Techverse.asia - Untuk menyambut hari pertama puasa di Bulan Suci Ramadan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) hari ini membagikan sebanyak 4.000 takjil kepada seluruh mahasiswanya. Meski hujan mengguyur Kabupaten Bantul, namun sama sekali tak menyurutkan antusias para mahasiswa untuk mendapat takjil.
Baca Juga: Makanan dan Minuman untuk Jaga Stamina Selama Bulan Puasa
Pembagian takjil ini dilakukan di lobi lantai dasar Gedung AR. Fachruddin A UMY dengan cara layanan tanpa turun menggunakan sepeda motor. Untuk bisa mendapatkan takjil, mahasiwa harus menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) mereka dan mengendarai sepeda motor.
Bagi-bagi takjil gratis ini awalnya tercetus saat pandemi Covid-19. Saat itu, banyak mahasiswa UMY yang tak bisa membeli makanan dan minuman untuk buka puasa karena adanya aturan pembatasan sosial. Merespons hal tersebut, UMY memberi takjil kepada seluruh mahasiswanya agar tetap dapat menjalankan ibadah puasa.
Rektor UMY Profesor Achmad Nurmadi menjelaskan bahwa pemberian takjil gratis tersebut akan dilaksanakan selama 20 hari penuh sepanjang bulan Ramadan tahun ini. Sasarannya adalah seluruh mahasiswa UMY yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Selama 20 hari itu, setiap harinya kami membagikan sekitar empat ribu paket takjil untuk mahasiswa kami. Pembagian takjil ini sudah memasuki tahun ketujuh," ujarnya pada Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Riset Mahasiswa UMY: Dampak Konten TikTok bagi Kesehatan Mental Gen Z
Dengan pemberian takjil gratis ini diharapkan bisa memberikan kesejahteraan untuk seluruh mahasiswa UMY. Durasi pemberian takjil itu hanya 20 hari, menurutnya, karena pada umumnya H-10 Lebaran, mahasiswa akan mudik ke kampung halaman masing-masing.
"Biasanya sepuluh hari terakhir puasa itu mahasiswa sudah mudik," ungkapnya.
Memasuki hari ke-15 puasa, pihak kampus dimungkinkan untuk mengurangi jumlah takjil yang diberikan karena hal itu. Kala disinggung mengenai menu takjil, katanya, mencakup sayuran, protein, vitamin.
"Protein yang kami berikan ada dua yakni hewani dan nabati, harus ada seperti itu," paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universias dan Al Islam Kemuhammadiyahan UMY Profesor Faris Al-Fadhat berharap agenda ini untuk menjaga konsistensi dalam beramal. "Jadi, selama ini UMY dikenal sebagai kampus yang punya dampak dan memberikan banyak kontribusi terhadap masyarakat. Kami percaya doa dari mereka Insha Allah akan membuat UMY semakin besar," katanya.
Baca Juga: Pop Mart Roboshop Hadir di Menara Astra, Pakai Konsep Blind Box
Otoritas kampus sendiri terus melakukan perbaikan tata kelolanya, sebab pemberian takjil ini sudah berjalan selama enam tahun. Dia menjamin tidak akan ada antrean panjang saat proses mengambil takjil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun ini (pembagian takjil) enggak lagi macet seperti tahun-tahun sebelumnya karena sudah kami lerai begitu panjang," ujarnya.
Menu buka puasanya pun sudah diminta siap untuk 15 hari ke depan. Ia menambahkan, UMY saat ini sudah mendekati masa libur kuliah. Oleh karenanya, pendataan yang telah mereka lakukan sejak awal.
"Kami meyakini bahwa pendataan yang telah dilakukan sejak awal bisa memprediksi berapa jumlah mahasiswa dalam waktu satu hari yang akan mengambil takjil. Contohnya di hari pertama puasa ini kami siapkan empat ribu takjil, idealnya lima ribu, tapi kami melihat animonya seperti apa," paparnya.
Dibanding awal puasa tahun lalu, pembagian takjil sekarang ini diakuinya mengalami penurunan. Sebab, masih banyak mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).
"Saat ini banyak mahasiswa UMY yang sedang KKN, jadi ada penurunan animonya dibanding tahun kemarin (hari pertama pengambilan takjil). Namun, kalau animonya tinggi ya kami maksimalkan sampai lima ribu porsi," katanya.