Jelang Akhir 2025 Rawan Burnout, Kamu Bisa Terapkan Konsep CHANGE

Rahmat Jiwandono
Jumat 26 Desember 2025, 17:39 WIB
Ilustrasi burnout.

Ilustrasi burnout.

Techverses.asia - Menjelang akhir tahun 2025, isu mengenai kelelahan mental, fisik, dan emosional sehingga menurunkan motivasi atau dikenal dengan istilah burnout kerap mencuat di kalangan pekerja dan mahasiswa. Pasalnya, tekanan target, penutupan buku, hingga evaluasi kerap menyebabkan seseorang mengalami burnout.

Baca Juga: Jenis Obesitas Pada Setiap Orang Berbeda-beda, Kenali Obesitas Sentral

Menurut Pakar Psikologi Industri dan Organisasi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Sumaryono, tidak semua kelelahan psikologis dapat serta-merta disebut sebagai burnout. Dijelaskannya, penting untuk memahami perbedaan antara stres, burnout, dan depresi agar dapat merespons dengan tepat dan proporsional.

Maryono, demikian ia akrab disapa, memaparkan bahwa burnout, stres, dan depresi merupakan tiga kondisi yang berbeda. Burnout merupakan kondisi yang lebih berat karena mencakup kelelahan fisik, emosional, dan mental secara bersamaan. 

“Yang sering terjadi itu sebenarnya stres, bukan burnout. Karena burnout itu cenderung lebih parah,” katanya pada Jumat (26/12/2025).

Baca Juga: Kamu Seorang Content Creator dan Sedang Stres? Tarik Nafas, Duduk, Lalu Baca Artikel Ini

Menjelang akhir tahun ini, umumnya para pekerja memang menghadapi banyak tuntutan seperti tenggat waktu dan target kinerja. Sedangkan, para mahasiswa menurutnya masih berada pada beban akademik yang relatif normal sehingga lebih tepat disebut mengalami stres.

Lebih lanjut, dia juga menyoroti adanya kebiasaan penggunaan istilah burnout yang kurang tepat, khususnya di kalangan anak muda. Sumaryono menyebut bahwa sedikit tekanan yang dialami dianggap sebagai burnout.

Secara psikologis, kata Maryono, burnout ditandai oleh rasa tidak berdaya yang dalam. “Kalau sakit kepala atau pusing, itu tergolong stres. Burnout itu betul-betul merasa tidak mampu dan kelelahan berat untuk melakukan suatu aktivitas dan aktivitas-aktivitas lainnya,” terangnya.

Baca Juga: Hasil Studi: 75% Content Creator Mengalami Stress, Sisanya Sangat Sering Stress

Adapun depresi, katanya, sudah masuk ke ranah klinis dan membutuhkan penanganan profesional yang lebih serius. Terkait dengan Generasi Milenial dan Generasi Z, Sumaryono tidak sepenuhnya sepakat bahwa generasi ini lebih rentan mengalami burnout jika dibanding generasi sebelumnya.

Ia menilai bahwa perbedaan lebih terletak pada resiliensi terhadap tekanan. Pengalaman yang belum banyak membuat daya tahan mereka terhadap tekanan besar masih memerlukan adaptasi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak berarti generasi sebelumnya tidak mengalami tekanan, hanya bentuk dan konteksnya yang berbeda.

“Perbedaan generasi itu soal pengalaman menghadapi tekanan dan bagaimana mereka belajar untuk coping (mengatasi stres),” katanya.

Dalam dunia kerja dan akademik, ekspektasi karier dan produktivitas sangat dipengaruhi oleh persepsi individu. Sumaryono mencontohkan bahwa stres dapat berubah menjadi proses adaptif ketika seseorang menemukan makna dari pekerjaannya.

Baca Juga: Ducati Memperkenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica

Ia menekankan pentingnya peran mentor, baik Dosen Pembimbing Akademik maupun atasan di tempat kerja, untuk mendampingi anak muda melalui metode coaching. “Komunikasi yang terbuka ini dinilai menjadi kunci agar tekanan tidak berkembang menjadi stres arah dan berpotensi menjadi burnout,” tambah Sumaryono.

Sebagai penutup, Sumaryono membagikan strategi realistis untuk mencegah burnout, khususnya di akhir tahun, melalui metode CHANGE.

Metode ini mencakup Challenge yang melihat hidup sebagai tantangan, Hope untuk tetap menjaga adanya harapan, Adaptation atau prinsip mengelola stres dan menetapkan prioritas, Network yang membangun jejaring untuk meminta pandangan dari mentor, hingga seseorang dan mencapai fase Growth dan Excellence.

Ia menegaskan bahwa stres tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak perlu diperbesar. Dengan pemahaman yang tepat, stres justru dapat menjadi energi pendorong untuk tetap mencapai produktivitas.

Baca Juga: Peneliti: Kelola Stresmu dan Bergembiralah, Pikiran Stres Bisa Mengurangi Usia Biologis dan Memicu Penuaan Dini

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive22 Juli 2026, 19:36 WIB

IMX Hub Bandung Dipadati Para Penghobi Kolektor Hot Wheels-Pokemon

Hari Pertama ‘Collector Garage’ telah Sukses Digelar.
Diorama IMX Hub. (Sumber: ist)
Techno22 Juli 2026, 16:29 WIB

Signal Ring Meluncurkan Pelacak Tekanan Darah Tanpa Manset Pertama di Dunia

Perangkat pengukur tekanan darah portabel inovatif yang bekerja dengan lancar dalam aktivitas harian Anda.
Signal Ring. (Sumber: ist)
Automotive22 Juli 2026, 15:51 WIB

New Toyota Hilux Dibekali Mesin 1GD dan Tampilannya Lebih Garang

Desain Lebih Gagah dan Fitur Lebih Advanced untuk Kualitas Berkendara yang Lebih Baik.
New Toyota Hilux. (Sumber: toyota)
Techno22 Juli 2026, 15:50 WIB

XLSmart x Google Hadirkan Paket Plus, Bisa Akses Aplikasi Gemini

Layanan ini berlaku bagi pengguna XL, Axis, maupun Smartfren dengan kriteria masing-masing.
Google.
Lifestyle22 Juli 2026, 12:22 WIB

Goblin Jadi Nomor 1 di Viu, Empat Pemainnya Kuasai Fundex

Para bintang Goblin merajai Korea selama sepekan dan teratas di Indonesia.
Poster Guardian: The Lonely and Great God 10th Anniversary. (Sumber: dok. viu)
Techno22 Juli 2026, 12:20 WIB

Jazz Hipster Umumkan 3-Way Bookshelf Speaker, Respons Lebih Mendalam

Memadukan Desain Sealed-Box Ringkas, Respons Bas 30 Hz, Arsitektur 3-Way, dan Konektivitas Digital Modern.
Jazz Hipster. (Sumber: istimewa)
Lifestyle22 Juli 2026, 10:11 WIB

Trailer Avengers: Doomsday, Doctor Doom Bertarung Melawan MCU, X-Men dan Avengers

Meski baru akan ditayangkan akhir tahun ini, tapi hype-nya semakin terasa.
Doctor Doom muncul di trailer pertama Avengers: Doomsday. (Sumber: marvel)
Techno22 Juli 2026, 10:06 WIB

Samsung Galaxy Card Resmi Hadir di Amerika Serikat

Kartu kredit pertama dari jenisnya untuk Samsung, menawarkan hadiah uang tunai untuk setiap pembelian.
Samsung Galaxy Card. (Sumber: Samsung)
Culture21 Juli 2026, 20:00 WIB

Nuanu Kolaborasi dengan Kolektif Seni Independen, Perluas Program Seni Kekinian

Repetisi Memori dan Lucid Dreams menghadirkan dua pameran independen yang berlangsung bersamaan di Labyrinth Art Gallery.
Nuanu Creative City. (Sumber: dok. nuanu)
Techno21 Juli 2026, 15:49 WIB

Google Ganti Nama NotebookLM Menjadi Gemini Notebook

Fitur-fitur baru akan ditambahkan untuk merayakan hal tersebut.
Gemini Notebook. (Sumber: Google)