Sulitnya Akses Sumber Pangan dan Kualitas SDM Jadi Penyebab Utama Stunting

Rahmat Jiwandono
Rabu 06 Mei 2026, 18:26 WIB
Ilustrasi stunting. (Sumber: dok. disdikpora buleleng)

Ilustrasi stunting. (Sumber: dok. disdikpora buleleng)

Techverse.asia - Menurut survei status gizi Indonesia terbaru yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2025 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia masih berada pada angka 19,8 persen. Padahal pemerintah menargetkan stunting nasional ditetapkan sebesar 14,2 persen pada 2029 mendatang.

Untuk menurunkan angka stunting ini dan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemerintah mengeluarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Begini Cara Mencegah Diabetes Melitus Pada Anak, Menurut Ahli Gizi

Guru Besar Ilmu Gizi Kesehatan, FK-KMK UGM, Prof. Dr. Siti Helmyati menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan bersifat kronis yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya soal akses terhadap sumber pangan. Menurutnya, kesulitan akses sumber pangan paling besar terjadi pada daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Apalagi muncul fenomena stunting di daerah 3T pesisir dan pedalaman yang seharusnya lebih mudah diakses oleh masyarakat sekitar. Ia menerangkan, masyarakat pesisir memanfaatkan hasil laut dengan kualitas tinggi bukan untuk dikonsumsi namun untuk dijual.

Kebutuhan ekonomi menjadi faktor pemicu pergeseran prioritas sumber pangan bergizi yang seharusnya dikonsumsi oleh keluarga sendiri menjadi komoditas yang memenuhi permintaan pasar. “Di daerah pesisir, pemanfaatan ikan konsumsi pribadi belum optimal karena ikan-ikan bergizi tinggi banyak dijual ke pasar,” ungkapnya, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Dukung Pemerintah Tekan Stunting, Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi STUNTECH

Selain pesisir, wilayah pedalaman yang jauh dari infrastruktur dan akses distribusi turut kesulitan mengakses pangan yang berkualitas. Di beberapa kondisi keluarga, Helmy juga menyatakan bahwa teknik pengolahan dan cita rasa pangan yang dinilai kurang variatif yang membuat orang tua cenderung menyajikan makanan instan untuk anak-anaknya.

“Orang tua kadang lebih cenderung menyajikan makanan instan buat anaknya,” katanya.

Faktor utama sendiri datang dari pendidikan orang tua yang mempengaruhi urgensi pengambilan keputusan atau skala prioritas dalam perawatan anak, khususnya pada kondisi ekonomi yang terbatas atau ketika krisis. Helmy menyinggung tentang positive deviance atau pendekatan perubahan perilaku yang berfokus pada solusi lokal.

Baca Juga: Crocs x Lego Dipasarkan di Indonesia, Harga Mulai dari Rp1,1 Juta

“Ada satu kondisi ketika krisis moneter dulu di salah satu daerah. Orang tua mereka memprioritaskan uang untuk mencukupi gizi anak-anaknya, sehingga ketika diperiksa anak-anaknya tetap dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Ketercukupan gizi anak juga terhubung dengan kesehatan saluran cerna, yakni enteric environment atau gut-brain axis, Konsep ini menunjukkan bagaimana lingkungan yang sehat mempengaruhi kesehatan saluran cerna dan kesehatan mental.

Helmy menyebutkan, masalah fisik berupa lingkungan yang kotor, alat makan yang tidak steril, hingga kualitas air minum yang diragukan juga turut memicu terjadinya stunting pada anak. Dari beragam faktor yang menyebabkan tengkes atau stunting, untuk itu dia menekankan pendidikan orang tua sebagai bekal untuk tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Langkah Pencegahan Terhadap Penyakit Gagal Ginjal: Kurangi Asupan Garam

Ia menyampaikan, bagaimana ekosistem keluarga sangat mempengaruhi keberhasilan tumbuh kembang anak sejak proses kehamilan, melahirkan, hingga pada seribu hari pertama anak. Pendidikan bagi orang tua itu mutlak. Orang tua yang terdidik akan mampu menentukan skala prioritas untuk membesarkan anak.

“Itulah salah satu tujuan adanya kelas calon pengantin, kemudian lingkungan yang bersih, ekonomi yang stabil sehingga kebutuhan pangan dapat tercukupi,” tambahnya.

Baca Juga: Pakar: Anak yang Tumbuh Tanpa Ayah Sudah Menjadi Krisis Sosial di Indonesia

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)