman-teman selalu menjadi inti pengalaman Facebook, dan kami terus membangun fitur-fitur – seperti gelembung – yang membawa kami kembali ke akar kami," tulis Meta kami kutip.

Tahun ini, Meta telah melakukan upaya besar untuk membuat Facebook relevan kembali, dengan CEO Mark Zuckerberg mengatakan pada Januari lalu bahwa ia bersemangat tahun ini untuk kembali ke 'Facebook OG'.

Baca Juga: Facebook Sekarang Memungkinkan Kreator Dibayar atas Penayangan di Story

Dan bagian dari upaya tersebut mencakup perubahan pada pengalaman video pelantar tersebut agar lebih mampu bersaing dengan aplikasi video berdurasi pendek lainnya seperti TikTok.

Upaya Meta untuk meningkatkan sistem peringkatnya telah meningkatkan waktu yang dihabiskan untuk menonton video di Facebook lebih dari 20 persen dari tahun ke tahun. Pada Juni tahun ini, Meta telah resmi mengumumkan bahwa mereka akan membuat semua video Facebook dalam format Reels dan akan menghapus batasan durasi untuk Reels di pelantar tersebut.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.
Lifestyle12 Juni 2026, 17:58 WIB

Stanley Rilis Football Collection untuk Menyemarakkan Piala Dunia 2026

Selain itu, mereka juga mengadakan pop-up store dengan menghadirkan tiga zona.
Stanley Football Collection. (Sumber: Stanley)
Techno12 Juni 2026, 17:08 WIB

Acer TravelMate P6 14 AI 2026 Resmi Diperkenalkan, Lihat Speknya

Laptop ini sejatinya dibangun dari pendahulunya namun menggunakan prosesor yang berbeda.
Acer TravelMate P6 14 AI 2026. (Sumber: dok. acer)
Automotive12 Juni 2026, 15:36 WIB

Kawasaki Brusky 125: Skutik Pertamanya Resmi Meluncur di Indonesia

Cek lebih jauh mengenai detail dan harga pesaing Honda Vario 125 ini.
Kawasaki Brusky 125. (Sumber: Kawasaki)
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)