Kitar Amankan Pendanaan Pra-seri A Sebesar Rp171 Miliar, Perluas Jaringan di Indonesia

Kitar. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Kitar sukses mengumpulkan pendanaan pra-seri A sebesar US$10 juta atau setara dengan Rp171,450 miliar, dengan penyokong utamanya adalah Source Code Capital. Selain itu, ada juga partisipasi pendanaan dari Hike Capital dan MindWorks Capital.

Untuk diketahui, Kitar adalah platform startup e-commerce barang bekas yang berbasis di Indonesia yang berfokus di kawasan Asia Tenggara, dimulai dengan penjualan ponsel pintar alias smartphone dan kemudian berkembang ke elektronik konsumen dan barang tahan lama yang lebih luas.

Baca Juga: Bang Jamin Kantongi Dana Sebesar Rp65 Miliar dalam Putaran Pendanaan Pra-Seri A

Perusahaan rintisan ini didirikan oleh mantan eksekutif Shopee yakni Frank Zhou. Kitar menggabungkan penjualan kembali standar bisnis-ke-konsumen (B2C) dengan pasar konsumen-ke-konsumen (C2C), menggunakan inspeksi kualitas berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk membangun kepercayaan dalam transaksi barang bekas.

Kitar sendiri mengoperasikan toko fisik dan stasiun kerja di seluruh Indonesia dan bermitra dengan Shopee untuk memberikan layanan tukar tambah perangkat.

Dana ratusan miliar tersebut rencananya akan dipakai untuk membangun kapabilitas teknologinya, utamanya AI, memperkuat kualitas inspeksi serta infrastruktur rantai pasok, hingga memperluas jaringan pengumpulan dan daur ulang secara luring (offline), dengan Indonesia sebagai pasar utama Kitar.

Baca Juga: Privy x HIPMI Kota Bandung Dorong Legalitas Dokumen Bisnis di Era Coretax

Menurut Frank, target utamanya ialah pasar ponsel pintar bekas yang masih terfragmentasi, utamanya iPhone. Walau tingkat permitaannya tinggi, namun belum ada standarisasi. “Lebih dari setengah pengantar di Vietnam mayoritas memakai ponsel iPhone,” ujarnya.

Hal itu menunjukkan besarnya pangsa smartphone bekas, sebuah tanda awal akan permintaan yang belum terpenuhi. Kitar beroperasi menggunakan metode B2B dan C2C alias hibrida. Startup ini awalnya berfokus pada pengendalian kualitas melalui sistem penilaian standar untuk smartphone bekas, yang menurut mereka membantu mengurangi ketidakpastian bagi pembeli.

Model itu memungkinkan perusahaan guna membangun keperceyaan melalui pengelolaan inventaris sendiri sekaligus memperluas opsi produk lewat skema marketplace.

Mereka juga menerapkan alat AI generatif untuk mendukung proses inspeksi dan menghasilkan konten verifikasi produk, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional. Cara ini diharapkan dapat menstandarisasi produk yang sebelumnya tak seragam, seperti ponsel bekas.

Baca Juga: Awal Tahun Baru, Carro Berikan Penawaran Spesial untuk Pembelian Mobil Bekas

Dari segi pasokan, Kitar mendapatkan persediaan baik secara online maupun titik kontak offline. Kekinian mereka mengoperasikan 12 toko dan stasiun kerja di Indonesia dan berencana untuk memperluasnya menjadi 20 toko di mal dan 40 stasiun kerja di tahun ini.

Kitar turut menggandeng Shopee dan distributor lokal untuk produk Apple, seiring dengan pembangunan jaringan pasokan mereka.

Kitar juga memperkirakan pasar recommerce di Asia Tenggara dapat menyumbang delapan sampai sepuluh persen dari proyeksi pasar e-commerce kawasan sebesar US$400 miliar pada 2030.

Baca Juga: Komerce Akuisisi RajaOngkir, Perluas Jangkauan Bisnis Sebagai E-Commerce Enabler

Zhou menggambarkan segmen itu sebagai "pemenang akan mendapatkan sebagian besar", menambahkan bahwa platform terkemuka dapat merebut pangsa pasar yang signifikan seiring dengan pertumbuhannya.

Perusahaan berencana untuk berekspansi ke kategori tambahan, termasuk sepeda motor dan barang mewah, setelah membangun kemampuan operasional di segmen awalnya. Perusahaan menargetkan nilai penjualan kotor atau Gross Merchandise Value (GMV) sebesar US$100 juta dan jutaan pengguna aktif harian pada akhir tahun ini.

Dengan potensi pasar barang bekas di kawasan Asia Tenggara yang terus berkembang, Kitar pun melihat peluang besar untuk bisa menjadi pemain utama di bidang ini. Mereka optimistis bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk tumbuh lewat penguatan teknologi dan ekspansi regional.

Baca Juga: Ringkas Dapat Permodalan Pra-Seri A Mencapai Rp82 Miliar, Siap Perluas Jangkauan

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI