Kecanggihan Teknologi Digital Bisa Dioptimalkan Untuk Berantas Stunting

Uli Febriarni
Kamis 05 Januari 2023, 18:38 WIB
definisi stunting / Kemenkes RI

definisi stunting / Kemenkes RI

Presiden Joko Widodo mendorong pemerintah daerah untuk dapat menerapkan teknologi digital, dalam penanganan kasus kekerdilan (stunting), dengan menggunakan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Dorongan itu disampaikan ulang oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangannya, seperti Techverse.Asia kutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kamis (5/1/2023).

Budi juga menyebut Kabupaten Sumedang, yang dinilai menjadi Kabupaten yang menerapkan SPBE dengan baik, sebagai basis data dalam menurunkan kasus stunting di daerah.

Di lain sisi, Kabupaten Sumedang juga memiliki proses bisnis dan sistem data yang terintegrasi. Selain membangun sistem pemerintahan berbasis elektronik yang bagus, pemerintah setempat juga sudah berhasil mengorkestrasi orang, business process, dan sistem data elektroniknya menjadi satu.

"Sehingga beberapa program pemerintahan, bukan hanya stunting sebenarnya, Bupati Sumedang)juga sudah memperbaiki program kemiskinan, program kemudahan memberikan izin, itu jadi jauh lebih baik," kata Budi.

Pada lima tahun terakhir, angka prevalensi stunting di Kabupaten Sumedang mengalami penurunan dari 32,2 persen pada 2018, menjadi 8,27 persen pada 2022.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, mereka menggunakan aplikasi berbasis teknologi yang dinamakan sistem pencegahan stunting terintegrasi (Simpati). Menurut dia, penggunaan Simpati telah turut berkontribusi dalam penanganan stunting di Sumedang. Melalui platform tersebut, seluruh pemangku kepentingan mampu memahami cara mengatasi stunting.

Setiap bulan penimbangan balita, petugas di Posyandu memasukkan data lingkar kepala, berat badan, tinggi badan dalam sistem Simpati. Kemudian di setiap desa akan ada berbagai kendala yang diketahui dari tiap keluarga.

Dony menjelaskan, aplikasi tersebut menyajikan sejumlah data dan informasi yang jelas. Mulai dari desa dengan angka prevalensi stunting yang tinggi, data statistik anak yang terkena stunting, hingga penyebab terjadinya stunting di desa tersebut.

Dengan data yang ada, maka penanganan stunting di setiap desa akan berbeda sesuai dengan kendala yang dihadapi.

"Jadi tiap desa ada kendala, permasalahan stunting yang berbeda-beda, kemudian melalui artificial intelligence kami memberikan rekomendasi. Jadi penanganan stunting diintervensi tiap desa berbeda. Inilah bagian dari mengolaborasikan seluruh komponen yang ada untuk menangani stunting," kata dia. 

Lebih lanjut, Simpati selanjutnya akan diberikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan agar dapat direplikasi oleh daerah lain.

Ia menyakini, kebijakan, program, dan kegiatan yang dirancang oleh pemerintah harus berdasarkan saintifik dan data, untuk selanjutnya dapat dikelola dengan memanfaatkan teknologi digital. Selain itu, kolaborasi dengan pihak lain juga diperlukan untuk mendukung keberlangsungan program tersebut.

"Kami berkolaborasi dengan Telkomsel. Seluruh kader Posyandu kami dilatih bagaimana dia paham akan stunting, paham aplikasi dan diberikan smartphone. Satu posyandu satu," terangnya.

"1.705 posyandu kami diberikan smartphone, terima kasih kepada Telkomsel. Saya bersyukur atas bantuan tersebut," lanjut dia. 

Sementara itu di Daerah Istimewa Yogyakarta, sekumpulan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengembangkan aplikasi untuk mendeteksi dini stunting. Dalam laman universitas, aplikasi yang dinamakan STUNTECH itu, selain sebagai alat deteksi dini stunting juga memudahkan penggunan dalam tanpa maupun riwayat kesehatan anak.

STUNTECH dikembangkan oleh Putri Rahmadyani Condroasih (FKKMK), Roihatul Jannah (SV), M. Fahru Rozi (SV), Kevin Agusto Sastramiharja (SV), dan Nur Ismail Rizkyawan (FT) melalui Program Kreativitas Mahasiwa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM dan memperoleh sumber dana dari Kemendibudristek.

Putri mengatakan, awal pengembangan aplikasi STUNTECH berawal dari tingginya prevalensi stunting di tanah air. Ditambah dengan beragam masalah gizi pada anak, yang dapat memberikan dampak signifikan dan serius terhadap kesehatan masyarakat.

"Kami memandang perlu pengembangan teknologi berupa aplikasi dan website, yang menghimpun data pemeriksaan antropometri anak untuk deteksi dini stunting, dan menyediakan all-in-one platform bagi penderita stunting yang aksesibel," tutur Putri.

Sementara itu Roihatul Jannah menambahkan, aplikasi yang mereka buat tidak hanya memberikan laporan atau peringatan dini apabila terdapat indikasi stunting.

Aplikasi itu juga dilengkapi oleh fitur-fitur seperti data riwayat kesehatan dan kondisi kesehatan anak, fitur edukasi berupa informasi mengenai stunting dan rekomendasi kandungan gizi pada makanan beserta pengingat makan.

Ingin menggunakan aplikasi STUNTECH ini juga? Sudah dapat diunduh melalui tautan https://bit.ly/STUNTECH, cek di sana ya

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Automotive31 Juli 2026, 16:28 WIB

GIIAS 2026: Wuling Aira Ev Resmi Meluncur, Ada Model Standar Range dan Long Range

Mobil Listrik yang Memadukan Artistik, Inovatif, Ramah, dan Aman.
Wuling Aira ev. (Sumber: Wuling)
Lifestyle31 Juli 2026, 16:27 WIB

Pitaka Luncurkan Jajaran Casing untuk Ponsel Lipat Baru Samsung

Engsel modular, layar, dan pelindung belakang yang dirancang untuk memberikan kepercayaan diri kepada pengguna ponsel lipat.
Aksesori casing Pitaka untuk foldable phone Galaxy Z Fold 8 & Flip 8 Series. (Sumber: dok. pitaka)
Techno31 Juli 2026, 13:46 WIB

Gemini Notebook Hadir di Samsung Galaxy Z Fold 8 Series dan Flip 8

Ponsel lipat baru Samsung hadir dengan Gemini Notebook yang sudah terpasang.
Gemini Notebook di perangkat lipat Galaxy Z Fold 8 Series dan Z Flip 8. (Sumber: Samsung)
Automotive31 Juli 2026, 13:37 WIB

KIA Seltos Terbaru Punya 3 Model, Berapa Harganya?

Mobil ini resmi dipamerkan di gelaran GIIAS 2026.
All New KIA Seltos dipamerkan di GIIAS 2026. (Sumber: KIA)
Automotive31 Juli 2026, 10:46 WIB

Scomadi Technica 200W Frank Sanderson Edition II Dibanderol Seharga Rp121 Juta

Frank Sanderson Edition II diprediksi akan menjadi salah satu model Scomadi yang paling diminati oleh kolektor dan pecinta skuter premium di Indonesia maupun pasar internasional.
Scomadi Turismo Technica 200w Frank Sanderson Edition II. (Sumber: Scomadi)
Lifestyle31 Juli 2026, 10:44 WIB

Adidas Jadi Apparel Resmi untuk Tim Nasional di Ajang Esports Nation Cup

Lebih dari 100 negara dan wilayah akan mengenakan jersey tim nasional rancangan adidas di ajang Esports Nations Cup (ENC).
Adidas jadi sponsor untuk jersey timnas di ENC 2026. (Sumber: Esports Foundation)
Techno31 Juli 2026, 09:24 WIB

Alibaba Cloud Sebut Perusahaan di Asia Semakin Cepat Adopsi AI

Namun demikian membutuhkan solusi AI menyeluruh yang aman.
Hasil riset Alibaba Cloud. (Sumber: alibaba)
Automotive31 Juli 2026, 09:22 WIB

Honda NX500 Resmi Hadir di Indonesia, Begini Harga dan Spek Lengkapnya

Big bike adventure touring Honda terbaru di Indonesia.
Honda NX500 warna Graphite Black. (Sumber: Astra Honda Motor)
Hobby30 Juli 2026, 20:48 WIB

Gypsum Jadi Media Lukis untuk Salurkan Kreativitas Anak-anak

Ide ini dipelopori oleh anak muda asal Kotagede, Kota Yogyakarta.
Melukis di gypsum. (Sumber: istimewa)
Techno30 Juli 2026, 15:32 WIB

WhatsApp Tambahkan Banyak Fitur Baru, Apa Saja?

WhatsApp menambahkan peningkatan Apple CarPlay dan Android Auto, pendaftaran iPad, dan banyak lagi.
Fitur-fitur baru WhatsApp. (Sumber: Meta)