5 Startup Terpilih dalam Program Grab Ventures Velocity Batch 8

5 usaha rintisan yang telah mengikuti GVV Batch 8. (Sumber: Grab)

Techverse.asia - Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 telah resmi ditutup lewat sesi Graduation Day, yang menjadi momentum refleksi dampak serta pencapaian dari sedikitnya lima usaha rintisan (startup) yang telah terpilih mengikuti program akselerator intensif selama enam bulan.

Kelima startup terpilih itu adalah Casion, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak. Dari kelimanya, startup Jejakin, Rekosistem, dan Sirsak sendiri sudah mendapat pendanaan miliaran Rupiah dan cukup dikenal publik. Adapun Ventures Velocity Batch 8 fokus pada ekonomi sirkular, teknologi iklim, dan energi terbarukan.

Baca Juga: Igloo Perkenalan Fitur Rekomendasi AI dan Pelacakan serta Perlindungan Bagasi Hilang

Sejak Agustus 2025, mereka telah melewati pelbagai rangkaian intensif, mulai dari mentorship mendalam bersama para praktisi industri, integrasi ke dalam ekosistem digital Grab lewat implementasi pilot project dan peluang pitching dengan mitra strategis.

Semua perjalanan tersebut bermuara pada acara Graduation Day GVV Batch 8 guna merayakan capaian dari para pendiri usaha rintisan terpilih.

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengungkapkan, jajarannya bangga dapat melihat para startup terpilih itu yang sukses menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang memiliki dampak jangka panjang.

"Semangatnya dalam menciptakan solusi yang relevan dan bernilai tambah bagi komunitas mencerminkan potensi besar dari generasi muda Indonesia untuk perubahan yang positif untuk masyarakat," kata Neneng belum lama ini.

Baca Juga: Grab Tepis Rumor Merger dengan Gojek: Informasinya Tak Dapat Diverifikasi

Penerapan pilot project pada ekosistem Grab menjadi salah satu tonggak terpenting dalam rangkaian Grab Ventures Velocity Batch 8. Melalui momentum krusial ini, para startup tersebut bisa menguji solusi mereka secara langsung di ekosistem Grab.

"Inisiatif tersebut membantu startup dalam memperluas skala, meningkatkan dampak, hingga melakukan kolaborasi dengan sejumlah lini bisnis kami," papar dia.

Pada kesempatan yang sama, Pendiri dan CEO Jejakin Arfan Arlanda mengatakan, dia bekerjasama dengan Grab serta Grab for Business guna menciptakan fitur 'Sustainability as a Service' yang memungkinkan penanaman kurang lebih 400 pohon mangrove di Provinsi Bangka Belitung.

"Kami juga berkontribusi pada pengurangan emisi sampai 733 kilogram karbondioksida (CO2) per bulan," ujar Arfan.

Baca Juga: Tips dari Jejakin untuk Ikut Mengurangi Emisi Karbon

Jejakin optimistis melihat pilot project ini bisa menjadi contoh kolaborasi strategis yang menghasilkan dampak terukur dalam pengurangan emisi karbon. Program akselerator GVV memberi pendampingan dan membantu upaya Liberty Society guna mendorong ekonomi sirkular di Tanah Air.

"Lewat kolaborasi kami dengan Grab membuat merchandise upcycling dari jaket mitra pengemudi Grab, dan minyak jelantah bekas para Grab merchant. Beberapa produk ini akan dijual lagi ke Grab Mart. Insiatif ini akan menghemat emisi karbon sampai 208 kg C02e, atau sebanding dengan menanam sembilan pohon," imbuh CEO of Liberty Society Tamara Soerijo.

Sementara itu, transisi menuju ekonomi karbon rendah pun menuntut kesiapan infrastruktur energi bersih yang mendukung mobilitas masa depan. GVV Batch 8 tersebut memfasilitasi usaha rintisan di sektor kendaraan elektrik (Electric Vehicle/EV) guna menguji solusi yang relevan dengan keperluan ekosistem Indonesia.

Baca Juga: Startup Pengolahan Sampah 'Rekosistem' Raih Pendanaan Rp75 Miliar, Simak Daftar Langkah Strategis Mereka

CEO sekaligus Pendiri Casion Kevin Pudjiadi menyatakan bahwa sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur pendukung mobilitas EV di dalam negeri, ini merupakan tonggak penting bagi startup-nya dalam memperkuat fondasi bisnis.

"Melalui pemahaman pasar dan pilot project bersama Grab, kami bisa memvalidasi solusi EV charging yang harganya terjangkau dan relevan, sekaligus mengakselerasi perluasan insfrastruktur kendaraan elektrik secara berkelanjutan," katanya.

Tak ketinggalan, program pendampingan GVV juga telah meningkatkan kapasitas Sirsak dalam mengembangkan pendekatan bisnis-ke-konsumen (B2C) untuk mengajak partisipasi langsung dari masyarakat dalam pengelolaan sampah. Lewat kampanye promo-to-donation bersama Grab, Sirsak mengajak pengguna berkontribusi terhadap pengelolaan sampah melalui donasi senilai Rp1.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI