Kepemilikan Akun Media Sosial Bakal Dibatasi? Pakar: Kebebasan Berekspresi Bisa Dibungkam

Rahmat Jiwandono
Rabu 01 Oktober 2025, 19:10 WIB
Ilustrasi media sosial. (Sumber: null)

Ilustrasi media sosial. (Sumber: null)

Techverse.asia - Pemerintah Indonesia berencana membuat kebijakan baru yang mengatur pembatasan kepemilikan akun sosial media. Meskipun wacana pengadaan kebijakan satu orang satu akun media sosial tersebut masih dalam proses kajian, namun sudah banyak publik menilai bahwa hal ini dapat menjadi potensi ancaman terhadap kebebasan berekspresi serta hak privasi.

Peneliti dari Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Bangkit Adhi Wiguna, menilai penanganan penyebaran berita hoaks, misinformasi, disinformasi dan konten ilegal serta berbahaya dari problem internet di Indonesia yang kurang baik, bukan dari jumlah kepemilikan akun seseorang.

"Sebaliknya, wacana dari kebijakan tersebut menurut saya mengundang ketidakadilan dan cenderung membatasi kebebasan berekspresi masyarakat, sebab para pengguna media sosial yang memiliki lebih dari satu akun memiliki alasan khusus akan hal tersebut," katanya, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga: Acer Indonesia Bakal Kirim Tim ke India untuk Gim Valorant dan Dota 2

Menurutnya, sebagian dari mereka yang memiliki banyak akun media sosial punya tujuan yang penting, sebagai akun berbisnis misalnya.

Selain itu, dia juga mengkhawatirkan akan persoalan verifikasi otentikasi data yang akan dilakukan jika wacana regulasi satu orang satu akun media sosial akan terjadi. Pasalnya, infrastruktur data masih sangat lemah, baik dari sisi teknologi maupun dari tingkat keamanannya.

"Tapi lagi-lagi infrastruktur data kita masih sangat rapuh, masih sering kebobolan, dan kemudian juga pengelolaannya masih tidak efektif," katanya.

Meskipun demikian, lanjutnyam sendiri tujuan dari wacana kebijakan ini baik, yaitu melindungi pengguna media sosial di Indonesia dari konten ilegal dan berbahaya, namun dari desain kebijakan ini direncanakan oleh pemerintah tersebut salah.

Baca Juga: New Honda ADV160 Terjual 106 Unit Selama Gelaran IMOS 2025

"Desain kebijakan yang dipilih itu salah, karena pola pikir dalam memandang masalahnya itu salah terlebih dahulu. Oleh karena itu, tujuan yang baik tadi, justru mengurangi kebebasan berekspresi masyarakat," katanya.

Sekali lagi, Bangkit menilai arah dari wacana kebijakan ini sudah mengarah ke pembatasan kebebasan berekspresi, bukan lagi sebagai perlindungan untuk pengguna media sosial. Dia bersama tim CFDS saat ini sedang mengkaji lebih dalam untuk permasalahan ini, terkait keamanan digital sekaligus tetap menjaga ruang kebebasan berekspresi.

"Kami sedang mengkaji peluang implementasi atau adaptasi model ini di Indonesia. Fokus utama kami saat ini adalah DSA karena pembahasannya lebih menekankan pada perlindungan pengguna, sedangkan DMA lebih fokus pada marketplace dan ekonomi digital," terangnya.

Pada standar global terdapat dua model regulasi yang dapat dicontoh, Digital Services Act (DSA) dan Digital Markets Act (DMA) dari Uni Eropa. Di Eropa sendiri, tata kelola media sosial telah diatur menggunakan model DSA, yang mana membuat lembaga pengatur media sosial relatif jauh dari kepentingan politik.

Baca Juga: China Larang Influencer Flexing di Media Sosial, Akun Bisa Ditangguhkan

Meskipun Bangkit mengatakan model Regulasi dari DSA terkesan lebih rumit, namun hal ini tetap fleksibel jika diterapkan di Indonesia. Misalnya, untuk memutus akses atau men-take down suatu konten, fitur, atau bahkan platform secara keseluruhan, ada prosedur panjang.

Selain itu, melalui model regulasi DSA mewajibkan platform guna membuat laporan tahunan ke publik tentang moderasi konten, jumlah konten yang di-take down, dan parameter yang digunakan. Negara juga harus melaporkan berapa banyak konten yang mereka minta untuk dihapus.

"Hal ini membuat regulasi lebih independen dan proporsional," ujarnya.

Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Mengikuti Akun Media Sosial Sebuah Merek

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive29 Juli 2026, 15:59 WIB

Manson Cheung Siap Hadir di IMX 2026

Dia adalah Sosok di Balik Kolaborasi Ikonik Pop Culture Hingga Hot Wheels Formula 1 Collection.
HWCCI x IMX Dinner. (Sumber: istimewa)
Techno29 Juli 2026, 15:28 WIB

Alasan Kecerdasan Buatan akan Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Pesatnya perkembangan AI juga akan berdampak terhadap konstelasi politik dunia.
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)
Startup29 Juli 2026, 14:07 WIB

East Ventures Sebut Talenta Muda Jadi Kunci Kemajuan Indonesia di Era AI

Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam membangun fondasi digitalnya.
Ilustrasi talenta digital muda. (Sumber: East Ventures)
Techno29 Juli 2026, 14:05 WIB

Palo Alto Networks Ungkap Identitas Mesin Kini Melampaui Jumlah Identitas Manusia

Dengan semakin pesatnya adopsi AI agentik, tool identitas yang terfragmentasi menciptakan kesenjangan tata kelola yang tidak mampu ditangani oleh arsitektur keamanan tradisional.
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Sumber: istockphoto)
Travel29 Juli 2026, 12:08 WIB

The St. Regis Bali Gelar Jack's Club Mulai Juli-September 2026, Suguhkan Musik Jazz

Pengunjung dapat menikmati musik jazz sekaligus makanan atau minuman khas yang fancy.
Jack's Club hadir di The St Regis Bali. (Sumber: ist)
Techno29 Juli 2026, 11:34 WIB

Qualcomm akan Segera Menaikkan Harga Mulai 1 September 2026

Kenaikan harga akan diterapkan pada prosesor yang dikirim setelah tanggal tersebut.
Qualcomm. (Sumber: Getty Images)
Lifestyle29 Juli 2026, 09:53 WIB

Ryan Gosling Bakal Membintangi Film Ghost Rider, Tayang 2028?

Sementara itu, Black Panther III akan tayang pada tanggal 15 Desember 2028.
Ryan Gosling akan memainkan karakter Ghost Rider. (Sumber: Marvel Studio)
Techno29 Juli 2026, 09:51 WIB

Oppo A6c: Ponsel Entry Level dengan Baterai 7000mAh

Perangkat ini memiliki dua varian memori.
Oppo A6c. (Sumber: Oppo)
Techno28 Juli 2026, 16:15 WIB

ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Dijual di Indonesia, Beda Varian Beda Harga

Gawai ini diposisikan sebagai solusi ideal bagi profesional yang membutuhkan performa AI kuat, portabilitas tinggi, serta keandalan bisnis dalam satu paket.
ExpertBook P5 G2. (Sumber: ASUS)